Rabu, 16 Mei 2018

GHIBAH DAN NAMIMAH DALAM ISLAM

A.Ghibah(menyebut kejelekan orang lain).

Tanbih (peringatan) : Ghibah itu jelas haram, bahkan termasuk dosa besar, Al-qhurtubi berkata : Ghibah termasukdosa besar sebab mengandung makna ancaman yang berat, terutama bila ghibah terhadap ahli ilmu Agama(Ulama) dan demikian juga mendengarkannya, dan mendiamkan orang ghibah padahal ia sanggup melarang atau menghentikannya.

Ghibah itu menyebut-nyebut hal keadaan orang, kepada orang lain, apa yang tidak di sukai oleh orang yang di sebut itu, bila disebut atau di ceritakan pada orang lain, baik ia masih hidup atau sudah meninggal, berbuat ghibah harus segera bertaubat, menyesali perbuatannya dan segera beristiqfar untuk orang yang di ghibah.

Firman Allah swt dalam Qs Al-hujarat : 12 Terjemahannya : Hai orang-orang yang beriman jauhilah kebanyakan dari sangka-sangka itu berdosa, dan jangan menyelidiki kesalahan orang, dan jangan lah sebagian kamu mengunjing(mengumpat) sebagian yang lain, suka kah kiranya seorang makan danging saudara nya yang telah mati, tentu kamu jijik. Karena itu bertaqwalah pada Allah sungguh Allah maha penerima taubat.

Ketika Nabi Saw dimiraj'kan,ia dapat melihat api neraka,tiba-tiba melihat orang-orang yag makan bangkai, lalu nabi saw bertanya pada malaikat Jibril as : Siapakah mereka itu wahai Jibril? Jawabnya : Mereka orang-orang yang makan daging orang-orang(suka menghibah). (HR. Ahmad).

B.Namimah(Memfitnah).
Namimah itu haram,bahkan termasuk dosa yang besar di sisi Allah swt sebab Allah swt telah menerangkan bahwa fitnah itu lebih kejam dan berbahaya dari pembunuhan.
Namimah menyampaikan perkataan seorang kepada orang lain untuk menimbulkan bentrok,pertikaian dan adu domba di antara mereka.

Rasulallah saw bersabda (HR.Bukhari Muslim).
Kamu akan mendapatkan sejahat-jahat nya orang itu, ialah orang yang bermuka dua, yang datang kesini dengan satu muka, dan kesana dengan satu muka.
Athabrani  dari Nabi saw bersabda : Orang yang bermuka dua di dunia akan menghadap pada hari kiamat dengan dua muka dari api neraka.

Sebagian rangkuman terkecil dari pengetahuan Ilmu Agama semoga bermanfaat.



  






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...