Selasa, 25 September 2018

HUKUM SHALAT MUSLIMAH TANPA HIJAB,DENGAN RAMBUTNYA SEDIKIT TERLIHAT


HUKUM SHALAT MUSLIMAH TANPA HIJAB,DENGAN BETIS,LENGAN ATAU RAMBUTNYA SEDIKIT TERLIHAT
Assalamu'alaikum wr wr.Untuk para muslimah di persada dunia,kali ini penulis memaparkan tentang Hukum shalat bagi wanita muslimah.Semoga dalam penjelasan yang singkat bisa memberikan masukan serta pengetahuan terutama untuk para wanita muslimah.
Apabila seorang wanita yang tidak berhijab atau tidak mengenakan hijab sesuai dengan ketentuan syariat islam,misalnya,sebagian rambut atau betisnya terlihat,mengerjakan shalat,maka bagaimanakah hukumnya?
Pertama :
Harus diketahui bahwa hijab bagi kaum wanita,dimana dia tidak boleh meninggalkan atau meremehkannya.
Apabila waktu shalat telah tiba,sementara seorang wanita muslimah tidak mengenakan hijab secara sempurna,atau tidak menutupi semua auratnya,maka mengenai masalah ini terdapat perincian:

Jika keadaan tidak berhijab atau tidak tertutup itu disebabkan oleh setuasi dan kondisi terpaksa,maka saat itu dia boleh mengerjakan shalat,sesuai dengan keadaan shalatnya tetap sah tidak ada dosa baginya.Hal itu didasarkan pada firman Allah SWT yang artinya:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya(Qs.Al-Baqarah(2) :286).Juga Firmannya  dengan artinya :
Maka bertaqwalah kalian kepada Allah menurut kesanggupan kalian(Qs.At-Thaghabun(64):16).

Jika tidak berhijab itu pilihan selera,misalnya,mengikuti adat,tradisi,dan lain sebagainya,maka jika keadaan tidak berhijab itu terbatas hanya wajah dan kedua telapak tangan ,maka shalatnya tetap sah,dengan disertai dosa,apabila dikerjakan dihadapan laki-laki asing atau bukan mahramnya.Tetapi apabila terbuka dibagian betis,lengan,rambut atau yang semisalnya,maka dia tidak boleh shalat dalam keadaan seperti ini.Jadi,dalam keadaan seperti itu dia tidak boleh mengerjakan shalat.Kalau toh dia mengerjakan shalat,maka shalatnya tidak sah dan dia juga berdosa,dilihat dari dua aspek.
Pertama : Aurat terbuka secara mutlak,dan kedua masuknya dia ke shalat dalam keadaan seperti itu.

HUKUM WANITA MENUTUPI KEDUA TANGANNYA DALAM SHALAT
Bagaimana hukum menutupi kedua tangan dan kaki di dalam shalat?Apakah seorang wanita harus melakukannya?Atau dia membukanya,apabila didekatnya terdapat laki-laki asing atau yang bukan mahramnya atau dia mengerjakan shalat dengan wanita lainnya?

Adapun wajah,yang sunat adalah membukanya didalam shalat,apabila disana ada laki-laki lain.Sedang kedua kaki,yang wajib adalah menutupinya,menurut jumhur ulama.Sebagian ulama memberi toleransi untuk membuka kedua belah kaki,tetapi jumhur ukama melarang membukanya dan mewajibkan untuk menutupinya.Oleh karena itulah.Abu Dawud r.a meriwayatkan dari Sammu Salam yang pernah ditanya tentang wanita yang mengerjakan shalat dengan mengenakan kerudung dan baju.Dia berkata,"Tidak ada masalah,apabila pakaian itu menutupi punggung kedua kakinya.
Dengan demikian,menutup kedua kaki lebih utana dan lebih hati-hati dalam keadaan,bagaimnapun.Sedang  kedua tangan,maka masalahnya cukup luas,jika kedua dibuka,maka tidak ada masalah dan jika ditutupi pun juga tidak masalah.Tetapi beberapa orang ulama berpendapat,menutupinya lebih baik.
Wallahu waliyut taufiq.

HUKUM WANITA YANG MENGENAKAN SARUNG TANGAN
Bagaimana hukum shalat wanita yang mengenakan sarung tangan?

Tidak ada masalah dengan shalat wanita yang mengenakan sarung tangan,karena memang wanita diperintahkan menutupi tubuhnya di dalam shalat,kecuali wajah,apabila tidak ada laki-laki yang bukan muhrimnya. didekatnya.Mengenakan sepasang sarung tangan,misalnya jilbab dan lain dan sebagainya,maka hal itu dianggap mencukupi.Tetapi,jika didekatnya ada laki-laki asing,dia harus menutupi wajhnya didalam shalat.

Sedang kaum laki-laki tidak disyariatkan menutupi kedua telapak tangannya didalam shalat,tidak dengan sarung tangan,manapun yang menyentuh tempat shalat dengan wajah dan kedua telapak tangannya,sebagai wujud nyata dari tindakan mencontoh Rasulallah s.a.w dan sahabat-sahabatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...