Kamis, 02 Agustus 2018

KEKERABATAN MASYARAKAT KERINCI

Kelompok masyarakat didalam satu kesatuan di Kabupaten Kerinci dipimpin oleh kepala dusun,berfungsi sebagai kepala adat(tetua adat).Adat istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin jabatan depati dan ninik mamak,merupakan gelar adat dalam segala masalah dalam ruang lingkup kehidupan dalam masyarakat suatu daerah di Kabupaten Kerinci,Jambi,Indonesia.
Masyarakat Kerinci dalam garis keturunan secara matrilinial artinya seorang yang dilahirkan menurut garis ibu,suami harus tunduk dan taat pada tengganai rumah,yaitu saudar laki-laki dari istri,dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran islam.
Hubungan kekerabatan di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam rasa sosial,tolong menolong,kegotong royongan,tetap tertanam dalam masyarakat Kerinci antara satu keluarga lainnya ada rasa kebersamaan dan keakraban ditandai dengan adanya panggilan-panggilan yang khas.Karena antara keluarga dengan keluarga lain sangat dekat dengan terhadap lingkungan atau keluarga lain,antara orang tua dengan anak,saudara perempuan seibu,begitu pun  saudara laki-laki merupakan hubungan yang di pontensialkan dalam menggerak suatu kegiatan tertentu.
HUBUNGAN KEKERABATAN
Struktur kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai kecil,yaitu kemendopoan,dusun, kalbu, pintu, dan sikat.dalam musyawarah adat mempunyai tingkatan, pertimbangan dan hukum adat berjenjang naik,bertangga turun menurut sko nan tigo takah yaitu tangganai, ninek mamak dan sko depati.
Perbedaan status dalam masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau berlaku dalam kesatuan dusun pecahan dengan dusun induk.Kesatuan diwilayah negeri atau dusun disebut parit bersudut empat,segala masalah dan warisan,kriminal,tanah dan sebagainya  selalu disesuaikan menurut adat yang berlaku.
KERINCI DAN DUNIA LUAR
Sejak zaman prasejarah Kerinci terbuka dan mempunyai hubungan terbuka dengan daerah luar dibuktikan beberapa penemuan sepertu periuk,perunggu,yang berbentuk dengan ukuran bejana tersebut sama dengan bejana yang ditemukan di pulau madura.Ukiran-ukiran bejana sangat indah,hiasan dan ukiran berupa gambar-gambar geomatris dengan berpilin mirip huruf"K".
Mayoritas suku asli Kerinci yang beraneka ragam dialek jadi tidak heran jika ada perbedaan antara daerah nya yang berbeda.Namun untuk mereka yang pendatang dan bukan penduduk mayoritas Kerinci biasanya menggunakan bahasa Minang Kabau dan bahasa melayu tua(Bahasa Indonesia).Sistem yang ada didaerah Kerinci sistem demokrasi yang asli adalah sistem otonomi asli.Dan suku Kerinci memang salah satu suku yang menuaikan budaya insonesia yang patut kita jadikan contoh dari mereka yang kebersamaan serta kekeluargaan yang mendalam antara satu sama lainnya.Di alam Kerinci dusun pada hakekatnya telah mencerminkan negeri keseluruhan atau dusun yang merupakan sebutan negeri(Neghoi).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...