Selasa, 03 Juli 2018

LEGENDA NAGA RAKSASA PENGHUNI GUNUNG KERINCI


   Gunung Kerinci mempunyai potensi alam yang sangat indah dengan beragam pesona yang eksotis dengan beragam legenda menarik yang bisa kita ulas dengan seksama sesuai data-data yang admistratif yang saya dapatkan dengan orientasi yang saya dapatkan.Gunung Kerinci mempunyai ketinggian kurang lebih 3085meter diatas permukaan laut,salah satu gunung yang tertinggi dipulau sumatra dan menyimpan legenda menarik tentang naga raksasa yang konon menurut masyarakat pribumi Kerinci yang bermukim disana,merupakan kisah yang nyata bukan dongegan yang dicibirkan.
Pada zaman dahulu kala hiduplah dua orang bersaudara yang bernama Calungga dan Calupat yang mempunyai kesaktian yang luar biasa yang dititiskan mendiang orang tuanya.
Calungga kesehariannya mencari menjangan dengan berburu diseputaran Gunung Kerinci,dengan kesendiriannya Calungga memiliki pusaka Batu Putih dan Calupat memiliki pusaka Batu Delima Merah,dikala asyik melakukan perburuannya Calungga dengan secara tidak sengaja menemukan telur besar,kemudian telur itu dibawa pulang,untuk diperlihatkan pada adiknya Calupat.Disepertiga jalan hati Calungga berkata"lebih baik telur itu engkau makan,dan bisa merubah wujudmu menjadi orang yang ditakuti dan disegani,dengan demikian,Calungga menuruti kata hatinya dan memakan telur besar tersebut.Alhasil yang didapat Calungga merasakan kehausan yang sangat luar biasa dan dengan kehausannya tersebut Calungga menghabiskan separoh dari air sungai pegunungan di Gunung Kerinci akan tetapi haus dan dahagnya tidak juga kunjung hilang.Lama kelamaan Calungga berubah menjadi bersisik emas sebesar tampian beras(Nyiru).Akhirnya Calungga menjelma menjadi seekor Naga Raksasa yang sangat besar.Dengan kebeseran yang Maha Kuasa Calungga mengipaskan ekornya dan dengan sekali putaran maka lembah tersebut menjadi sebuah danau yang kita kenal dengan Danau Bento.
Pendek kata Calungga yang berubah menjadi naga besar teringat pada sang adiknya Calupat sang adik minta diantarkan kesebuah perkampungan masyarakat yang ada dibawah kaki Gunung Kerinci pada masa itu.Akhirnya Calupat hidup dengan damai dan makmur berdampingan dengan masyarakat.Dan masyarakat pada masa itu hidup dengan bercocok tanam.Masyarakat meminta suatu permintaan agar bisa membuat waduk atau sungai untuk pengairan perkebunan dan persawahan,dengan izin yang Maha Pencipta Calupat meniupkan dengan sekali tiup dengan izin yang Maha Kuasa terbentuklah waduk atau sungai tadih dengan nama sungai Muara Angin yang kita kenal pada zaman sekarang menjadi sungai Batang Merangin.
Aliran sungai tersebut menjadi sebuah Danau yang besar atau Danau Kerinci,dengan disampaikan titah Calupat semua permintaan masyarakat jadi terpenuhi dan masyarakat pada masa itu menobatkan Calupat sebagai Rajo(Raja)yang bergelar Hiang Jaya Naga.
Dan sampai sekarang legenda Calungga dan Calupat bukanlah dongengan namun sebuah kisah yang nyata pada zaman dahulu yang menjadi cerita-cerita masyarakat Kerinci Provinsi Jambi.
Dan Naga Cilupat pernah menampakkan wujudnya pada masa pengerahan delapan manusia yang lenyap dan tewas di Gunung Kerinci.
Dan Calupat sering juga muncul ditengah-tengah Danau Kerinci dan Danau Bento.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...