Rabu, 11 Juli 2018

ARWAH HUTAN DI LIMA DESA PANCURAN TIGA KERINCI




     Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci,mempunyai struktur alam yang unik dan didalamnya terkandung nilai luhur,budaya dan tradisi yang turun-temurun,dengan jarak tempuh Jambi dan Kerinci selama 7-8 perjalanan dengan menggunakan roda empat.Dan Perbatasan tapal batas Kerinci dengan desa lain di Muara Imat(Kerinci)berbatas dengan gerbang gapura dengan bertuliskan selamat datang di "Kota Sakti Alam Kerinci".
Seketika itu suasana di seputar rimba Muara Imat(Kerinci)masih diwarnai dengan keindahan hutan yang alami dan lestari dengan kedalaman jurang sekitar 10 meter dari permukaan bukit.
Banyak sekali makna yang terkandung dengan mistis,dalam perjalanan menuju Kerinci saya berhenti disalah satu  rumah makan dengan menikmati hidangan dan disugukan dengan berbagai jenis masakan dan dengan ciri khasnya.Disisi belakang Muara Imat(Kerinci),terlihat pemandangan yang hijau ranau dengan struktur dan alam yang menarik dengan dengan derasnya arus sungai serta gemericik air sungai menambah suasana makan menjadi aroma yang sedap dengan pemandangan yang elok tersebut.
Dan setelah selesai menyantap menu makanan perlahan-lahan saya menikmati keindahan sebuah bukit yang terbelah dua disebrang sungai Muara Imat(Kerinci)dan dulunya Datuk saya pernah menceritakan suatu legenda" Pangeran Temenggung"yang berhasil menyelesaikan semedinya di bukit tetsebut hingga bukit itu terbelah dengan kodrat dan irodhat yang Maha Kuasa.
Kemudian saya melanjutkan perjalanan menuju sebuah desa yang berjarak 2-3 jam perjalanan dari desa Muara Imat kesalah satu desa Pancuran Tiga Kerinci dan desa ini mempunyai cabang-cabang desa diantaranya:
-Bukit Pulai
-Tanjung Pauh Mudik
-Punai Merindu dan
Sumur Jauh.
Dengan memiliki perbukitan yang masih alami dengan nuansa alam hayati yang menarik inspirasi jiwa saya untuk menyelusuri bagian dari isi hutan dan rimba diatas desa ini.
Dengan pola alam yang hayati dan lestari memiliki keunikan dan berabagai ragam dan corak kepaduannya,dengan"Arwah Rimba"yang memukau dan alam didesa ini yang kondusif sungguh amat menarik.
'Arwah Rimba"nya yang memiliki potensi yang begitu memadai dengan gemericik suara air yang mengalir dari lembah-lembah yang dikelilingi oleh rumput liar dan semak belukar dan pohon-pohon yang kokoh berdiri menambah syahdunya irama alam di puncak bukit lima desa ini.
Sungguh-sungguh menakjubkan suatu ciptaan dari yang Maha Kuasa yang tiada ternilai harganya.
Pancuran Tiga dan empat lima desa ini,bernaung dari 5 kepala Desa dan dipimpin oleh tengganai  dan mempunyai pimpinan Pucuk Adat"Depati Anum" dengan struktur kepemimpinan adat yang makmur dan merata.
Dalam kondisi ini di"Arwah Alam"di hutan belantara yang berjarak 4 jam perjalanan dengan berjalan kaki menyeluauri perbukitan diatasnya memiliki corak dan"Arwah Alam"yang eksotis dan suatu ikon yang bisa dilestarikan menjadi swadaya"Arwah Alam"yang Asri dan mempesona dengan olahan-olahan perbukitan dengan kabut yang sejuk memancar menusuk tulang-tulang dengan kesejukannya.
Pancuran Tiga dan lima desa ini berada lebih kurang 7 kilometer dari Kota Sungai Penuh,dengan menggunakan roda empat maupun roda dua.
Pancuran Tiga dan lima desa mempunyai"Arwah Alam"yang hayati dan alami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...