Jumat, 27 Juli 2018

Perkawinan Masyarakat Kerinci menurut Adat|Kerinci TV

        Menurut adat istiadat suku Kerinci dalam pernikahan anaknya disampaikan melalui kaum wanita yang menyandang sirih terawang(Jangki Terawang)serta lisan dan disampaikan kepada para undangan,orang rumah dan yang di undang.Pada era modern persiapan pelaksanaan"Pesta Kenduri"dengan praktis namun ketentuan adat masih tetap dilaksanakan.
Di Kerinci ada juga kelompok sebagian masyarakat memanaldang,perkawinan didalam lingkungan harus di utamakan.Berarti tidak harus perkawinan diluar lingkungan kerabat,kalau dilingkungan kerabat,kaum kerabat ada yang jodoh ada pula yang tidak sesuai dengan kehendak mamak induk serta kemanakan yang mengadakan perundingan.
Dalam hal itu ada juga kelompok masyarakat yang bertentangan dan tidak menyukai perkawinan yang ada hubungan dengan keluarganya yang terdekat,umpanya dengan sepupu bapak,atau ibu atau saudara yang sekandung sebaliknya yang memilik ranji-ranji dari keluarga yang masih tertata rapi.Dan ada pula yang menyukai perkawinan dengan anak mamak dan anak induk(bibi)dan perkawinan ini sangatlah bagus ibarat pepatah mengatakan"Ibarat kuah jatoeh kanasai"artinya perkawinan yang memiliki kemurnian,keharmonisan untuk anak mamak dan anak induk.
A.Akad Nikah dan Upacara Pernikahan


Menjelang hari"H"tiba,biasanya berselang selama"Tiga Hari"sebelumnya kedua belah pihak baik pihak mamak,induk,kemanakan dan pihak keluarga wanita dipusatkan tempatnya dirumah pihak wanita(mamak dan induk).
Dalam perkawinan Kerinci ada undangan yang terpisah yaitu:
1.Undangan Umum
2.Undangan Khusus
Undangan umum yang dirujukan pada seluruh warga desa,andai dan taulan serta teman sekerja.
Undangan Khusus adalah undangan yang ditujukan pada orang-orang tertentu misalnya,depati ninek mamak,imam pegawai masjid serta khudi maulana dan ulama dalam ruang lingkup desa masing-masing.
Walaupun akad nikah sudah berlangsung mempelai pria belum diperkenankan tinggal dirumah mempelai wanita.Sebelum dilakukan penjemputan dari keluarga pihak mempelai wanita pada malam yang kedua kerumah mempelai laki-laki.Pada malam kedua keesokan harinya dimana penganten wanita ditemani oleh"Tukong Tundo"atau kawan yang mendampingi wanita dalam pernikahannya.
Di Kerinci juga ada istilah"Harta Perkawinan"Yaitu:
-Harta perkawinan disini adalah keseluruhan harta yang dimiliki atau diperoleh,terhimpun selama perkawinan meliputi harta bawaan,dan harta pencarian bersama(Suami dan Istri).

1.Harta Tepatan
Harta tepatan ditepati pada istri,harta tepatan ini bisa berupa hasil usahanya ketika masih lajang,harta warisan hadiah dan sebagainya.
2.Harta Bawaan
Harta bawaan  suami kerumah istrinya,harta itu bisa berupa hasil usaha ketika mereka masih dalam lajangnya,harta warisan dan sebagainya.
Sekiranya terjadi percerian,baik cerai hidup maupun cerai mati,maka harta bawaan kembali pada pihak pembawa atau ahli warisnya.
Harta pencarian bersama suami/istri,yaitu hasil usaha bersama suami/istri yang berkumpul selama perkawinan,maka harta percerian tersebut itu dibagi dua harta ini biasa disebut"Gona Gini"masing-masing mendapat seper dua dan kalau ada anak maka harta tersebut jatuh kepada anak mereka.
Dan adat istiadat perkawinan kerinci sangatlah erat dengan ranji-ranji pada keluarga yang disesuaikan berdasarkan pada syariat islam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...