Minggu, 10 Juni 2018

CARA SYETAN MENCABUT IMAN

Dalam suatu hadist diriwayatkan,sesungguhnya syetan terlaknat datang dan duduk disisi kepala hamba,lalu berkata kepadanya:
Tingggalkan agama ini(Islam)dan katakan bahwa Tuhan itu dua,sehingga kamu terlepas dari kepedihan sakaratul maut,Apabila keadaan telah sedemikian ini,maka sangatlah berbahaya dan memerlukan takut kepada Allah Swt.Dengan sungguh-sungguh wajiblah atasmu menangis,rendah hati,dan menghidupkan malam dengan memperbanyak ruku' sujud hingga kamu dapat selamat dari siksa Allah Swt.
Dan ditanyakan kepada Abu Hanifah:
Do'a apakah yang sangat ditakutkan bisa meruntuhkan iman seseorang waktu sakaratul maut?Abu Hanifah menjawab:Meninggalkan syukur atas keimanan,meninggalkan rasa takut apabila mati tidak beriman,mengania sesama mahkluk/hamba.Barang siapa yang dalam hatinya terdapat tiga tersebut,maka kebanyakan dia keluar dari dunia dalam keadaan kafir,kecuali orang-orang yang mendapatkan kebahagian.
Dikatakan pula bahwa,siksaan yang amat pedih bagi mayit ketika sakaratul maut yaitu merasakan haus dan terbakarnnya hati.Pada waktu inilah syetan mendapatkan kesempatan untuk mencabut-meruntuhkan iman seorang mukmin lantaran kehausan dan kesakitan yang amat parah.Maka datanglah syetan itu disisi kepalan mukmin dengan membawa semangkok air yang membeku,lalu digerak-geraknya mangkok tersebut hingga berkatalah mukmin itu:
Berikan air kepada saya.Sedangkan dia tidak mengetahui bahwa dihadapannya itu adalah syetan.Lalu berkata lah syetan,Katakanlah bahwa dunia ini tidak ada yang mencipta,hingga kuberikan air ini kepadamu.Jika hamba itu golongan orang-orang yang beruntung,maka tidaklah ia menjawabnya.Lalu syetan datang lagi kearah kedua kakinnya dan menggerak-gerakkan mangkok tersebut kepadanya,maka berkatalah seorang mukmin berikan air itu kepadaku,berkatalah syetan tersebut katakan bahwa MuhammaMuhammad Rasulallah itu dusta,hingga kuverikan air ini kepadamu.Barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang celaka,maka menjawablah ia sebagaimana ucapan syetan,karena ia tak tahan dengan kehausan yang teramat sangat.
Maka dia akan keluar dari dunia dalam keadaan kafir.Kita mohon. perlindungan kepada Allah Swt.Dan Barangsiapa yang termasuk golongan orang-orang yang beruntung,maka ia menolak ucapan syetan yang memikir-mikir siapa sebenarnya gerangan yang ada dimukanya itu.
Dalan suatu kisah,sesungguhnya ketika telah datang wafat Abu Zakaria datanglah seorang temannya,Sedang Abu Zakaria dalam keadaan sakaratul maut dan ditalqin dengan kalimat"Lailahaillallah Muhammadarrasulallah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...