Selasa, 10 Juli 2018

SEJARAH RINGKAS DEPATI PARBO PAHLAWAN KERINCI


Kabupaten Kerinci pada Tahun 1839 telah lahir seorang bayi,putra sulung dari pasangan muda Bimbe(Ayah)dan Kembang(Ibu)Bayi ini diberi nama Kasib.
Kelak tumbuh dewasa menjadi pria perkasa dan dikenal sebagai musuh bebuyutan Kompeni Belanda,Kasib dilahirkan dari keluarga yang sederhana disegani di masyarakat.
Sejak lahir ia sudah menampakkan tanda-tanda keistimewaan.Kasib memiliki graham besi yang berwarna hitam seperti besi.Melihat bayi mungul tersebut oleh kedua orang tuanya Bimbe dan Kembang beserta keluarga nama Kasib ditambah menjadi"Graham Besi".
Saat memiliki usia remaja Kasib terlihat bertubuh tinggi dan kuat walaupun bertubuh tinggi dan kuat Kasib tidak pernah menyombongkan diri.Sejak menjelang remaja Kasib sangat gemar bermain tombak dan pedang.Dan olah raga yang paling disenanginya berburu dihutan belantara yang tak jauh dari dusun Lolo,hampir setiap berburu Kasib selalu mendapatkan bejana buruan berupa kanci,kijang, nipuh dan ayam hutan.
Dan Kasib juga pernah berguru dan belajar pengetahuan dibidang agama dan kemampuan nya berkembang sangatlah pesat pada akhir abad ke XVII atau pada awal ke XIX.
Kasib dengan gelar"Depati Parbo"saat itu dipercayakan secara adat untuk memimpin negeri wilayah adat dusun Lolo,dengan pemerintahannya kehidupan masyarakat negeri Lolo berkembang dengan teramat pesat.
Kehidupan masyarakat harmonis,pemerintahan adat belangsung tertib dengan kedamaian,dalam melaksanakan pemerintah didalam negeri Lolo,Depati Parbo(Kasib)di bantu oleh:
1.Depati Gento
2.Depati Kerta Tuo
3.Depati Jajo
4.Depati Lolo
5.Depati Lolo dan
6.Depati Judo
Suasana kehidupan alam Kerinci termasuk Lolo yang damai dengan nuansa harmonis mengalami ngangguan,saat tibanya serdadu-serdadu belanda,saat bercokol di daerah(Muko-Muko)dan daerah Indra Pura(Minang Kabau)mulai membuat onar dengan pendudu Kerinci.Imprealis Belanda berniat menduduki Kerinci pada waktu itu yang sangat kaya dengan hasil pertanian dan sawah dan tanaman cihievera,kopi iklimnya sangat cocok untuk perkebunan teh.
Belanda mengatur strategi siasat dengan memata-matai Kerinci,Belanda merasa yakin dapat memasuki Kerinci dengan mudah pemerintah belanda mengirim dua utusanya:
1.Iman Marusa
2.Iman Mahdi
Untuk memujuk para depati agar menerima belanda untuk bercokol di alam Kerinci.Dengan akal kotor bulusnya belanda membangun alam Kerinci.Akal licik belanda telah tercium oleh depati-depati dan para hulu balang negeri seluruh Kerinci,kedatangan belanda ditanggapi ramah oleh para depati enam,dan para depati-depati menolak untuk bekerja sama bahkan salah satu utusan dari belanda di eksekusi hingga tewas didaerah perbatasan Lolo dengan Lempur.Yang di eksekusi oleh Depati Parbo yaitu Iman Marusa.
Bersama para depati lempur dibawah pimpinan depati agung dilaksanakan musyawarah untuk membangun benteng pertahanan guna mengantisipasi ancaman ganguguan dari kompeni belanda,yang akan mencegkramkan kukunya dipersada alam Kerinci nan elok permai.
Para depati dibawah pimpinan Depati Parbo(Kasib)panglima perang Depati Parbo,mengintruksikan setiap laki-laki dan wanita melakukan latihan perang terhadap kompeni belanda.
Khusus wanita mendapat tugas mengawal negeri.
Depati Parbo setelah melakukan eksekusi terhadap utusan belanda yang bernama Iman Marusa,setiap waktu sibuk melakukan koordinasi dan menggalang kekuatan dengan pemangku adat.Hampir disetiap waktu Depati Parbo hilir mudik menemui para depati.
Dalam perjuangan mempertahan alam Kerinci dari cengkraman kompeni belanda,mendapat dukungan penuh dari lapisan pemerintahan adat dan segenapa masyarakat Kerinci.
Bersama-sama rakyat alam Kerinci Depati Parbo melakukan perang Gerilya,perlawanan dari rakyat Kerinci terus digencarkan terhadap kompeni belanda oleh rakyat dan banyak diantara pasukan kompeni belanda tewas di tanah alam Kerinci pada masa itu.
Perlawanan rakyat Kerinci digencarkan
pada Dusun:
1.Pulau Tengah
2.Siulak
3.Pengasi
4.Semurup
5.Hiang
6.Jujun
7.Rawang
8.Pungut
9.Sungai Penuh 
10.Sanggarang Agung
Bahkan Hampir disetiap negeri alam Kerinci dan para pejuang dijiwai semangat juang "Depati Parbo".


Demikianlah kisah ringkas tentang perjuaangan Pahlawan Kerinci" Depati Parbo"si Geraham Besi yang tak tembus badab oleh senjata-senjata dari penjajaha kompeni belanda.
Dan "Depati Parbo(Kisib)" pergi menunaikan ibadah haji kebaithullah(Mekah)bersama keluarganya pada tahun 1927.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...