Rabu, 11 Juli 2018

TAWA PUCO TUWO LAMO KERINCI YANG HAMPIR PUNAH



Puco merupakan ilmu tawa atau penawar obat yang turun-temurun dari zaman nenek moyang dahulu,yang bisa menyembuhkan,menundukkan,kekebalan terhadap senjata tajam dan memberi manfaat pada orang tua-tua terdahulu yang mengamalkan ilmu puco.
Puco atau ilmu tawa di Kabupaten Kerinci,Provinsi Jambi terletak di sebuah desa Punai Merindu Tanjung Pauh Mudik dan masih diamalkan oleh 
tetuo tetdahulu yang masih hidup hingga memberikan paedan atau manfaat bagi yang mengamalkannya,barangkali ruang lingkup ini masih diamalkan oleh setiap dusun-dusun yang ada di Kabupaten Kerinci.
Puco atau tawa tuwo lamo dahulu digunakan biasanya untuk berperang melawan penjajah belanda dan Puco tawa tuo lamo juga turun-temurun ketika anak cucunya merantai ke tempat lain diluar Kerinci.
Ilmu Puco tuwo dahin yang hampir punah ini perlu dilestarikan sebagai budaya dan tradisi masyarakat didesa Punai Merindu Tanjung Pauh Mudik dan tempat-tempat lain di daerah alam Kerinci.
Puco atau Tawa yang sering dibacakan sampai saat sekarang,mungkin persi dan bacaan kalimatnya berbeda-beda namun tujuannya tetap pada tujuan utama dari ilmu puco atau tawa orang tuo terdahulu.
Inilah isi makna dari ilmu puco dan tawanyo:
1.Rang senggirik,batamu sirih.orang dibako batamu ubat,yang manundo tarung de senggirik putuh nyawo putuh rago.siiiit rang senggirik rang sakti hu Alloh-Alloh.
2.Tunam dilayam munjadi besi,besi butembago munjadi lunak,hilang zat pado sifatnyo besi munjadi ai,tibo dibadan munjadi kayu,tibo dikepalo munjadi kapas,tibo di limpo munjadi batu allohu-allohu akbar.
3.Kerih taniang di gunung batuah bangkik parago panglimo gunung,muyarau idak busarak,mungimbau kayo rajo gunung batuah,turun hujie bupindah tempeik,turub berkat kupado tuboeh badan akau,taha segalo-segaloe berkah kalimat lailahaillalallah.
4.Saria sari muhammad aku pupuskan mato hati sianu,jadi kareno aku,aku jadi kareno Alloh hu Alloh.
5.Menyerai panglimo dari gunung rayo,basarai sarak,basarai hatai,angan mangambau tujoe panjuroe,baloek kubadan akau,salah kato gilo,salah niak calako,salah mungarai adat panglimo kincai.
6.Usholli ma'rifathulloh bumi ghairulloh
yang berakar turun kebumoe,ngan bapucok naik kalangat,akau mumakai bajoe besoe tibo diuhang bunaso hu Alloh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...