Langsung ke konten utama

WUDHU' DALAM ISLAM

Oleh : Agus Diar,

Wudhu' adalah membasuh bagian tertentu yang ditetapkan dari anggota badan dengan air sebagai persiapan bagi seorang muslim untuk menghadap Allah Swt dalam mendirikan shalat.Dalam hal ini Allah swt sendiri yang memerintahkannya dan dia telah menetapkan bagian-bagian anggota badan yang harus dibasuh pada waktu berwudhu'.
1.Kewajiban Berwudhu'
Wudhu' merupakan kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah.Kewaniban tersebut telah ditetapkan melalui tiga dalil,yaitu:
Dalil pertama kewajiban bagi setiap muslim muslimah.Kewajiban tersebut telah ditetapkan melalui tiga dalil,yaitu:
Dalil pertama adalah ayat alqur'an,dimana Allah Tabaraka wa ta'ala telah berfirman dengan artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman,apabila kalian hendak mengerjakan shalat maka basuhlah muka dan tangan kalian sampai siku.Kemudian sapulah kepala kalian dan basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki" (Qs.Al-Maidah :6).
Dalil yang kedua adalah hadist Rasulallah yang diriwayatkan dari abu hurairah,dimana Rasulallah saw pernah bersabda dengan artinya:
"Allah tidak akan menerima shalat seseorang diantara kalian apabila berhadast,sehingga ia berwudhu'(HR.Bukahri,Muslim,Abu Dawud dan At-tirmidzi).
Dalil yang ketiga dalam ijma' ulama.Ijma'ulama menetapkan kewajiban berwhudu' dari sejak masa Rasulallah saw sampai sekarang ini hingga hari akhir nanti.

