Minggu, 19 Agustus 2018

HIKAYAT SYEIK ABDUL KADIR JAILANI

Pada tahun 561 H,Syeik Abdul Qadir Jailani,Syeik Abdul Qadir Jailani berasal dari negeri yang bernama Jailan,nama negeri tersebut dinasabkan  menjadi nama beliau"Jailani".
Jailani merupakan nama daerah yang terletak di belakang negeri Thobbaristhan.
Perkampungan yang terletak pada daerah tropis disekitar pegunungan(Mu'jam Al-Buldan) dan syeik Abduk Qodir Jailani termasuk ulama besar dalam peradaban sejarah islam dunia.

Abdul Qodir Jailani berkata :
Dahulu ketika aku masih kecil,bertetapan hari arafah aku keluar mengikuti lembu yang membajak di ladang-ladang tiba-tiba lembu menoleh padaku dan berkata ;
Hai Abdul Qadir engkau tidak dijadikan untuk ini,dan tidak disuruh begini,maka aku merasa ketakutan dan segera kembali kerumah,lalu naik diatas shutut(loteng/tingkat)ruamah,lalu disana aku melihat orang-orang sedang wukuf di arafah,maka aku pergi kepada ibu dan berkata kepadanya:
Ibu serahkan aku kepada Allah,dan izinkan aku akan pergi ke Baghdad untuk belajar,dan ziarah pada orang-orang yang salihin lalu ibu bertanya kepadaku:
Mengapa engkau berkata sedemikian nak?Dan apa sebab musababnya?
Maka saya utarakan semua yang terjadi itu,sehingga menangis pilu terharu dari keteranganku itu,lalu ia menunjukkan padaku harta warisan dari ayah sebanyak delapan puluh keping emas(dinar),empat puluh emas untukku dan empat puluh emas untuk saudaraku,lalu ibu membuat saku dalam bajuku dibawah ketiakku untuk tempat uang empat puluh emas tadih itu buat aku bawa,kemudian ibu mengizinkan aku berangakat,dan berpesan kepadaku supaya aku selalu berkata benar dan berlaku jujur dalam segala sesuatu lalu aku pergi dan mengucapkan salam pada ibu,sedang ibu berkata:
Hai anakku mungkin wajah ini tidak lagi akan aku lihat sampai hari kiamat.Kemudian aku berangkat dengan kafilah-kafilah yang menuju Baghdad,dan ketika barunmeninggalkan hamdan,dan kami dikepung oleh enam puluh orang berkuda,lalu ia merampok semua yang ada pada kafilah kecuali aku yang tidak di ganggu,dan ketika salah seorang dari mereka berlalu di depanku bertanya:


Hai orang fakir engkau mempunyai apa? Jawabku :
empat puluh emas(dinar),lalu dimana disakuku di bawah ketiakku,karena ia mengira aku mengejek maka rombongan perampok itu berlalu pergi dari hadapanku,kemudian yang lain juga bertanya padaku dan aku jawab dengan pertanyaan yang sama dan juga perampok itu berlalu meninggalkanku.Kemudian mereka sampai pada pimpinan mereka diatas bukit,mereka sedang membagi harta rampasan itu,lalu pimpinan itu bertanya padaku:
Apa yang anda bawa?empat puluh emas(dinar)dimanakah itu?
Jawabku dibawah ketiakku lalu diperiksa,dan benar-benar mereka mendapat apa yang saya katakan itu benar,mereka bertanya: anda mengaku sebenarnya?
Jawabku ; Karena ibuku berpesan supaya selalu berkata benar dan jujur dan aku tidak akan menyalahi janjiku pada ibuku.Kemudian peimpinan perampok itu menangis dan berkata:
Anda tidak menghianati janjimu pada ibumu sedangkan kami telah bertahun-tahun melanggar janji Allah,maka sejak hari ini kami bertaubat kepada Allah,lalu semua kawanan perampok itu bertaubat dan berkata :
Engkau pimpinan kami dalam perampokan ,maka kamu juga pimpinan kami dalam bertaubat,kemudian rampasan dari orang-orang kafilah dikembalikan pada orang-orangnya.Maka itulah yang pertama kali terjadi orang-orang bertaubat ditanganku,berkat kebenaran dan jujur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...