Kamis, 23 Agustus 2018

MANUSIA DAN FILSAFAT


Karena manusia itu mempunyai akal dan pikiran yang senantiasa bergolak dan berpikir,dan karena setuasi dan kondisi alam dimana dia hidup selalu berubah-ubah dan penuh dengan peristiwa-peristiwa penting bahkan dahsyat,yang terkadang-kadang dia tidak kuasa untuk menentang dan menolaknya,menyebabkan manusia itu tertegun,termenung,memikirkan segala hal yang terjadi disekitar dirinya.Dipandangnya tanah tempat berpijak,dilihatnya segala sesuatu tumbuh atasnya,berkembang,berbuah dan melimpah ruah.Segala peristiwa belaku di atas permukaaannya.Dan didalam siang dan malamnya dia menyaksikan kebaikan dan keburukan,kebaktian dan kejahatan,sehat dan sakit,suka dan duka,malang dan senang,hidup dan mati dan sebagainya,yang meliputi dan melingkupi kehidupan manusia.
Diarahnya pandangannya kelangit biru,maka nampak olehnya benda-benda angkasa,mengambang dan bersemayam dilangit tinggi.Matahari memberikan sinar dan cahaya,terang benderang meliputi segenap sudut penjuru dunia ini.
Menaburkan panas dan kehangatan yang nyaman dan menyegarkan dan kadang-kadang membara membakar,meresahkan seluruh mahkluk di atas permukaan bumi.Dengan sinarnya yang gemilang itu,dia membersitkan kehidupan dan menyalurkan ruh dan jiwa kepada benda-benda mati,mencairkan benda-benda yang beku,menimbulkan topan dan gelombang ,menggerakkan angin,air bah dan banjir.Dinyalakan api ditengah padang,dihiasi dengan keindahan alam dan warna,disemermakkannya bunga dan keharuman dan wewangian surgawi.Hal-hal itulah yang menakjubkan manusia,menyebabkan dia termenung,merenungkan segala sesuatu dan dia berpikir dan berpikir sepanjang masa dan sepanjang zaman.Dia memikirkan dirinya sebagai mikro-kosmos dan memikirkan jagad raya sebagai makro kosmos.Dia juga memikirkan alam ghaib,alam dibalik dunia yang nyata ini,alam metafisika dan diapun mulai membangun pemikiran filsafat.Didalam sejarah umat manusia,setelah kemampuan intelektual dan kemakmuran manusia meningkat tinggi,maka tampilan manusia-manusia unggul merenung da n memikir,menganalisa,membahas dan mengupas segala problema dan permasalahan hidup dan kehidupan,sosial kemasyarakatan,alam semesta dan jagad raya.Maka lahirlah untuk pertama kalinya filsafat periode pertama,selanjutnya filsafat alam periode kedua,lalu shopisme,kemudian filsafat klasik,yang bermula kurang lebih 6 abad SM(sebelum masehi).Memang flsafat alam,baik periode pertama maupun peruode kedua,begitu pula pemikiran shopisme,belum mempunyai pengaruh yang mendalam,dalam bidang pendidikan.Barulah setelah lahir filsafat klasik yang dipelopori oleh Socrates(470 SM-399 SM,murid-muridnya plato dan Aristoteles,filsafat mulai berpengaruh positif dalam bidang pendidikan.Plato telah melahirkan filsafat yang bertolak pangkal kepada idea,dan filsafatnya disebut idealisme,seharusnya nama filsafat plato ini ialah idea-isme,tetapi untuk menuduhkan ucapan maka ditambah l ditengah-tengah,antara huruf a dan i,ialah bahwa apa saja yang ada didalam ini bukanlah benda yang sebenarnya.Dia hanya merupakan bayang-bayang yang sebenarnya yang berada dibalik benda itu,yang disebut idea jadi benda yang dibalik benda itu disitulah terletak hakikat benda yang sebenarnya.Sebaliknya Aristoteles berlawanan dengan gurunya plato,mengatakan benda-benda yang betul-betul ada dan nyata,dan bukan khayalan belaka.
Lalu Aristoteles membagi adannya benda-benda itu kepada bermacam-macam lingkungan, seperti fisika, biologi, politik, psikologi dan sebagainya.Oleh karena paham Aristoteles ini berpijak kepada kenyataan yang berada didunia nyata,maka dia disebut aliran filsafat relisme.
Kedua aliran filsafat ini dikembangkan oleh ahli-ahli filsafat yang datang kemudian,terutama di Jerman, Inggris, dan Amerika. Umpanya filsafat idealisme plato diterima dan dikembangkan oleh para ahli pikir di Eropa dan Amerika. Pengikut-pengikut aliran Idealisme yang terkenal adalah antara lain: St.Agustinus,Thomas Aquainus,Berkley,Lebniis,Fichte,Schelling, Scopehauer, Hegel, Lotze, Carlyle, Emerson,T.H Green,Borden P.Bowhe, Edward Caird, Wiliam Walace, D.G Ritche, John Watson F.H Bradley,Herbart dan Kant.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...