Rabu, 23 Mei 2018

MAHAR(MAS KAWIN)UNTUK WANITA MENURUT SYARI'AT ISLAM

Masa datangnya islam berbeda dari masa jahiliyah yang penuh dengan kezhaliman,dimana pada masa itu para wanita tidak dapat bernapas lega.
Bahkan hanya sebagai alat yang dipergunuakan pemiliknya dengan sekehendak hati.Ketika datang panji-panjinya yang putih,islam membersihkan aib kebodohan yang melekat pada diri wanita memberi kembalian kembali akan hak-hak untuk menikah serta bercerai.Juga mewajibkan laki-laki membayar mahar(mas kawin)kepada mereka kaum wanita.berkenaan dengan hal itu Allah Tabaraka wata'ala berfirman :
"Berikanlah mas kawin(mahar)kepada wanita yang kalian nikahi sebagai pemberian yang penuh kerelaan.Kemudian jika mereka menyerahkan pada kalian sebagian dari maskawin(mahar)itu dengan senang hati,maka makanlah pemberian itu sebagai makanan yang sedap lagi baik akibatnya".(Qs.An-nisa' : 4).
Juga dalam FIrman Allah Tabaraka wata'ala yang lain :
" Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita,karena Allah telah melebihkan sebagian yang lain(wanita).Juga karena mereka(laki-laki)telah menafkahkan sebagian dari harta mereka"(Qs.An-nisa' : 34).
Dari Abdullah bin Amir bin Rubai'ah,dari ayah,berkata :adanya seorang wanita dari bani fazarah dengan mahar sepasang sandal.Lalu Rasulalallah Saw bersabda :"Apakah engkau rela menyerahkan diri dan hartamu dengan sepasang sandal?Ya,Jawabnya.maka beliau pun membolehkan pernikahan tersebut"(HR.Ibnu Majah dan Tirmidzi).
Imam Tirmidzi mengatakan,hadits ini berstatus hasan shahih.
Para ulama berbeda pendapat mengenai masalah mahar(mas kawin)ini.
Sebagian dari mereka berpendapat,bahwa mahar itu diberikan sesuai dengan kesepakatan di antara calon pengantin.
Pendapat ini dikemukakan oleh Sufyan Ays-sauri,Syafi'i,Ahmad dan Ishak.Sedangkan Imam Malik berpendapat"Mahar itu tidak boleh kurang dari seperempat dinar".Sebagian dari penduduk Kufah berpendapat:"Bahwa mahar itu tidak boleh kurang dari sepuluh dirham dan ini mahar(mas kawin)wajib hukumnya menurut Alqur'an dan As-Sunnat."
Rasulallah Saw bersabda :
"(Langsungkanlah pernikahan)meski hanya dengan(mahar)cincin yang terbuat dari besi." (HR.Al-Bukhari,Ahmad,Ibnu Majah,Tirmidzi dan ia mensyahihkannya).
Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam memberi mahar kepada wanita.Karena,Jika hal itu menjadi kemuliaan di dunia atau dapat menjadikan ketaqwaan disisi Allah Tabaraka Wata'ala dan tentulah Rasulalalh Saw lebih utama melakukan itu dari kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...