Sabtu, 18 Agustus 2018

TAYAMUM DALAM ISLAM

Oleh: Agus diar,


Pendahuluan 
1. Defenisi Tayamum
Menurut bahasa,Tayamum berarti menuju debu.Sedangkan menurut pengertian syaria'at Tayamum adalah:Mengusapkan debu kewajah dan kedua tangan dengan niat untuk mendirikan shalat atau lainnya.Tayamum ini telah ditetapkan melalui A-qur'an,Alhadits dan ijma' para ulama.Dalam Alqur-an Allah Subhanahu wata'alala berfirman:
"Kemudian kalian tidak mendapatkan air,maka bertayamumlah dengan tanah yang(suci).Usaplah wajah dan tangan kalian(An-nisa:43).
Dalam hadist diriwayatkan dari Abu Umamah disebutkan,bahwa Rasulallah saw pernah bersabda :
" Telah dijadikan seluruh tanah di bumi untukku,sebagai tempat sujud dan bersuci.Karenanya,dimana saja waktu shlalat itu tiba menghampiri uamtku,maka tanah dapat mensucikannya".(HR.Ahmad).
Adapum ijma' para ulama membolehkan tayamum sebagai penggganti wudhu' atau mandi pada waktu dan kondisi tertentu.

2.Sebab syaria'atkan Tayamum
Mengenai disyari'atkannya tayamum ini terdapat sebuah riwayat dari aisyah Radhiyallahu Anha,dimana ia menceritakan:"Kami bepergian dengan nabi dalam suatu perjalanan.Ketika kami sampai Baida' kalungku hilang.Karena itu nabi berhenti untuk mencarinya.Begitu pula seluruh rombongan turut berhenti bersama dengan beliau.Sedangkan ditempat itu tidak ada air dan mereka tidak membawa air.Karena itu mereka mendatangi Abu Bakar,lalu berkata mereka,"Tidaklah ada perhiasan Aisyah?Karena ulahnya nabi dan seluruh rombongan terpaksa berhenti.Padahal disini tidak ada air dan rombongan tidak membawa air pula."Maka Abu Bakar memdatangiku,dan saat itulah nabi masih tidur,dengan kepalanya diatas pahaku,dan beliau tertidur sampai saat shubuh tanpa air.Maka Allah menurunkan ayat tanyamum,"Maka hendaklah mereka bertayamum,"Lalu Usaid bin Hudair berkata:ini bukanlah berkah yang pertama darimu,hai keluarga Abu Bakar!
Selanjutnya Aisyah berkata."Berkata unta kami suruh berdiri,kami dapati kalungku berada dibawah unta itu(HR.Jama'ah kecuali Tirmidzi).

3.Sebab-sebab diperbolehkan Tayamum
a.Diperbolehkan tayamum adalah ganti wudhu',apabila tidak ditemukan air atau karena sakit atau karena tidak ada kemampuan bergerak serta tidak ada orang yang membawakan air untuknya.Hal ini didasarkan pada riwayat dar Imran bin Hashin,ia menceritakan:
"Kami pernah bersama Rasulallah dalam perjalanan.Lalu beliau mengerjakan shalat bersama para sahabat.Kemudian beliau mendatangi seorang sahabat yang menyendiri seraya bertanya:Apanyang menyebabkan kamu tidak mengerjakan shalat?Sahabat tersebut menjawab: Aku sedang dalam keadaan junub dan tidak mendapatkan air untuk mandi.Lalu beliau bersabda: Pergunakanlah debu,karena itu sudah cukup bagimu(HR.Bukhari dan Muslim).
Tayamum juga diperbolehkan apabila wanita muslimah terserang penyakit yang melarang dirinnya untuk menggunakan air atau karena ada luka yang dikwatirkan penggunaan air akan menambah rasa sakit atau menghambat kesembuhannya.Hal ini didasarkan pada sebuah hadist yang diriwayatkan dari Jabir ra,dimana beliau bercerita:
" Kami pernah keluar dari dalam suatu perjalanan,lalu salah seirang diantara kami tertimpa batu pada bagian kepalanya hingga terluka.Kemudian orang ini bermimpi dan junub.Maka ia bertanya kepada sahabtnya:Apakah kalian melihat ada keringanan bagiku untuk bertayamum?
Sahabat menjawab tidak,karena kami masih memakai air.Kemudian ia mandi dan ternyata setelah itu meninggal dunia.Ketika kami menghadap Rasulallah dan menceritakan peristiwa itu,maka beliau berkata : Sahabat itu telah membunuhnya dan Allah akan membunuh mereka.Mengapa mereka tidak bertanya bila tidak dimengerti?Sesungguhnya obat kebodohan itu ialah bertanya.Sebenarnya ia cukup bertayamum saja dan membalutkan kain perban pada lukanya,lalu mengusap bagian diatas kain perban itu,Kemudian membasuh seluruh anggota tubuhnya(HR.Abu Dawud,Ibnu Majah,Daruqhutni, dan disaihkan oleh Ibnu Sakan).
4.Cara Bertayamum
Tayamum dilakukan dengan cara menepukkan kedua tangan ke tanah yang suci dengan satu kali tepukan,kemudian mengusapkan kewajah dan kedua tangan,sebagaimana sabda Rasulallah saw dalam sebuah hadist:
"Sebenarnya cukup bagimu begini,seraya menepukkan kedua telapak tanggannya ketanah dan mengusapkan wajah serta kedua tangannya(HR.Mutafaqum 'Alaih).
Apabila seseorang dari kita bertayamum dikarenakan sesuatu hal tepukkan dan usapan,maka insyaAllah itu diperbolehkan.Sedangkan bagi wanita muslimah mengusap tangan lebih dari batas pergelangan,maka tayamumnya benar.
5. Debu yang dupergunakan bertayamum
Dalam bertayamum diperbolehkan memakai debu yang suci dan segala sesuatu yang sejenis dengan tanah seperti kerikil,batu atau kapur,sebagaimana difirmankan oleh Allah Azzawajalla:
" Maka bertayamumlah kalian dengan tanah yang suci"(Qs.An-nisa 43).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social and cultural geographic background of socially

SOCIAL AND CULTURAL GEOGRAPHIC BACKGROUND OF SOCIALLY    Kerinci Regency which is also called Sakti Alam Kerinci is a plateau ...