Selasa, 29 Mei 2018

NIKAH

1. Pengertian Nikah
Menurut Bahasa,Nikah berarti pernyatuan,diartikan juga sebagai akad. Selain itu juga yang mengartikannya dengan percampuran.Al-Fara' mengatakan:
An-Nukh adalah sebutan untuk kemaluan.Disebut juga sebagai akad,karena ia juga sebagai penyebab terjadinya kesepakatan itu sendiri.

Sedangkan Al-Azhari mengatakan akar nikah dalam ungkapan bahasa arab berarti hubungan badan. Dikatakan pula,bahwa perpasangan itu juga merupakan salah satu makna nikah,karena ia menjadi penyebab adanya hubungan badan.Sementara itu,Al-farasi mengatakan: Jika mereka mengatakan,bahwa sifulan atau anaknya fulan menikah,maka yang dimaksud adalah mengadakan akad.
Akan tetapi,jika dikatakan,bahwa ia menikahi istrinya,maka yang dimaksud ialah hubungan badan.
Adapun menurut syari'at,nikah juga berarti akad,sedangkan pengertian hubungan badan itu hanya merupakan metafora saja. Hujjah(Argumentasi)atas pendapat ini adalah banyaknya pengertian nikah didalam Alqur'an maupun Al-Hadist sebagai akad. Bahkan dikatakan,bahwa nikah itu tidak disebutkan dalam Alqur'an melainkan diartikan dengan akad.Sebagaimana Firmannya"Sehingga ia menikah dengan laki-laki lain"yang tidak dimaksudkan sebagai hubungan badan.Karena,syarat hubungan badan yang membolehkan rujuknya seorang suami yang telah menceraikan istrinya hanya diterangkan dalam sunnah Rasulallah saw.Dengan demikian,maka firman Allah diatas,sehinggga ia menjalin pertalian atau akad.Dengan pemahaman lain,bahwa akad tersebut,maka akan menjadi boleh apa yang telah dilarang.
Rasulallah saw sendiri menerangkan,bahwa pada kenyataannya nikah itu hanya sekedar akad.Akan tetapi,lebih dari itu,setelah pelaksanaan akad si pengantin merasakan nikmatnya akad tersebut.Sebagaimana dimungkinkan terjadinya proses perceraian setelah di nyatakan akad tersebut.
Abu Hasan bin Faris mengatakan:
Nikah tidak diaebutkan dalam Alqur'an melainkan dengan pengertian kawin.
Seperti Firman Allah swt"Ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin"(An-nisa :6).
Yang dimaksud oleh ayat tersebut adalah ilmu,demikian menurut Ibnu Hajar.Sedangkan menurut ulama Syafi'iyah,pada hakekatnya nikah itu berarti hubungan badan yang syah dan akad yang syah yang dilakukan sebagai metafora.
Ibnu Hajar menambahkan:"Demikian itulah menurut pandangan saya tepat,meskipun lebih banyak dipergunakan dalam arti akad.
Sebagian Ulama laiinnya mentarjih pendapat yang pertama,yaitu pengertian jima' merupakan kinayah yang mengarah pada pengertian yang kurang disenangi(tabu),sehingga cenderung dihindari penggunaannya,kesimpulannya,nikah pada dasarnya berarti akad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Prohibited from applying for the woman proposed

FOR HIBITION OF APPLYING MUSLIM WOMEN WHO ARE APPLYED  A Muslim is not permitted to propose a woman who has been proposed by his fell...