Sabtu, 09 Juni 2018

MENERANGKAN SABAR ATAS MUSIBAH

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a,sesungguhya Rasulallah s.a.w bersabda:"Permulaan yang ditulis dengan kalam di Lauh Mahfuzd atas perintah Allah swt adalah kalimah dengan artinya:
"Sesungguhnnya akulah Allah,tiada Tuhan selain aku,Muhammad adalah seorang hamba Utusanku.Pilihanku adalah siapa saja yang pasrah atas ketentuan takdirku,bersabar atas balakku dan bersyukur atas semua nikmatku.Aku tulis dia golongan orang-orang yang jujur dan Aku bangunkan dia bersama orang-orang yang jujur dan Aku bangunkan dia bersama-sama orang-orang yang jujur pada hari kiamat dan Aku masukkan dia ke syurga.Dan barangsiapa tidak pasrah terhadap ketentuan takdirku dan tidak bersabar atas balakku serta tidak bersyukur atas balakku,serta tidak bersyukur atas semua nikmatku,maka sebaiknya dia keluar dari bawah kolong langit lalu carilah Tuhan selain Aku."
Al-Faqih Rahimahullah Ta'ala berkata:
Bersabar atas sesuatu musibah dan ingat kepada Allah ketika tertimpa kesulitan adalah sesuatu yang wajib atas semua manusia.Karena manusia itu apabila mengingat Allah tatkala tertimpa musibah berarti dia ridho atas ketentuan takdir Allah dan memutuskan harapan syaithan."
Ali Ibnu Abi Thalib Karromallahu Wajhah,berkata:"Sabar itu berdiri dari tiga unsur:Yang pertama yaitu sabar dalam ketaatan,kedua sabar atas kemaksiatan,dan tiga sabar atas musibah.
Barangsiapa yang sabar atas keatan kepada Allah Ta'ala,maka Allah beri dia  seratus derajad pada hari kiamat dan setiap derajad pada hari kiamat dan setiap derajad sama dengan apa yang diantara langit dan bumi.Dan barangsiapa yang sabar atas musibah maka Allah swt.Berikan dia itu pahalanya tanpa perhitungan sedikitpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...