Minggu, 05 Agustus 2018

AKSARA LITERASI ALAM

Kala itu gumaman berkumpul asyik dengan keluarga dengan penuh cerita-cerita menarik yang tak pernah lenyap dalam moment-moment terindah,bersanda gurau dengan satu dan yang lainnya penuh gelak dan tawa.Dengan obrolan yang lucu yang mempunyai nilai inspirasi tersendiri bagi sebuah jiwa yang merasa,menceritakan rasa dan karsa perjuangan hidup yang tak mudah yang diambil dari sebuah lintasan alam raya yang mempunyai nilai harga tertinggi dari dari sebuah arahan kehidupan,dengan didasari satu literatur kebersamaan dalam lekat erat pada arah dan tujuan yang benar.
Pagi itu sekitar 09.30 pada tanggal 27 april 2017 ketika kaki mulai menapak disebuah alam yang memiliki makna yang begitu dalam,disana lah mulai terlintas dalam benak,apa tujuan yang sebenarnya mengkaji dan diuji,mencoba dan dinikmati,menanti dan dinanti,sungguh mempunyai makna yang sangat begitu mendalam belajar dari sebuah pengalaman dari seorang paman yang lama mengecap dari sebuah pengetahuan"Salut"memang kata patut didengar memang ia tenaga pengajar dari beberapa universitas,belajar dengan pola pikir akademis yang bisa leluasa mengerti dan diartikan.
Sungguh sudut pandang ginetika pemikiran yang mempunyai norma-norma dalam sebuah pengajaran"Edukasi dan Dedukasi"membimbing jiwa pada sebuah makna untuk lebih banyak mengenal alam.
Alam merupakan salah satu anugrah terbaik dari sang penguasa langit yang dititipkan pada mahkluk yang berakal yang mempunyai nilai klaborasi tersendiri,begitu dalam yang ia ajarkan,walaupun ucapan yang ia lontarkan sepatah dua kata,namun memiliki intuisi yang mempunyai nilai yang tertinggi dari sebuah pengetahuan.walaupun demikan akan menjadi moment terbaik dan menarik,mulailah diri bergegas mencari data dan informasi mengenai metafisis alam berbicara pada jiwa dan naluriah pada penciptaan yang mungkin akan punah.Kapan lagi engkau,mereka akan mengerti kalau tak kau gali,dan kapan lagi engkau bisa,bukan dari kasta yang terukir,dari sebuah selogram-selogram tabu pada zaman batu.Kajilah dan fahamilah untuk yang hari ini besok akan menjadi bermilyaran inspirasi dari segenap manusia dari permukaan bumi.Yakinlah engkau pasti bisa tak mungkin manusia melangkah dengan mulus tanpa ada perjuangan yang keras lewati makian,cacian dan komentar anggap lah sebuah narasi yang menganggu sebuah penulisan dan karya tulis yang engaku rangkap bab demi bab dengan latar penulisan ini bukan hoax,kalau hoax buat apa engakau tulis itu sebuah kalimat yang salah.Mulailah memperhatikan detak-detak nadi gunung dipedasaanmu yang kian hari detaknya makin berkurang perhatikanlah detaknya padahal sebentar lagi dia akan?Sesaknya bumi menguak saat engkau tidak buta akan aksara alam dan agama biarlah mereka yang tak punya tata krama yang tak meyakini tiap saat tiap detik perbuatan mereka ditulis oleh dua mahkluk halus yang suci.Mereka tidak mengenal tuhan apatah lagi alam.Saat terlintas dalam sebuah nota kehidupan ada kalanya aku melihat ada iblis yang berwujud manusia selama hidupnya tak pernah mau sujud pada penciptaan alam semesta berapa hitungan apa yang engkau pikirkan,apa yang  perhatikan tentang alam ini,alam milik siapa?
Bergumam ini alam milik sang raja di raja dialah Sang Maha Pencipta Alam merupakan anugrah terindah yang dimiliki berupa gumpalan-gumpalan makna pengetahuan yang luas untuk engkau jadikan soko guru pengetahuan dari kedalaman pesona alam tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...