Selasa, 25 September 2018

HUKUM SHALAT DIMASJID YANG DILUARNYA TERDAPAT KUBURAN


Assalamu'alaikum kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.
Kali ini kita akan membahas sedikit tentang hukum Shalat terutama tentang hukum shalat yang dihalamannya ada pekuburan.Bagaimnana kira-kira ya?
Kita lihat perndapat seorang Syeik A-Z yang ditanya tentang masalah ini apa pendapat beliau,berikut tentang uraian penulis tentan pendapat Syeik A-Z.


HUKUM SHALAT DI MASJID YANG DIHALAMANNYA TERDAPAT KUBURAN,BAIK TERLETAK PADA ARAH KIBLAT SEBELAH KANAN,SEBELAH KIRI ATAU DIBELAKANG MASJID.
Syiek A-Z pernah ditanya dalam diskusi dari beberapa pelajar dipakistan seputar masalah shalat di Masjid yang terdapat kuburan yang tidak menyatu dengannya.Tetapi terletak dihalaman luar Masjid.Mereka memberi penjelasan kepada saya tentang ketidakkuasaan mereka untuk menghilangkannya serta ketidak mampuan pihak pemerintah sendiri untuk menindak lanjut mendiayadakan kuburan tersebut,Lantaran keterikatan masyarakat dengannya.Ada seorang menyebutkan seorang menyebutkan bahwa Syeik Muhammad Abdul Wahab pernah melewati orang-orang yang sedang berada di disekeliling kuburan Zaid,maka ia mengatakan,Allah lebih baik daripada Zaid.Apakah yang menjadi patokan dasar yang harus menjadi pegangan dalam masalah ini?

JAWABAN DARI SEORANG SYEIK TENTANG PEKUBURAN DIHALAMAN MASJID
Syeik menjawab,kami perlu ucapkan,Semoga Allah Tabaraka Wata'ala memberi berkah kepada anda.Jika Masjid dibangun diatas pekuburan,maka mengerjakan shalat padanya tidak boleh.Masjid ini harus dirobohkan jawab Syeik.Allah SWT telah berfirman pada Rasulallah S.a.w tentang Masjid yang ada Dhirar :
Wala Tushalli 'ala Aahadim minhum maata Aabadaaan.(Qs.At-Taubah (9) :84)
Artinya :
Janganlah mengerjakan shalat padanya selama-lamanya.
Berhubungan Masjid Dhihar harus dihancurkan,begitu pula setiap Masjid seperti ini harus dihancurkan,maka pelaksanaan shalat padanya pun diharamkan,dengan menganologikannya pada Masjid Dhirar.

Tetapi,jika Masjid lebih duku dibangun,baru setelah itu ada orang yang dikuburkan,Masjid itu,jika letak kuburan diarah kiblat,maka seorang muslim tidak dibolehkan untuk mengerjakan shalat padanya,apabila kuburan ada di depan Masjid sebab sudah diriwayatkan dari Rasulallah s.a.w secara tsabit melalui hadist Abi Martsad Al-Ghanawi beliau bersabda:
"Laa Thushalluu Ilal Qhubur
Artinya:
Janganlah kalian mengerjakan shalat dengan menghadap kuburan.

JANGANLAH JADIKAN KUBURAN SEBAGAI KHIBLAT DALAM SHALAT JIKA TERLETAK DIKANAN,KIRI,DAN DEPAN MASJID
Maksudnya,janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai kiblat kalian,tetapi,jika kuburan tersebut terletak dibelakang Masjid,maka tidak masalah dengan shalat yang dikerjakan.

Jika berada dihalaman luar dan halaman itu masih bagian dari Masjid,maka hukumnya adalah seperti yang telah dijelaskan kepada anda.Yang jelas,jika kuburan itu berada didalam halaman,sedang Masjid lebih dulu dibangun daripadanya,maka shalat dikerjakan padanya sah,kecuali jika kuburan terletak dibagian depan Masjid.

Tetapi orang yang mengerjakan shalat di Masjid,dimana kuburan terletak dibagian depannya,sekalipun diantara dirinya dengan kuburan itu jarak sejauh halaman Masjid,maka shalat harus diulangi dan dikerjakan sendirian.

Shalat di Masjid seperti ini tidak boleh untuk selamanya,selama kuburan terletak diarah kiblat,maka shalat tidak dikerjakan disana.

PATOKAN DASAR YANG DIJADIKAN PEGANGAN TENTANG SHALAT YANG DILARANG JIKA ADA PERKUBURAN DIHALAMAN KANAN,KIRI,MASJID
Patokan dasar yang bisa dijadikan pegangan dalam masalah ini adalah jika perkuburan terletak dihadapan anda,maka jangan mengerjakan shalat di sana,tetapi,jika kuburan terletak dibelakang,sebelah kanan dan kiri Masjid dibangun diatasnya.Dalam kondisi seperti ini.Dalam kondisi ini janganlah anda mengerjakan shalat padanya.Jadi,anda bisa melaksankan shalat dalam suatu keadaan.Jangan mengerjakan shalat apabila dibangun di atas kuburan.
Anda pun boleh mengerjakan shalat apabila Masjid dibangun lebih dulu daripada kuburan dan letak kuburan bukan arah kiblat

"LIQA' Al-BAB-Mafthuh,IBNU UTSAIMIN,JUZ XX,halaman ,37-40" .

2 komentar:

  1. Buya...!mesjid tj pauh mudik itu kan di belakangnya TPU arah kiblat lagi bagai mana hukum nya buya.....?

    BalasHapus
  2. Kalau dilihat dari segi itu,ada yang mengatakan tidak boleh(tidak syah),namun dalam artikel ini dijelaskan apakah makam atau kuburan itu yang didirikan terelbih dahulu atau masjidnya,kalau masjidnya dulu didirikan itu boleh,tapi klau makam yang lebih dulu dari masjid tersebut itu tidak boleh atau shalatnya tidak syah sebagaiman yang dinukilkan oleh Syeik A-Z dalam buku-buku nya tentang tanya jawab seputar shalat.

    BalasHapus

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...