Minggu, 29 Juli 2018

JALAN ANGKER KERINCI


Pada tahun 2016 yang lalu saya ditemani oleh seorang sahabat yang selalu aktif dan berbagai hal dal bidang keagamaan di wiliyah Keliling Danau Kerinci,dengan mengisi berbagai acara dan nuansa agama yang dianggap kocak oleh masyarakat.
Pada waktu itu bertepatan dengan Isra' Mi'raj Rasulallah saw.Dan saya dihimbau kembali untuk mengisi dan memberikan intuisi agama disalah satu desa di Keliling Danau,tak terasa hari sudah semakin larut dan jam pada saat itu sudah menunjukkan pukul 12.00 wib malam,dan sesudah memberikan untaian mutiara tentang keagamaan saya dan teman saya Jaya  Usman di ajak berdialog sejenak dan tak terasa pula waktu mulai merambah dengan perlahan dan waktu itu jam sudah menunjukkan jam 02.200 wib tengah malam dengan disuguhkan aneka makanan teh/kopi membuat mata tetap terjaga.Disebuah rumah yang sederhana dengan penghuni rumah yang begitu ramah memberikan pelayanan yang sangat berarti bagi saya dan sahabat saya Jaya Usman dengan meperkenalkan saya pada tuan rumah dengan sebutan Buya Mudo Tanjung Pauh Mudik di kala itu.
Sembari waktu uraian dan dialog agama sudah selesai,saya dan Jaya Usman minta izin pulang ke Tanjung Pauh pada malam itu,namun anehnya banyak orang tua dari pengajian itu melarang,di karenakan malam sudah larut,Dan orang tua tersebut bercerita tentang adanya makhluk di ruas jalan raya dari desanya Keluru menuju jembatan jujun konon katanya angker dan saya tidak mempercayai sepenuhnya.Dan kemudian orang tua tersebut melanjutkan lagi ceritanya dan menceritkan lagi tentang sebuah jalan angker di desa Talago di tempat inilah dulu para orang-orang sakti Kerinci menghadapi belanda pada tahun 1920,dan dijalan ini pula entah benar atau tidak konon juga sering makhluk akstral menumpang kendaraan para pengguna jalan raya jika melewati jalan ini sendiri.Allah hu A'lam saya tidak mempercayainya dan orang tua tetsebut melarang keras kami untuk pulang malam itu,agar kami pulang di keesokan harinya.Sungguh apa yang dicertikan tentang mitos jalan-jalan angker dalam konteks agama jika kita mempercayainya bisa di katagorikan"Syirik Perbuatan".Namun juga banyak tersiar kabar bahwa di dua ruas jalan inilah sering diketemukan sosok mahkluk perempuan berbaju merah dan putih yang acap kali menakuti para pengguna jalan.
Saya pun menyelusuri sisi jalan tersebut dan ternyata jalan ini memiliki sejarah masa lampau yang belum terungkap tentang kemistikannya,benar atau tidak tergantung pada aqhidah dan keyakinan kita pada Allah Azza Wa Jalla,bahwa Allah menciptakan mahklu-mahkluk zohir maupun bathin pada alam dunia.Oleh sebab itu saya dan rekan saya Jaya Usman menelusuri sisi jalan tersebut untuk mengetahui cerita yang di lampirkan oleh sebagian orang tua-tua yang masih menganut ANIMISME dan DINAMISME lama dan kuno.
Setelah hampir tiga tahun berlalu penulis menjajaki kembali dua tempat tersebut yang penulis lakukan pada hari kamis 27 Juli 2018 bertepatan dengan malam Jum'at pukul 02.00 dini hari ,bersama dengan kawan-kawan dari Jakarta dan tiap-tiap sudut kami pasang CAMERA INFRA MERAH,namun apa-apa yang diperoleh dari cerita masyarakat yang melegenda tersebut tidak membuahkan hasil,dan dari itu pula tentang mitos-mitos jalan angker di daerah-daerah Kerinci hannya mitos masyarakat,tapi kami juga menyimpan beribu tanda tanya barang kali ada juga baiknya dari cerita-cerita orang tua merupakan nasehat yang terbaik memberikan suatu nuansa filosofi agar anak-anaknya laki-laki terlebih yang wanita jangan keluar malam melewati batas ketentuan jam12.00-02.00 dini hari(malam).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...