Selasa, 24 Juli 2018

ARSITEKTUR RUMAH TRADISIONAL KUNO KERINCI


Arsitektur tradisional suku kerinci 

Arsitektur tradisional suku kerinci di daerah masing-masing termasuk masjid didusun-dusun yang berada didaerah masing-masing,merupakan salah satu ornamen yang berarsitektur sejarah yang memiliki relief yang sangat menarik untuk di publikasi dengan adsitektur kuno rumah suku kerinci pada masa lampau misalnya
Masjid-masjid bersejarah yang ada di 
1.Pulau Tengah
Masjid merupakan salah satu masjid tertua di Kabupaten Kerinci dan dengan nama masjid keramat,penulis tertarik dengan ornamen arsitektur kuno di masjid pulau tengah dengan nilai arsitekturnya begitu memiliki relief yang sangat bagus dan sama juga dengan Masjid yanv ada di Pondok Tinggi dan Tanjung Pauh,namun yang ada di Tanjung Pauh tidak terjaga dengan ditelan zaman namun arsitektur tersebut masih nampak berdiri kokoh.
2.Lumbung (Bilik)
Bilik merupakan salah satu bahasa tradisional suku kerinci dengan artian nyimpan atau menyimpan dan bilik ini biasanya digunakan untuk menyimpan panenan padi pada masa dulu dan masih sebagian dari penduduk suku kerinci memanfaatkanya hingga terjaga sebagai budaya yang tetap lestari hingga saat sekarang.
Arsitektur kuno suku kerinci khususnya semakin terus menerus mengalami perubahan di gerakkan oleh konsep alam sebagai penggerak utama Miniatur bersejarah arsitektur kuno kerinci.
Sebuah harapan dari budayawan dan seniman agar pemerintah bisa untuk menjaga dari hasil jerih payah para ninek moyang dari peradaban mereka untuk di lestarikan sebagai budaya corak menarik suku kerinci
Pemerintah dalam dinas pariwisata dan kebudayaan perlu mengiventrasikan dan melakukan pemugaran bangunan yang berarsitektur tradisional yang masih tersiksa.
1.Beduk

2.Bilik padi

3.Masjid Kuno.
yang merupakan salah satu aset bersejarah kerinci.
Bangunan tradisional kuno kerinci memiliki tipe empat panjang,dan berbentuk rumah panggung antara satu bangunan rumah merupakan sebuah rangkain yang terpisah pada masa dulu,fungsi dari rangkaian arsitektur rumah kuno pada masa itu membuka pintu penghubung satu rumah dengan rumah lainnya,untuk membina tali persaudaraan antar suku kerinci dengan satu kekompakan yang tinggi sampai saat sekarang dengan ornamen rumah tradisional tersebut dan sekarang sangat sedikit yang ada.
Penulis sangat tertarik dengan arsitektur kuno kerinci dengan pola relief yang sangat bernilai tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...