Senin, 06 Agustus 2018

KARAKTERISTIK LETUSAN GUNUNG API KERINCI

Karakteristik letusan Gunung Kerinci dicirikan oleh letusan dengan material berupa abu vulkanik yang dapat mencapai lebih kurang 6 kilometer dari puncaknya.Penumpukan material lepas(abu,lapili,vulkanik)hasil letusan Gunung Kerinci disekitar lerengnya dilalui oleh aliran Sungai Banjir Lahar,hal ini dapat berpotensi terhadap ancaman bahaya sekkunder yaitu berupa banjir lahar,hal ini umumnya didaerah Gunung Api yang sangat subur,banyak penduduk yang bermukim didaerah itu.
Namun Gunung Kerinci 3.805 mdpl gunung api yang sangat subur banyak penduduk yang bermukim didaerah itu.Namun Gunung Kerinci yang menjulang tinggi ini sangat luas,mempunyai daerah pemukiman yang berada jauh diluar kawasan rawan bencana,hanya satu desa yang berada pada kawasan bencana itu yaitu Desa Rumpun terletak dipinggir Sungai Kering,dengan jumlah penduduk 6000 jiwa(data 2010).
Sedangkan perkampungan lainnya umumnya terletak didaerah pegunungan yang berjarak lebih dari 6 kilometer dari pusat erupsi dan relatif aman terhadap bahaya aliran hanya terjangkau oleh jatuhan piroklastik yang diperkirakan berjarak 8 kilometer dari pusat erupsi terjadi apabila hujan lebat turun.
Gambar jarak pemukiman dengan Pusat Erupsi
Arah hasil Gunung Kerinci mengarah ketimur dan timur laut Kecamatan Gunung Tujuh,dan dibalik gunung Kabupaten Kerinci yang ada Provinsi Sumatera Barat.Daerah ini bahasa letusan memang di Kecamatan Gunung Tujuh dan dibalik gunung,Namun Kayu Aro bisa terkena dampak sebaran abu karena dipengaruhi angin.
MITIGASI BENCANA GUNUNG API
Setiap gunung mempunyai karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya akan tetapi adalah jenis produk yang dihasilkankannya adapun jenis produk tersebut letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.Bahaya letusan gunung api dibagi menjadi dua berdasarkan waktu kejadiannya yaitu bahaya utama(primer) dan bahaya(Sekunder)
1.Bahaya Utama Primer
Awan panas,merupakan campuran material letusan antara gas dan bebatuan(segala ukuran)terdorong kebawah akibat densitas yang tinggi dan merupakan adonan yang jenuh menggulung secara tirbelensi bagaikan gunung awan yang menyelusuri lereng.
Selain suhunya yang sangat tinggi antara 300- 700 derajat celsius,kecepatan lumpurnya sangat tinggi, 70 kilometer/jam tergantung pada kemiringan lereng.
Lontaran materaial(pijar)terjadi ketika letusan(magmatik) berlangsung.
Beberapa kegiatan gunung api yang memiliki kawah biasanya diawali dengan letusan uap air(freatik)terlebih dahulu sebelum letusan utama.Jauh lontarannya sangat tergantung pada energi letusan bisa mencapai ratusan meter jauhnya.
Selain suhu yang tinggi 200 derajat celilsius ukuran materialnya pun besar dengan diameter 10 cm sehingga mampu membakar sekaligus melukai,bahkan mematikan mahkluk hidup lazim pula disebut dengan nama"BOM VULKANIK".
Hujan abu lebat terjadi ketika letusan gunung api sedang berlangsung material yang berukuran halus(abu dan  pasir halus)yang diterbangkan angin dan jatuh sebagai hujan abu dan arahnya tergantung dari arah angin.
Pernapasan,mata,pencemaran,air tanah,pengrusakan tumbuh-tumbuhan dan mengandung unsur-unsur kimia yang bersifat asam mampu mengakibatkan korosi terhadap seng di mesin pesawat.
Lava merupakan MAGRIA yang mencapai permukaan,sifatnya LIGIUD(cairan kental bersuhu tinggi antara 700-1200 derajat celsius karena air,maka lava umumnya mengalir mengikuti lereng gunung dan membakar apa saja yang dilewatinya.Bila lava sudah dingin,maka wujudnya akan membeku menjadi batuan batu dan daerah yang dilaluinya akan menjadi ladang batu.
Gas Racun akan muncul tidak didahului oleh ratusan gunung api sebab gas ini dapat keluar melalui ronga-rongga ataun pun dekaha-dekaha yang terdapat didekat gunung api,gas utama yang biasa muncul adalah
a.Co2.
b.H2o
c.HcI
d.So2
e.Co
Yang kerap menyebabkan kematian adalah"gas Co2" beberapa gunung yang memiliki karakteristik letusan gas beracun adalah:
1.Gunung Api Tangkuban Perahu

2.Gunung Api Cermai

3.Gunung Api Papandaian

4.Gunung Api Dieng


B.Bahaya Ikutan Sekunder
Bahaya ikutan letusan gunung api adalah bahaya yang terjadi setelah proses letusan berlangsung bila suatu gunung api meletus akan terjadi material dalam berbagai ukuran dipuncak lereng bagian atas.pada saat musim hujan tiba,sebagian material tersebut akan terbawa oleh hujan dan tercipta adonan lumpur turun kelembah sebagai banjir berbuatan ,banjir tersebut disebut lahar dingin.

KESIAPAN DALAM MENGHADAPI GUNUNG API
a.Mempersiapkan keperluan dasar.
b.mengenali daerah setempat dalam menentukan jalur evakuasi sekaligus tempat aman untuk tirik evakuasi pengungsian.
c.Membuat penangganan perencanaan bencana
d.Mempersiapkan pengungsian jika diperlukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...