2.Keutamaan Wudhu'
Wudhu'memiliki beberapa keutamaan,sebagamana yang disabdakan oleh Rasulallah saw dengan artinya:
" Maukah kamu aku beritahukan tentang sesuatu yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa kalian dan meninggikan derajat kalian?
Para sahabat menjawab:Mau,Ya Rasulallah,kemudian beliau pun bersifat makruh,banyak melangkahkan menuju masjid dan menunggu waktu shalat,setelah shalat(tahyatul masjid).yang demikian itu adalah ikatan(perjanjian) ikatan(perjanjian)."(HR.Muslim).
Selain itu diwajibkan wudhu'sebelum menunaikan shalat merupakan sugesti bagi wanita muslimah untuk senantiasa berada dalam kondisi suci dari kotoran dan perbuatan maksiat kepada Allah Tabaraka Wata'ala.
3.Fardhu Wudhu'
Wudhu' memiliki beberapa fardhu dan rukun yang diterbitkan secara berurutan.Jika ada salah satu di antara fardhu tersebut yang tertinggal maka whudu'nya tidak syah menurut syariat. berikut inj penjelasan-penjelasan fardhu-fardhu whudu' tersebut:
a.Niat
Wudhu' akan tidak syah kecuali sertai dengan adanya niat.Niat adalah kemauan dan keinginan hati untuk berwhudu',sebagai wujud mentaati perintah Allah Swt.Sebagaimana yang disabbdakan oleh Rasulallah saw dengan artinya:
"Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya,dan masing-masing orang bergantung pada niatnya,barang siapa yang hijrah dan niatnya karena Allah dan Rasulnya.Maka hijrahnya itu bernilai karena Allah dan Rasulnya.Barang siapa yang hijrahnya itu karena dunia atau karena seorang wanita yang akan dinikahinya,maka hijrahnya itu bernilai karena apa yang ditujunya." (HR.Jama'ah).
Juga pada apa yang disebutkan di dalam hadist,bahwa niat itu bermuara hati,sedangkan melafazkannya bukanlah merupakan sesuatu yang di syari'atkan.
b.Membasuh wajah
Kewajiban membasuh wajah didalam berwudhu' itu hanya sekali.Yaitu,dari bagian atas dahi sampai bagian dagu yang bawah dan dari bagian bawah satu telinga kebagian atas dahi sampai bagian dagu yang bawah yang difirmankan oleh Allah Azza wa Jalla:
"Wahai orang-orang yang beriman,apabila kalian hendak mengerjakan shalat,maka basuhlah muka." (Qs.Al-Maidah: 6).
c.Membasuh kedua tangan
hendaknya sampai ke siku hanya dilakukan satu kali saja.Sebagaimana firmannya
"Kemudian tangan kalian sampainkesiku(Qs.Al-Maidah:  6).
d.Mengusap kepala
Pengertian mengusap disini adalah membasahi kepala dengan air.Hal ini seperti di firmankan oleh Allah Tabaraka wata'ala" Dan Usapkanlah kepala kalian"(QS-Al-Maidah:6).
Dari bin Abi Thalib ra diriwayatkan mengenai sifat wudhu' Rasulallah saw,dimana ia mengatakan"Beliau mengusap kepalanya satu kali"(HR.Abu Dawud,At-Tirmidzi dan Annas'i dengan Isnad shahih).
Bahwa Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa hal itu(mengusap kepala satu kali)adalah yang lebih rajih(benar).Mengenai masalah usapan kepala ini ada tiga cara yang di peroleh dari Rasulallah saw yaitu:
1.Mengusap seluruh kepala.
Hal ini didasarkan pada hadits  Rasulallah saw sebagai berikut dengan artinya:
"Bahwa nabi saw mengusap kepala dengan kedua tangannya dan memulainya dari bagian muka kepalannya sampai pada tengkuknya.Kemudian membalikkan kedua tangannya ketempat dimana beliau memulainya(HR.Jama'ah).
2.Membasuh bagian surban
Hal ini diriwayatkan amr bin umayyah ra dimana ia menceritakan
" Aku pernah melihat Rasulallah saw mengusap atas surban dan kedua kakinnya"(HR.Imam Bukhari,Ibnu Majah,dan Imam Ahmad).berdasarkan pada hadist ini,maka wanita muslimah diperbolehkan membasuh muka dan mengusap atas kerudungnya dengan air.
3.Mengusap bagian depan kepala dan surban.Hal ini didasarkan pada hadist dari Mughirah bin Syu'bah dimana ia menceritakan:
"Bahwa Nabi saw berwudhu',lalu  mengusap bagian depan kepala dan bagian atas surbannya serta kedua kaki". (HR.Muslim).
Hendaklah wanita muslimah mengetahui,bahwa mengusap kepala dengan air arah depan kebelakang,yaitu dari bagian depan kepala sampai tengkuk.
Jika keadaan rambut wanita muslimah sedang dikepang lalu ia hanya mengusap kepangan rambutnya saja,maka hal itu mencukupi.Karena yang  menjadi hukum pokok dalam hal ini adalah mengusap kepala,sesuai dengan hadist dari Anas bin Malik ra dimana ia menceritakan:
'Aku pernah melihat Rasulallah saw berwudhu' sedang ia memakai surban dan qatar.Maka beliau menyelipkan tangannya dari bawah surban,untuk menyapu kepala bagian depan tanpa melepas surban itu.(HR.Abu Dawud).
Telah ditetapkan dalam banyak hadist shahih,seperti yang kami sebutkan yaiti Rasulallah saw mengusap kepalanya dari bagian depan kearah belakang,itulah cara yang selalu diterapkan oleh Rasulallah saw,namun pada saat yang lain juga diperoleh mempergunakan cara selain  daripada itu.Wanita muslimah harus mengetahui,bahwa firman Allah Azza Wa Jalla"Kemudian sapulah kepala kalian"pada ayat yang keenam dari Qs.Al-Maidah,tidak berarti mengusap seluruh bagian depan kepala saja,akan tetapi mungkin berarti mngusap seluruh depan bagian kepala saja,senbagaimana yang terkandung dalam pengertian etimologis(bahasa)nya.Pendapat ulama mengenai hal tersebut:
a.Imam Syafii mengatakan yang diwajibkan adalah lebih ringan dari kata mengusap.
Menurut Imam Ahmad: Kewajiaban mengusap kepala adalah secara keaeluruhan,akan tetapi usaplah pada bagian dari kepala sudah mencukupi.
b Imam Abu Hanifah menyatakan Cukup mengusap bagian seperampat bagian kepala.
c.Sementara menurut Imam Malik adalah mengusap seluruh bagian kepala,akan tetapi,didalam berwudhu' terkadang Imam Malik mengusap seluruh kepalanya terkadang juga mengusap bagian depan dari kepala dan bagian atas dari surbannya.Namun,beliau tidak pernah hanya mengusap sebagian dari kepala saja.Mengenai hal ini,penulis berpendapat bahwa wanita muslimah boleh memilih dua kemungkinan dari hal tersebut diatas yaitu:
1.Dimungkinkan baginya mengusap seluruh kepala,kedua,dimungkinkan baginya mengusap seperempat bagian dari kepala.
e.Membasuh kedua kaki
Yaitu membasuh kaki hingga mencapai kedua mata kaki.Hal ini didasarkan pada firman Allah swt Basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki(Qs.Al-Maidah:6)
Demikian itulah yang senantiasa dilakukan oleh Rasulallah saw telah diriwayatkan dai Ibnu Umar ra,dimana ia menceritakan dengan artinya:
"Rasulallah pernah tinggal di belakang kami dalam suatu perjalanan.Pada saat kami telah mengetahui datangnya waktu shalat asyar.Kemudian kami berwudhu' dan membasuh kedua kaki kami.Sembari melihat ke arah kami beliau berseru dengan suara keras mengatakan,dua atau tiga kali,!celaka bagi tumit-tumit(yang tidak kena  air)dari siksaan api neraka(HR.Mutthafaqun Alaih).
Para sahabat Rasulallah saw telah bersepakat untuk membasuh kedua mata kaki.
f.Tertib dalam membasuh anggota-anggota tubuh di atas yaitu:
Membasuh muka lebih dahulu,lalu kedua tangan,kemudian mengusap kepala,dan selanjutnya membasuh kedua kaki.Demikianlah itulah tertib yang disebutkan dalam firman Allah Azza Wa Jalla berikut ini:
" Wahai orang-orang yang beriman,apabila kalian hendak mengerjakan shalat,maka basuhlah muka kalian dan tangan kalian sampai kesiku.Kemudian sapulah kepala kalian serta basuhlah kaki kalian sampai kedua mata kaki(Qs.Al-Maidah :6).
Sesangkan dalam salah satu hadits disebutkan 
"Mulailah seperti apa yang telah aku mulai(berurutan)."
Disebutkan dari Rasulallah saw beliau selalu berwudhu' secara berurutan.
g.Berwudhu' dalam satu kali dalam suatu waktu.
Yaitu tidak terselang waktu yang terlalu lama antara satu fardhu wudhu' ke fardhu wudhu' yang lain misalnya:
Antara membasuh muka dan membasuh kedua tangan tidak boleh dalam waktu berjauhan,ed)Selain itu,anggota tubuh yang terkena air wudhu' harus kering dalam satu waktu.
Namun diberikan keringanan pada selang waktu yang tidak terlalu lama,jika habis atau terputusnya aliran air dan sulit untuk mendapatkan air kembali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kandungan dan khasiat buah kabau

