Selasa, 24 Juli 2018

DEPATI ANUM ATUR NEGERI TANJUNG PAUH KERINCI


    Kerinci salah satu daerah yang berada di Provinsi Jambi,banyak terkandung ragam,pesona,budaya,adat istiadat,agama dan lain sebagainya.Ini merupakan fotensi daerah yang tak bisa lenyap dan hilang"Tak lekang oleh panas dan tak lapuk oleh hujan"berjalan secara sinerji dengan perkembangannya.kalau kita perhatikan kerinci merupakan salah satu aset yang menyimpan begitu banyak potensi budaya dan pariwisata yang harus dikembangkan sejak dini dengan adat-adat yang berbeda antara desa satudengan yang lain.Ini merupakan frosa-frosa sinerji yang mengandung karifan bagi anak negeri.
Dalam hal kepemimpinan adat dan istiadat saja dapat kita perhatikan betapa kokohnya sendi adat pada negeri ini,yang berpangku pada"Adat Basendi Syarak dan Syarak Besendi Kita Bullah"dengan nuansa berbagai ritual yang sangat dekat dengan agama dan perkembangannya.
Kabupaten Kerinci juga merupakan salah satu pedesaan -pedesaan yang tertua dari frosa-frosa melayu,Palembang,Jambi dan Sumbar,Administratif negeri merupakan klosa-klosa aktif dalam memendung dan memerintah dalam kosepsualitas pemerintahan.
Penulis memaparkan salah satu desa yang mempunyai kekusaan adat dengan istilah lain"Tampuk",tampuk merupakan prade-prade kekuasaan yang dipengang dan dikuasai atau dikepalai oleh"Depati Anum"dan nama lain"Depati Anum"ini adalah"Tanang.
"Depati Anum" ada dua desa yang menyandang gelar tersebut yang terdapat:
1.Tanjung Pauh Sembilan Desa

2.Lempur Jauh
Dan"Depati Anum"merupakan suatu pemimpin yang memimpin dan mempunyai beberapa anggota yang terdiri dari 13 anggota dan dengan gelar"Depati"nya dan dulu balangnya dan hanya terdapat di lima desa Tanjung Pauh Mudik Kerinci.
"Depati Anum" merupakan orang yang dihormati dan disegani oleh seluruh masyarakat dalam desa,dengan prosa-prosa adat yang dipimpinnya merupakan metaprosa yang masih aktif sampai pada saat sekarang.
"Tanang" dalam istilah kalimat "Tanang" dalam lima desa Tanjung Pauh,artinya himbauan kepada seluruh  rakyat desa yang berada dalam kekuasaan"Tanang"atau istilah besar"Depati Anum".Adat yang dibina dengan ukhuwah ilslam dengan pemerintahan yang selaras dan seimbang dalam desa ini.
Dalam istilah"Tanang"dapat kita simpulkan dan artikan bahwa kalimat ini merupakan himpunan kekuasaan serta himbauan kepada seluruh rakyat atau masyarakat desa tersebut untuk patuh pada lembaga yang berdiri berupa adat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...