Jumat, 13 Juli 2018

MAKAM SAGIRE SAKTAI DI LIMA DESA TANJUNG PAUH MUDIK YANG TEERLETAK DI PANCURAN TIGA KERINCI

      
     
Sejarah merupakan salah satu struktur yang bernilai dengan upaya menggali dari peradaban masa lampau yang disesuaikan dengan karakteristik penggalian,dimana dari segala aspek literatur sejarah tersebut membutuhkan segala prosedur yang disesuaikan dengan tinjauan sejarah itu sendiri.Ini merupakan salah dari kerjasama yang bisa menggali banyak tentang sejarah dari peradaban masa lampau.
Sejarah adalah suatu cerita atau kisah nyata yang diangkat menjadi budaya yang penulis sesuaikan dengan syariat islam agar tidak menimbulkan kesyirikan dalam memapar sebuah arti dari sejarah itu sendiri.Kabupaten Kerinci,Provinsi Jambi mempunyai sejarah yang tersembunyi yang perlu di gali dan menjadi salah satu sumber sejarah yang sangat bernilai tinggi baik dimata lokal(Indonesia)maupun dimata internasional(Manca Negara)ini merupakan salah satu motivasi yang betul-betul bisa menjadi aset daerah untuk Kabuten Kerinci.
Saya selaku penulis berusaha dengan semaksimal mungkin menggali kembali tentang sejarah disalah satu desa Tanjung Pauh Mudik Pancuran Tiga yang tersembunyi.dimulai dari tempat wisata,tempat angker,dan makam-makam keramat dari masa dulu yang belum banyak digali dikarenakan dalam lima desa Tanjung Pauh Mudik masyarakatnya lebih banyak bersandar pada kajian-kajian agama dal artian agamanya masih sangat kokoh.
Di Tanjung Pauh Mudik lima desa salah satunya di Pancuran Tiga banyak memiliki makam-makam bersejarah yang juga salah satunya makam keramat"Sagire Saktai"yang juga hampir berseblahan dengan makam"Syeik Malikus Shaleh"yang terletak di bagian atas jalan baru yang lokasinya dialiri air dari"Sko Saktai"dari atas bukit untuk pengairan persawahan di pedesaan ini.
Sejarah tentang"Sagire Saktai"memang tidak ada tertulis kapan dan tahun,beserta abad beliau menduduki tanah saktai di alam Kerinci,Provinsi Jambi yang terletak di Pancuran Tiga.Berbagai upaya orientasi terhadap sejarah tentang"Sagire Saktai"penulis kumpulkan hingga terangkum menjadi suatu ospek penting dari suatu sejarah yang bernilai tinggi meskipun sejarah tentang"Sagire Saktai"tidak pernah terniang pada masyarakatvuntuk menjadikan salah satu budaya sejarah daerah dan untuk sejarah Indonesia.
"Sagire Saktai" merupakan salah satu penduduk masa lampau yang berdomisili di lima desa Tanjung Pauh Mudik yang terletak di Pancuran Tiga.
Ini merupakan salah sejarah yang bermutu dengan ada kaitan nama"Sagire Saktai".Tentulah dengan berbagai cara untuk menggali lebih dalam tentang"Sejarah Sagire Saktai"yang konon memilik kedijakyaan yang mempuni pada masanya.
Dan penulis mengngkapakan sebagian dari literatur sejarah yang berada di Tanjung Pauh Mudik lima desa beralokasi di Pancuran Tiga Kerinci.
Lokasi dari makam bersejarah"Sagire Saktai"terletak disebelah barat dari desa Pancuran Tiga dengan keindahan alamnya yang masih alami dan hutan tropis yang sangat begitu alami dengan ini merupakan salah anugerah yang dikelola pada zaman dulu oleh"Sagire Saktai"sebagai contoh bagi anak-anak cucu dan keturunannya sampai pada saat sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...