Jumat, 08 Juni 2018

PENGARUH SHALAT DALAM PEMBINAAN UMAT

Walaupun shalat boleh dilakukan sendiri-sendiri(furada)tetapi diutamakan dilakukan secara bersama-sama(berjama'ah)didalam masjid atau mushalla.Dilihat dari sudut pandang nilai berjama'ah,maka nilai pahala shalat berjama'ah itu dua puluh tujuh kali lipat daripada nilai pahala shalat sendiri-sendiri.
Dalam sebuah hadist sahih Rasulallah s.a.w.telah besabda:
"Shalat berjama'ah itu melebihi shalat sendirian dengan meraih dua puluh tujuh derajat.(HR.Bukhari).
Beberapa orang yang tinggal dalam suatu lingkungan mengadakan shalat berjama'ah lima kali dalam sehari semalam,setiap hari jum'at beberapa orang yang berasal dari beberapa lingkungan mengadakan shalat berjama'ah dua kali dalam setahun mereka pun mengadakan shalat hari raya(shalat ied),dan ketika mengerjakan ibadah haji ditanah suci Mekah,pelaksanaan shalat berjama'ah itu lebih ditingkatkan lagi oleh penduduk di berbagai bangsa dan negara.
Keadaan didalam masjid ketika mengerjakan shalat membentuk suatu suasana(Atmosfer)yang diliputi oleh klim persaudaraan persamaan dan kecintaan.Orang yang melakujan ibadah shalat itu tidak seperti orang yang datang kesuatu pesta dengan memakai pakaian yang mahal,emas dan berlian yang berkilau,tetapi mereka datang dengan penampilan yang noramal dan wajar sehingga melenyapkan perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan oleh perbedaan status dalam masyarakat.Seorang pejabat duduk sejajar dengan rakyat,seorang konglong merat duduk dengan orang yang melarat,seorang atasan duduk berdampingan dengan seorang bawahan dan sebagainya.Seorang jendaral yang duduk pada baris (syaf)belakang ketika sujud ia dibelakangi oleh seorang kopral yang kebetulan lebih dulu mendapat tempat pada baris(syaf)terdepan.
Sebelum dan sesudah shalat berjama'ah itu ada kesempatan untuk  merapatkan hubungan antara sesama jema'ah.Masing-masing mendapat dan merasakn suasana yang damai dan dapat menceritakan tentang ihwal masing-masing,menerima dan memberi saran,membicarakan aktivitas masing-masing.
Persamaan dan persaudaraan yang ditumbuhkan dalam pelaksanaan shalat,hendaknya tidak hanya bersifat teoritas,tetapi diusahakan agar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Selain itu shalat berjama'ah juga mendidik manusia hidup berorganisasi  dan berdisplin,seseorang tidak boleh takbir sebelun imam takbir,tidak boleh ruku',sujud,berdiri dan lain-lain sebelum imam melakukannya.Dalam shalat imam dan makmum merupakan manifestasi keharusan adanya pemimpin dan yang dipimpin dalam masyarakat,jika belum ada komando pengikut tidak boleh bergerak.
Rasulallah s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya imam itu hanyalah untuk diikuti,apabila ia takbir maka takbirlah,dan janganlah kamu takbir sehingga ia takbir,apabila ia ruku',maka ruku'lah dan janganlah kamu ruku',sehingga ia rukuk,apabila ia sujud maka sujudlah,maka janganlah kamu sujud sehingga ia sujud(HR.Imam Ahmad dan Abu Dawud).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...