Senin, 28 Mei 2018

SEJARAH RINGKAS KOTA MEKAH

1. SEJARAH RINGKAS

a. Kota Mekah

Mekah pada zaman kuno terletak di garis lalu lintas perdagangan antara Yaman(Arabia Selatan) dam Syam dekat lautan tengah. Kedua negara ini zaman dahulu telah mencapai peradaban yang tinggi dan dihubungkan,oleh beberapa negeri-negeri kecil anatara lain Mekah. Dipandang dari segala geografis, kota Mekah hampir terletak ditengah-tengah jazirah Arabia. Oleh karena kabilah-kabilah Arab dari segala penjuru tidaklah terlalu sulit mencapai Mekah, seperti halnya juga penduduk kota Mekah,tidak teramat sukar mereka bepergian ke negeri tetangga nya Syam, Hirah, dan Yaman.Tidaklah mengherankan, bilamana, semangat dangang berkembang dikalangan penduduk Mekah.

Dalam kota-kota Mekah itu terdapat rumah suci Baitullah atau Ka'bah.Bangasa Arab pada umumnya memuliakan tempat suci ini.Pembangunan Baitullah ini menurut sejarah islam a.s
Ismail a.s.Kemudian kawin dengan penduduk Mekah dari suku Jurhum yang berasal dari Yaman dan terus menetap di kota ini turun temurun.Keturunan Nabi Ismail dan disebut Banu Ismail atau adnaniyun.
Pada waktu bendungan besar di  Ma'rib di Arabia Selatan pecah dan menimbulkan petaka yang besar bagi penduduknya, maka kabilah-kabilah Arab berbondong-bondong meninggalkan daerahnya menuju kearah Utara. Diantara merela satu rombongan yang di pimpin oleh Haris bin Amir yang bergelar Khuza'ah berpindah menuju Mekah, mereka berhasil mengalahkan penduduk Mekah(Suku Jurhum) dan seterusnya memjadi penguasa atas negeri ini turun-temurun.Dalam masa pemerintahan Khuza'ah lah Banu Ismail berkembang biak dan dengan berangsur-rangsur mereka meninggalkan negeri ini dan bertebaran ke pelosok-pelosok Jazirah Arab.Hanya yang tinggal di kota ini dari Banu Ismail ialah suku Quraisy.Mereka sama sekali tak punya kekuasaan atas Mekah ini dan juga atas Ka'bah.
Kira-kira abad ke 5 M, seorang pemimpin kabilah Quraisy yang bernama Qhusai telah berhasil merebut kekuasaan kota Mekah dari Banu Khuza'ah, setelah beberapa lama nya mereka mengusai kota Mekah. Dengan demikian Qushai menjadi pemimpin agama dan pemerintahan kota Mekah.
Kekuasaannya direbut meliputi bidang keagamaan dan pemerintahan.
Dibidang pemerintah Qushai meletakkan dasar-dasar demokrasi. Dia membagi-bagi kekuasaan dan pemimpin Quraisy. Untuk tempat bermusyawarah pemimpin itu dibangunkannya balai permusyawaratan yang mereka namakan "Daarunnadwah". Ditempat ini mereka bermusyawarah memecahkan segala persoalan di masyarakat. Ketua dari balai ini adalah Qushai sendiri.Kekuasaan dan kepemimpinan Qushai atas kota Mekah mendapat dukungan dari kabilah-kabilah Arab.
Pada masa-masa selanjutnya, nampaklah pertumbuhan kota Mekah dengan organisasinya yang sederhana itu, lebih-lebih sesudah kerajaan Himyariah di Arabia Selatan mulai runtuh kira-kira pada permulaan abad ke 6 M. Kesadaran kota harus diutamakan dari kepentingan suku sendiri,sudah pula tumbuh pada penduduk Mekah.
Selain daripada itu mereka berkepentingan menjaga ketentramab penduduk Mekah.Setiap tahun pada bulan-bulan haji bangsa Arab dari segela penjuru datang ke Mekah menjalankan kewajiban agama.


Dalam kota-kota Mekah itu terdapat rumah suci Baitullah atau Ka'bah.Bangasa Arab pada umumnya memuliakan tempat suci ini.Pembangunan Baitullah ini menurut sejarah islam a.s
Ismail a.s.Kemudian kawin dengan penduduk Mekah dari suku Jurhum yang berasal dari Yaman dan terus menetap di kota ini turun temurun.Keturunan Nabi Ismail dan disebut Banu Ismail atau adnaniyun.
Pada waktu bendungan besar di  Ma'rib di Arabia Selatan pecah dan menimbulkan petaka yang besar bagi penduduknya, maka kabilah-kabilah Arab berbondong-bondong meninggalkan daerahnya menuju kearah Utara. Diantara merela satu rombongan yang di pimpin oleh Haris bin Amir yang bergelar Khuza'ah berpindah menuju Mekah, mereka berhasil mengalahkan penduduk Mekah(Suku Jurhum) dan seterusnya memjadi penguasa atas negeri ini turun-temurun.Dalam masa pemerintahan Khuza'ah lah Banu Ismail berkembang biak dan dengan berangsur-rangsur mereka meninggalkan negeri ini dan bertebaran ke pelosok-pelosok Jazirah Arab.Hanya yang tinggal di kota ini dari Banu Ismail ialah suku Quraisy.Mereka sama sekali tak punya kekuasaan atas Mekah ini dan juga atas Ka'bah.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...