KANDUGAN KABAU
Foddweninsit kabau : 100 gram
Bagian kabau yang dapat dikonsumsi(food edible) : 100 %
-Energi Kabau : 199 Kkl
-Protein.          : 6,4 gr
-Lemak.           : 1,1 gr
-Karbihidrat.   : 41gr
-Vitamin A.     : 0 IU
-Vitamin C.     : 0 mg
-Kalsium.        : 40 gr
-Fosfor.           : 108 mg
-Zat Besi.        : 1,8 mg
-Vitamin B.     : 0,03 mg




Kabau adalah sejenia buah petai dan jenkol kabau berupa bentuk buahnya yang lonjong,berbentuk seperti kacang polong,namun jika dibelah kulitnya berjejer beberapa buah,berkulit hitam dan berdaging hijau didalamnya,biasanya tanaman ini hidup didaerah hutan Sumatera dan Jawa.
Buah ini berbau tidak sedap seperti petai dan jengkol inilah yang menjadikan kabau dengan nama lain julang jaling tentu tidak asing lagi bagi sebagian masyarakat Indonesia,namun kebanyakan orang suka lalap ini dikarenakan bau menyengat,buah ini berbau tajam dan mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan.

KHASIAT BUAH KABAU
-Mengatasi sembelit(susah buang air …

ADAT SEBENARNYA ADAT,ADAT YANG DI ADATKAN,ADAT NAN TERADAT,ADAT ISTIADAT DI ALAM KERINCI

"Tulisan yang dihimpun dari berbagai sumber mengenai seluk-beluk Adat sebenarnya,Adat yang di Adatkan,Adat yang ter Adat,dan Adat Istiadat di daerah Kerinci,Provinsi Jambi,yang belum banyak dipublikasikan,dengan harapan dapat bermanfaat,bagi pelestarian Adat dan Kebudayaan di Kabupaten Kerinci." Kabupaten Kerinci Berada di Provinsi Jambi mempunyai kebudayaan adat yang sangat kompoten di setiap daerah-daerahnya yang ada dengan berlandas dan bertumpu pada"Adat Bersandi Syarak,Syarak Bersendi Kitabullah","Syarak mangato Adat iyo Mamakai".Kerinci,Jambi berjarak 450 kilometer perjalanan dari  Kota Jambi dengan jarak tempuhnya sekitar 7 sampai delapan jam dengan menggunakan transportasi roda empat baik milik pribadi atau transportasi travel yang disewakan,perjalanan menuju Kabupaten Kerinci dengan jalannya sudah teramat bagus dan ketika sampai pada Gerbang Kabupaten Kerinci kita akan dapat melihat tulisan pada gerpang gapura dengan  tulisan"Selamat Dat…

TRAVEL CAHAYA KERINCI TERJUN KEJURANG|Agus Diar TV

Proses evakuasi Travel cahaya Kerinci




TRAVEL CAHAYA KERINCI MENGALAMI KECELAKAAN DAN TERJUN KEJURANG

Segala hal atas nama musibah tentu saja tidak kita inginkan dan kita undang kali ini musibah terjadi menimpa Travel cahaya Kerinci yang beralokasi dilahan panjang,kira-kira jm 02 dinihari 08/11/08.Travel Cahaya Kerinci mengalami oleng dan terjun kejurang dengan kondisi mobil travel yang memprihatinkan.Dari data yang didapat belum diketahui,jumlah dan penumpang pada Travel  Cahaya Kerinci. Sungguh kejadian memilukan bagi transportasi yang berada di Kerinci.Toh barangkali supir terlali lelah dalam mengemudikan Travel transportasi Cahaya Kerinci.Dengan kejadian ini pula mengingatkan pada semua sopir-sopir,agar mengemudikan kendaraan hendaknya berhati-hati.Agar kejadian yang menimpa Travel Cahaya Kerinci bisa menjadi contoh buat transportasi lainnya.Kejadian ini pula bukan hal yang disengaja,memang tiap-tiap musibah yang datang menimpa kita tidak mengetahui kapan dan dimana tempat dan wakt…