Selasa, 12 Juni 2018

BERBICARA DI MASJID SELAIN UCAPAN ZIKIR

Syeik Shalih Al-Fauzan ditanya,bagaimana hukum orang berbicara selain zikir didalam Masjid?
Syeik menjawab,tidak sepantasnya bagi orang yang mengerjakan shalat dimasjid berbicara selain zikir kepada Allah Azza Wa Jalla,membaca Al-qur'an dan shalat,Allah Azza Wa Jalla berfirman yang artinya:
"Bertasbihlah kepada Allah di maajid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namanya didalamnya,diwaktu pagi dan petang.Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak(pula)oleh jual beli dari mengingat Allah,dan(dari)mendirikan shalat,serta (dari)membayar zakat(Qs.An-Nur:36-37).
Rasulalallah s.a.w bersabda:
" Sesungguhnya masjid itu didirikan untuk berzikir kepada Allah."
Sebagaimana yang disabdakan Rasulallah s.a.w jika memang diperlukan untuk berbicara,tentang urusan dunia didalam masjid,maka itu tidak ada masalah dengan hal itu.Seseorang yang diperbolehkan berbicara tentang urusan dunia dimasjid saat dibutuhkan.Sedangkan menghabiskan waktunya untuk sesuatu yang tidak memberi faedah dengan cara berbicara banyak seakan-akan berada dijalan raya atau seakan-akan dipasar atau di cafe,maka hal ini tidak sesuai dengan fungsi masjid.Jika dia memang ingin berbicara tentang hal-hal tersebut,seyogyanya dia keluar dulu kejalan atau tempat-tempat yang sesuai dengan hal itu.Dan apabila pembicaraannya menyangkut sesuatu yang diharamkan,misalnya ghibah dan mengadu domba dan lain sebagainya,maka yang demikian itu diharamkan lagi untu itu,hendaklah kaum muslimin memanfaatkan keberadaan mereka dirumah Allah Azza Wa Jalla yaitu dengan menyemarakkan dengan zikir kepada Allah Azza Wa Jalla menggunakan waktunya untuk hal-hal yang baik dan bermanfaat bagi mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...