Kamis, 07 Juni 2018

HAKIKAT JIHAD



  1. Perintah Jihad Allah swt memerintahkan kaum muslimin supaya berjihad(berjuang) pada jalan yang diridainya nya.Dalam Alqur'an ada lebih 40 kali disebut-sebut perkataan jihad atau berbentuk perkataan-perkataan lainnya yang berasal dari pokok jahada itu.Salah satu Firman Allah swt menyatakan Qs.AlHujarat:"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya,tanpa keraguan sedikitpun dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah,mereka itulah orang-orang yang benar.Pengertian Jihad Apakah yang dimaksud dengan istilah jihad itu?Ternyata masih banyak orang keliru memahami hakikat jihad.Mereka mengira bahwa yang dimaksud dengan jihad itu hanya perang saja.Padahal pengertian yang umum tentang-tentang kata-kata jihad itu ialah berjuang dengan sungguh-sungguh.Allah Berfirman dalam Al-qur'an Qs.Al-Ankabut:68." Dan orang-orang yang berjihad(bersungguh-sungguh)untuk mencari(keridaan)kami,benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."Pengertian yang keliru atau sengaja dibuat keliru itu terutama terdapat dikalangan kaum orientalis yaitu kaum yang terpelajar bangsa eropa yang mempelajari dan menyelidiki ajaran-ajaran islam untuk kepentingan ilmiah dan politik,bukan untuk diimani dan ditaati.Sebagai salah satu bukti kongkrit ialah uraian dalam "Shorter Encylopaedia of islam" karya H.A.R.Gibb dan JH Kramers,yang menngatakan jihad,holywar.The spread of islam by arms is religius duty upon Muslims in genaral(Jihad ialah perang suci.Menyebarkan islam dengan senjata pada umumnya adalah suatu tugas keagamaan bagi orang-orang muslim).Seperti diketahui bahwa di dalam Alqur'an hanyalah pada beberapa ayat saja yang dijumpai kata-kata jihad dengan perang.Untuk pengertian perang dalam Al-qur'an pada ummnya di pakai kata-kata qital.Sebagaiman Firman Allah swt dalam Al-qur'an Qs Al-Baqarah):"Diwajibkan atas kamu berperang,walaupun berperang itu sesuatu yang kamu benci.Dan ayat-ayat mengenai jihad itu sudah diturunkan tatkala Rasulallah s.a.w,masih berada dimekah pada waktu kaum muslimin belum diperkenankan mengangkat senjata untuk mempertahankan agama islam.Setelah hijrah kemadinah barulah turun ayat-ayat tentang perang(qital)itu,yang memperbolehkan kaum muslim berperang.Hal ini dijelaskan Allah swt dalam Alqur'an." Telah dizinkan(berperang)bagi orang-orang yang diperangi,karena sesungguhnya mereka telah teraniaya dan sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menolong mereka yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa adanya alasan yang benar,kecuali karena mereka berkata,"Tuhan kami adalah Allah".Jadi motif perang itu ialah:1.Karena dianiaya,diperlakukan sewenang-wenang dan2.Diusir dari kampung mereka dengan cara kejam.Kenyataan bahwa ayat-ayat jihad itu sudah lebih dahulu turun di Mekah sebelum turunnya ayat-ayat yang berkenaan dengan qital(di Madinah)hal ini menunjukkan bahwa pengertian secara umum tentang jihad itu bukanlah berperang melainkan berjuang dengan sungguh-sungguh.Seorang Ulama terkemuka Syarif Ali Muhammad Al-Jurjani ketika mendefenisikan jihad dalam kitabnya At-Ta'raifat  berkata:"Jihad ialah mengajak manusia kepada ajaran yang benar".Imam Raqhib Al-Shafani dalam kitabnya Al-Mufradat figharibil Qur'an menerangkan bahwa jihad itu mempunyai tiga macam tingkatan:1.Jihad terhadap diri sendiri.2.Jihad terhadap setan dan3.Jihad terhadap musuh yang nyata.Jihad terhadap musuh yang nyata itu pada dasarnya terdiri atas tiga macam.1.Jihad terhadap perbuatan-perbuatan yang merusak (destruktif)masyarakat dan merugikan orang lain,seperti kemaksiatan,kekejaman,kesewenang-wenangan dan sebagainya.Jihad ini dinamakan juga jihad dakwah.Jihad dakwah itu harus dilakukan terhadap segala bentuk pelanggaran,penyelewengan,kejahatan dan sebagainya.Tentu saja tidak boleh anarkis semua harus sesuai dengan cara-cara yang dibenarkan oleh hukum.Kaum muslimin tidak boleh diam melihat kemaksiatan merajalela,tidak boleh berpangku tangan menonton perbuatan yang sewenang-wenang kekejaman dan lain-lain.Rasulallah s.a.w bersabda:" Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran,maka ubahlahbia dengan tangannya,jika ia tidak mampu ubahlah ia dengan lidahnya,jika ia tidak mampu juga,maka ia harus membencinya dengan hatinya yang demikian itu merupakan selemah-lemahnya iman(HR.Imam Muslim).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...