Kamis, 26 Juli 2018

MADUAMO TARIAN MISTIK KERINCI


Kabupaten Kerinci berada di Provinsi Jambi dengan jarak tempuh dari Jambi ke Kota Sungai Penuh Ibu Kota Kerinci lebih kurang 450 kilometer dengan jarak tempuh  7-8 jam perjalanan sedangkan jarak perjalanannya perjalanan dari padang 250 kilometer 6-7 jam jarak tempuh perjalanan,perjalanan menuju Kekerinci harus melalui jalan berliku dan juga mendaki.Dikawasan selatan Kerinci dengan berhawa panas dan ditanami padi dan kopi dan peladanga masyarakat.
Masyarakat Kerinci yang menghuni Kerinci sekarang adalah keturunan suku bangsa melayu tua yang menatap sejak zaman neolitikum
(8.000-7.000)tahun silam atau mungkin lebih jauh sebelum itu.
Kerinci memiliki kebudayaan,seni yang termasuk aksara dan bahasa Kerinci Ulu Kozok ahli aksara kunci sumatra asal Jerman pernah menemukan naskah melayu tertua abad ke 14 yang berasal dari kerajaan Dharmasraya,zaman aditya warman.
Alam Kerinci penuh dengan hutan dan jauh dari pusat kerajaan yang melindunginya,mungkin bisa menjelaskan mengapa megisme dahulu berkembambang di Kerinci.
Seni dan budaya sebelum masuknyanya islam ke alam Kerinci sangat kental sekali dengan unsur mistiknya yang menggunakan peranan mistik berupa mantra seperti"Tarian Nyahoa".
"Nyahoa merupakan syair mantra yang digunakan masyarakat dalam upacara adat di Kerinci pada masa dulu,yang menganut sistem kepercayaan animisme dan dinamisme." Nyohoa adalah kata seru untuk memanggil arawah roh-roh nenek moyang dan akan memasuki raga atau orang yang meminta pengobatan mekanisme kuno dari alam Kerinci.
Mari kita telusuri dari sebuah"Tarian Manduamo"dari mantra-mantra nyahoa
Tarian Manuamo merupakan salah satu tarian yang dipadukan menjadi satu dari mantra-mantra nyahoa dan sering sekali diperagakan pada acara-acara tertentu misalnya pada acara:
1.FMDK(Fesitifal Masyarakat Danau Kerinci).
Namun Pada minggu-minggu yang  kemaren dalam pergelaran lisan melayu Jambi tari Manduamo ditampilkan kembali dengan membuat para pengunjung terpukau oleh tarian "Maduamo" tersebut.

"Tarian Maduamo" merupakan sebuah tradisi mengalitik yang masih menganut kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang.
Sebelum"Tarian Maduamo"di peragakan pihak penyelenggara,mempersiapkan suatu ritual segala kebutuhan untuk upacara "Tarian Maduamo", terutama wanita mempersiapkan bekal berupa bunga-bunga dari hutan Kerinci seperlunya dalam melakukan" Tarian Maduamo"untuk acara ritualnya tersebut.
Bunga-bunga dari hutan dipersiapkan dan dipersembahkan pada tetua adat atau juru kunci dari"Tarian Maduamo"ini.
Syarat-syarat tarian Maduamo:
1.Harus asli dari suku Kerinci asli,dalam peragaan"Tarian Maduamo".
2.Bunga-Buga yang berwarna-warni dari hutan Kerinci.
3.Dedaunan serta lemang nasi putih.
3.Ulu masakan(Gulai)dan disiapkan untuk menjadi sesajen,dan  kemenyan sebagai alat penyeru.

Kalau kita perhatikan dari segala aspek dari"Tarian Maduamo"merupakan salah satu unsur dinamisme dan animisme,namun kesemuanya itu merupakan peragaan yang langka dari alam sakti Kerinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...