Minggu, 03 Juni 2018

CERITA(DONGENG)PUTI KELADI TANJUNG PAUH MUDIK LIMA DESA KECAMATAN KELILING DANAU

Sekunung atau dongeng dalam cerita sering diulang oleh para nenek-nenek kita kala dikala kita masih kecil dulu,dongengan tersebut tak pernah hilang dari ingatan kita sampai pada zaman sekarang.
Salah satunya cerita(dongeng)atau sekunung Puti Keladi dari Tanjung Pauh Mudik lima desa di Kerinci,Puti keladi merupakan seorang anak yang tabiatnya pendiam dan mempunyai orang tua yang sangat kikir,alkisah diceritakan ketika Ibunya merebus ubi keladi yang seharusnya dimakan bersama anaknya Puti Keladi,namun ketika itu Puti Keladi diperintahkan Ibunya bermain dengan teman-temannya sementara ubi rebusan ditempayan yang di sugukan kayu bakar pada api masak,kemudian Puti asyik-asyik juga bermain dengan teman sebayanya dihalaman,tak terasa perutnya mulai merasa lapar dan ingat akan Ibunya yang menyerang  ubi keladi di dapur ditempaian tadih.
Lalu Puti bertanya pada Ibunya?Sudah masak Ubinya Bu,Ibu Puti menjawab belum nak,mainlah engkau bersama-sama dengan teman-temanmu dulu.
Lalu Puti kembali lagi bermain dengan teman sebanya,dan sela kemudian Puti datang lagi pada Ibunya dan bertanya?Sudah masak ubi nya Bu,Ibu Puti menjawab belum,Puti Keladi akhirnya merasa ada yang nganjal dan melihat ketempayaan rebusan ubi di dapurnya ternyata apa yang didapatnya ubi yang direbus oleh ibunya tinggal sisa dan kulit-kulitnya saja,akhirnya Puti berlari dengan kencang keatas bukit dan sambil menangis dengan sedunya Ibunya mengejar dari belakang sambil bertiak anak ku tunggu...anak ku tunggu..
Puti tidak mengubriskan panggilan Ibunya,sehingga sampai kesebuah bukit,dan Puti Keladi berdiri diatas sebuah batu dengan menjerit-jerit dengan lantangnya dengan ucapan tinggi-tinggilah batu sampailah kelangit,tinggi-tinggilah batu sampai kelangit,batu yang di injak oleh Puti Keladi tadih mulai lah bergerak secara perlahan-lahan dan akhirnya mencapai ketinggian yang tak bisa dilakukan oleh manusia biasa,Ibunya memanggil dengan suara parau turun nak,turun nak,Puti menjawab panggilan Ibunya aku tidak akan turun jika Ibu belum memberikan aku ubi dari keladi.Dan akhirnya Puti seperti orang yang bersemedi menahan napas nya hendak menagis melihat Ibunya.
Lalu Puti menjelama menjadi seorang Puti yang konon kabarnya sering disebut dengan Puti Keladi,cerita(dongeng)ini masih melegenda pada orang-orang tua yang sering memberikan arahan dan motivasi dan mitos tersendiri bagi desa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...