Sabtu, 04 Agustus 2018

SUKU WOK KECIK WOK GEDANG SUKU KERINCI TERTUA DI DIDUNIA


Oleh: Agus Diar,

Ahli antropologi dari hawaii university Amerika Serikat Dr.Ulu Kozok mengungkapkan bahwa naskah melayu tertua di dunia ada di Kerinci dalam kesimpulan riset yang dilakukan oleh tiga negara:Belanda,Indonesia dan Malasyia,peneliti berkebangsaan Jerman ini menyimpulkan bahwa naskah melayu tertua ada di Tanjung Tanahah Kabupaten Kerinci.
Menurut riset Ulu Kozok,naskah tersebut ternyata jauh lebih tua 200 tahun dibandingkan dengan naskah surat Raja Ternate yang sebelumnya dinyatakan sebagai naskah melayu tertua di dunia.Naskah kitab undang-undang Tanjung Tanah diperkirakan dikeluarkan pada abad 14.
Kesimpulan Ulu Kozok tersebut juga didasari atas uji radio karbon yang dilakukan di Welington(Salandia Baru) atas sampel bahan kertas daluang(samakan kulit kayu)yang digunakan penulisan naskah itu.Dari hasil uji karbon yang akurat prediksinya itu menegaskan,dipastikan antara abad 12 hingga 13 dari usia dapat dipredeksikan bahwa penulisan naskah itu,maksimal pada abad ke 14 naskah itu telah dibuat.
Sampai sekarang penelitian masih dilakukan terhadap"Kecik Wok Gedang Wok"dalam kaintannya dengan sejarah dunia.
Masyarakat Kerinci dari segi antropologi Kerinci masih menyajikan suatu misteri"Kecik Wok Gedang Wok"asal muasal orang Kerinci yang belum jelas dari mana asal usulnya.Dengan bahasa yang beragam,sekitar 35 dialek,yang dipakai hanya sepanjang lembah memperumit penelitian etnografi.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa orang Kerinci termasuk kelompok suku asli yang mula-mula datang ke Sumatera.Kelompok suku bangsa ini kemudian dikenal dengan "Kecik Wok Gedang Wok" yang diduga telah berada diwiliyah dalam alam Kerinci semenjak 10.000 tahun silam(Whitten 1987).
Para ahli belum bisa memastikan termasuk kedalam kelompok ras mana yang sebenarnya"Kecik Wok Gedang Wok",karena mereka telah lebur dalam percampuran darah dengan penduduk yang datang kemudian.Sehingga sisa kelompok manusia"Kecik Wok Gedang Wok"masih diteliti tentang keberadaannya.
Menurut Kern(1889) dan Sarasin(1982) pada tahun 4.000 SM terjadi perpindahan rumpun polonisia dan alam melayu kepulau-pulau dilautan Hindia Barat,maka terjadi pula perpindahan dilautan Hindia Barat disebelah barat,maka terjadi perpindahan etnis ini dari satu tempat ketempat yang lain pada alam melayu tua ke alam proto malaeirs.
Alam Kerinci saat itu telah didiami oleh manusia"Kecik Wok Gedang Wok".Jumlah proto melayu yang lebih dominan dari"Kecik Wok Gedang Wok"menyebabkan"Kecik Wok Gedang Wok"perlahan menjadi lenyap dalam percampuran darah.
Kelompok ini terus berkembang menjadi nenek moyang orang Kerinci.Dr.Bennet Bronson peneliti dari Amerika Serikat bersama tim lembaga purbakala dan peninggalan nasional(1973)berpendapat bahwa suku bangas Kerinci lebih tua dari bangsa Inka(Indian)Amerika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...