Kamis, 23 Agustus 2018

RAHASIA YANG TERKANDUNG DALAM IBADAH SHALAT

Pada kesempatan ini saya ingin meninjaunya dari sudut lain tentang ibadah shalat dengan pengaruhnya terhadap pembinaan umat.


a.Rahasia ucapan-ucapan dalam shalat
Apabila kita amati dan cermati ucapan-ucapan dalam shalat,mulai dari do'a iftitah,bacaan Alfafihah sampai pada ucapan-ucapan ketika rukuk dan i'tidal(bangkit dari rukuk)sujud,duduk diantara dua sujud dan lain-lain,ternyata semuanya mengandung filosofi yang penting yang dapat dijadikan pegangan dan acuan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam do'a iftitah umpanya,kita berikrar status kita sebagai mahkluk ketika berhadapan dengan Allah sebagai Al-Khalik dan kita berjanji setia kepadanya,dengan mengucapkan
"Inna Sholatii wanusukii wamaaya wamaatii lillaah hirobbil 'aalaamiin"
yang artinya: Sesungguhnya shalatku,ibadahku,hidup dan matiku adalah untuk mengabdi secara totalitas kepada Allah Tuhan semesta alam.
Lebih jauh ucapan-ucapan yang terkandung dalam ibadah shalat itu dapat disimpulkan menjadi tiga yaitu.
1.Pengharapan dan kepercayaan menghadapi kehidupan duniawi dan ukhrawi.
2.Pengakuan terhadap kelemahan dan kekurangan insani(manusia)dan
3.Pengakuan terhadap kebesaran,kekuasaan,kekayaan,kerahmanaan dan kerahiman ilahi serta kesaksian(pengakuan)terhadap kerasulan Rasulallah Muhammad s.a.w.

Ibadah shalat itu menumbuhka. kesadaran manusia terhadap kesempurnaan dan kelebihan Allah Azza Wa Jalla,menambah keinsafannya bahwa kekuasaan dan kekayaan yang ada pada manusia hanyalah laksana sebutir pasir yang amat kecil dipadang sahara yang terbentang amat luas.
Adapun keyakinan berkenaan dengan pengakuan manusia terhadap kelemahan dan kekurangan insani,mendorong manusia untuk melengkapi kekurangan-kekurangan yang bersifat material maupun kekurangan-kekurangan yang bersifat spritual.
Salah satu penyakit jiwa manusia yang berbahaya ialah menganggap dirinya sendiri serba cukup,tidak merasa perlu menyempurnakan penyakit membuat manusia menjadi pasif,statis(tidak dinamis)dan progresif.
Adapun intisari dari nilai-nilai yang ketiga yaitu menambah pengharapan dan kepercayaan manusia untuk menghadapi kehidupan yang akan datang(ukhrawi)adalah merupakan satu stimulan(dorongan)untuk mencapai sukses pada kehiduoan ini.
Sebagian besar ucapan-ucapan dalam shalat itu merupakam do'a pemohon dan pengharapan.Permohonan dan pengharapan itu dibalut dengan kepercayaan yang penuh opgimis akan diperkenankan oleh yang Maha Mendengar(As-Sami'),Maha Pemurah(Ar-Rahman),dan Maha Pemberi(Al-Wahab)ketika membaca surat Al-Fatihah,manusia memohon supaya diberi petunjuk oleh Allah jalan yang lurus dan dihindarkan dari jalan yang sesat.Ketika duduk diantara dua sujud manusia munajat supaya diampuni,disayangi,dimaafkan,dinaikkan,derajatnya dan sebagainya.Semua do'a yang diucapkan dengan keyakinan yang bulat bahwa Allah akan mengabulkannya.Kepercayaan itu tidaklah seperti bertepuk sebelah tangan tetapi berlandaskan kepada janji ilahi,sebagaimana tertera dalam kitab suci Al-Qur'an.
"Ud'uunii Astajib Laakum"
Artinya:"Berdo'alah kepadaku niscya aku perkenankan do'a itu.(QS.Al-Mukmin:60).
Bacaan-bacaan yang diucapkan dalam shalat adalah berbahasa arab,mungkin timbul pertanyaan jika hakikat shalat itu merupakan do'a(permohonan),mengapa bacaan-bacaan shalat tidak menggunkan bahasa sendiri-sendiri?Bukankah yang demikian lebih dapat dipahami sehingga lebih mantap dan meresap?

Disini perlu saya kemukakan pada kesempatan yang baik ini bahwa setiap do'a yang diucapkan kepada Allah pada dasarnya boleh saja diucapkan kepada Allah pada dasarnya boleh saja diucapkan bahasa kita sendiri,bahasa Indonesia.Tetapi mengenai ucapan-ucapan shalat,sama sekali menggunakan bahasa Al-Qur'an(bahasa Arab),sebab ia mempunyai fungsi dan sifat khusus lagi mengandung hikmah yang dapat dijangkau oleh akal dan pikiran(logika)kita.

Seperti diketahui bahwa shalat adalah ibadah yang diwajibkan setiap pemeluk agama islam tanpa memandang kebangsaan,bahasa dan status sosialnya.
Kemudian beliau menjelaskan bahwa memang ada sebuah riwayat yang menerangkan bahwa seorang ulama fiqih yang bernama Imam Abu Hanifah(Wafat,150 H/767M)pernah mefatwakan bahwa bacaan dalam shalat boleh dengan mengggunakan bahasa Al-Qur'an(bahasa Arab).

PENGARUH SHALAT DALAM PEMBINAAN
Walaupun shalat dilakukan secara sendiri-sendiri(furada) tetapi diutamakan dilakukan berja'maah di Masjid atau Mushalla.Dilihat dari sudut ini shalat berjamaah,memiliki nilai pahala berjama'ah dua puluh tujuh kali lipat dari pada shalat sendiri-sendiri.
Dalam sebuah hadist Rasulallah s.a.w:
"Sholatul Jamaa'ati tupdhulu sholatul fassi bisam'in wasiriina darajatan."(HR.Imam Bukhari)dari Abdullah bin Umar r.a.

Beberapa orang yang tinggal dalam suatu lingkungan mengadakan shalat berjama'ah lima kali dalam sehari semalam,setiap hari jum'at beberapa orang yang berasal dari beberapa lingkungan sosial mengadakan shalat berjama'ah.
Persamaan dan persaudaraan yang tumbuh dalam shalat secara tioritis,tetapi diusahakan agar shalat hendaknya tidak hanya bersifat teoritis,tetapi diusahakan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...