Selasa, 18 September 2018

Cara Syetan mencabut Iman


Dalam suatu hadist yang diriwayatkan,sesungguhnya syeitan terlaknat datang dan duduk disisi kepala seorang hamba,lalu berkata kepadanya: Tinggalkanlah agama ini(islam) dan katakan Tuhan itu dua,hingga kamu selamat dari kepedihan sakaratul maut.Apabila keadaan telah sedemikian ini,maka sangatlah berbahaya dan memerlukan takut pada Allah Azza Wa Jalla.dengan sungguh-sungguh wajiblah atasmu menangis,rendah hati,dan menghidupkan malam dengan memperbanyak ruku',sujud hingga kamu dapat selamat dari siksa Allah Azza Wa Jalla.

Dan dinyatakan kepada Abu Hanifah : Do'a apakah yang sangat ditakutkan bisa meruntuhkan iman seseorang waktu sakaratul maut? Abu Hanifah menjawab : Meninggalkan syukur atas keimanan,meninggalkan rasa takut apabila mati tidak beriman,menganiaya sesama makhluk atau hamba.Barang siapa yang dalam hatinya terdapat tiga perkara tersebut,maka kebanyakan dia itu keluar dari dunia dalam keadaan kafir,kecuali orang-orang yang mendapatkan kebahagian.

Dikatakan pula bahwa,siksaan yang amat pedih bagi mayit ketika sakaratul maut yaitu merasakan haus dan terbakarnya hati.Pada waktu inilah syetan mendapatkan kesempatan untuk mencabut dan meruntuhkan iman seorang mukmin lantaran kehausan dan kesakitan yang teramat sangat.Maka datanglah syetan itu dari sisi kepala mukmin dengan mambawa semangkok air yang  membeku,lalu digerak-gerakkannya mangkok tersebut hingga berkatalah mukmin itu.Berikan air kepada saya.Sedangkan dia tidak mengetahui bahwa yang didepannya adalah syetan.Lalu berkatalah syetan itu : Katankanlah bahwa dunia ini tidak ada yang mencipta,hingga kuberikan air ini kepadamu.Jika hamba tersebut dari golongan orang-orang yang beruntung,maka tidaklah ia menjawabnya.Lalu syetan datang lagi dari arah kaki dan menggerak-gerakkan mangkok tersebut kepadanya,maka berkatalah seorang mukmin : Berikan air itu kepadaku. Berkata syetan tersebut : Katankalah bahwa Muhammad Rasulallah berdusta,hingga kuberikan air ini padamu.Barangsiapa yang termasuk golongan orang celaka,maka menjawablah dia sebagaimana ucapan syetan,karena tidak bersabar dengan kehausan yang sangat.Maka dia keluar dari dunia dalam keadaan kafir.Kita mohon perlindungan kepada Allah Azza Wa Jalla.Dan barangsiapa termasuk golongan yang beruntung,maka dia menolak ucapan syetan dan memikir-mikir siapa sebenarnya gerangan yang ada dimukanya itu.

Dalam kisah,sesungguhnya ketika telah datang wafat Abu Zakaria,datanglah seorang temannya,sedangkan Abu Zakaria dalam keadaan sakaratul maut dan ditalqin dengan kalimah Thayyibah.
"Lailahaillallah"
"Tiada Tuhan selain Allah".

Tetapi ia berpaling dan tidak berkata sesuatu apapun.Lalu di ulanginya talqin tersebut untuk kedua kalinya,Abu Zakaria tetap berpaling.Diulanginya untuk ketiga kalinya,maka Abu Zakaria berkata : Saya tidak akan mengucapkannya.Maka pingsanlah sahabat Abu Zakaria tersebut.Setelah beberapa saat kemudian Abu Zakaria siuman dan sadar dari sakaratul mautnya,dia membuka kedua matannya lalu ia berkata kepada teman-teman disekitarnya: Apakah kalian tadih mengucapkan sesuatu kepadaku? Mereka menjawab : Ya,aku ucapka syahadat tiga kali kepadamu.Akan tetapi dua kali kamu berpaling dan ketiga kalinya kamu berkata bahwa aku tidak  mau mengucapkannya.
Maka Abu Zakaria menceritakan kejadian kejadian tersebut : Telah datang iblis kepadaku dengan nembawa semangkok air,lalu dia berhenti di sebelah kananku dan menggerakkan mangkok tersebut,seraya berkata kepadaku : Tidaklah kamu membutuhkan air? Aku menjawab : Ya iblis katakanlah : Katakanlah bahwa isya adalah anak Allah.Maka aku berpaling darinya.Lalu datanglah Iblis tersebut disebelah kakiku,Maka aku berpaling darinya. Lalu datanglah iblis tersebut di kakiku dengan mengucapkan kepadaku kata-kata seperti tadi.Lalu yang ketiga kalinya dia berkata : Katanlah bahwa Allah tidak ada.Maka aku menjawab : Aku tidak berkata.Ketika itu jatuhlah mangkok tersebut ketanah dan larilah iblis dan bukan menolak apa yang ucapkan(berupa talqin Lailahaillallah tadi.dan sekarang aku bersaksi :
Ashadu'an Lailahaillallah  Wa ashadu annamu Hammadaan Rasulallah
"Tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah".

Diriwayatkan pula dari mansyur Ibnu Ammar,beliau berkata :Apabila tekah dekat kematian seorang hamba maka keadaannya terbagi menjadi lima bagian : Hartanya untuk ahli waris,ruhnya untuk Malaikat Izrail,dagingnya untuk cacing tanah,tulang belulangnya menjadi debu,kebaikan-kebaikan dunianya untuk musuh-musuh,sedangkan syetan bertugas meruntuhkan iman.Lalu Mansur berkata : Apabila ahli waris pergi membawa harta itu adalah wajar,Izrail pergi membawa ruh itu adalah wajar,musuh-musuh pergi membawa kebaikan itu adalah wajar,tetapi sangat disesalkan,apabila syetan itu pergi memabawa iman seseorang ketika mati,karena pisahnya iman adalah merupakan pisahnya seorang hamba dari agama.Padahal pisahnya ruh seseorang hamba dari jasadnya bukanlah perpisahan dengan Tuhannya,karena dalam perpisahan itu seorangpun yang bisa dijumpai sesudahnya,maka sangat celakalah jika berpisah dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...