Senin, 11 Juni 2018

MENEPAKI PERTAPAAN BRAWIJAYA SEBELUM DI ANGKAT MENJADI PATIH

Perjalanan kehidupan memang silih berganti,terkadang suram terkadang jurang dan pun terkadang mulus,dalam kurun sejarah di indinesia dalam menapaki kebudayaan leluhur yang sudah tentu memiliki suatu makna yang amat besar dalam kehidupan.
Kita perhatikan saja dalam sejarah kita
memiliki  banyak nuansa dan fenomena,terutama dalam sejarah kerajaan dimasa lampau perlu kita lestarikan melalui budaya yang ada pada saat sekarang,toh bagaimana cara nan elok dan baik dalam menyelusuri konsepsionalitas perkembangan budaya dan sejarah.
Penulis disini ingin memaparkan kisah sejarah yang menjadi contoh di negeri ini,sejarah yang sering dikisarkan oleh orang-orang tua kita terdahulu.
Kisah ini bermula dari rakyat jelata yang konon kabarnya ingin menggapai harapan dan cita-citanya,nama kecilnya Brawijaya kusuma,ketika itu memiliki ambisi yang teramat besar untuk menjaga malwapati dan sekitarnya,Brawijaya dengan sigap ramah,tidak angkuh dan sombong selalu di ilhamkan oleh rakyat untuk bisa diangkat menjadi seorang Patih.
Bagaimana cerita dan konon kabarnya?
Ternyata Brwijaya bertapa disebuah naungan danau yang hijau ranau yang tak bisa dicapai oleh manusia biasa,dseberang danau ada sebuah gunung yang dikeramatkan yang dinamakan gunung paku yang terletak jauh disebarang danau.
Sungguh pun demikian dengan apa yang diharapkan Brawijaya,dengan sigap dan tegap men dayung rakit ketengah danau untuk mencapai gunung paku,yang konon kabarnya sampai sekarang memiliki mistis yang teramat kuat.Di gunung inilah Brawijaya menimpa ilmu "rokso halimun"yang bisa menghulang sekejap dari hadapan siapa saja, dan iIlmu " Ngongso Jasad"yang wujudnya bisa berubah-rubah sebagaimana yang dikehendaki,sesuai dengan muftis manunggal kaula gusti.
Sekian bulan lamanya Brawijaya bertapa di gunung tersebut dan akhirnya pertapaanny a menemukan titik akhir untuk mencapai apa yang di idam-idamkannya,menjadi seorang Patih yang berbuat untuk rakyat tanpa ada pungutan upeti-upeti.
Dan akhirnya beliau menjadi pemimpin dan memiliki kerajaan yang kehidupan rakyatnya adil,maknur dan merarata dengan kepemimpinan yang adil terutama berbuat untuk rakyat dan kembali kepada rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...