Kamis, 27 September 2018

PEPOHONAN SURGA


BENTUK PEPOHONAN SURGA MENURUT RASULALLAH S.A.W.
Bagaimana bentuk pepohonan surga?Dan tentu saja kita belum mengetahuinya?Ada baiknya kaitan artikel ini sesuaikan dengan hadits dan Dalil yang ada tentang Bentuk atau rupa pepohonan surga.Semoga dengan artikel yang memaparkan tentang pepohonan surga ini,bisa bermanfaat bagi responden muslimin dan muslimat  mukminin dan mukminat dipersada dunia.

Ka'ab r.a berkata : Telah saya tanyakan kepada Rasulallah s.a.w,tentang pepohonan surga maka beliau bersabda : Tidak pernah kering cabang-cabangnya dan tidak pula daun-daunnya berguguran,basah tiada sirna.Pepohonan surga yang paling besar adalah Thuba,akar-akarnya dari intan,batang-batangnya dari yaqut,cabang-cabangnya dari zabarjut dan daun-daunnya dari sutra halus.Diatasnya terdapat tujuh puluh ribu daun dan cabang.Cabang-cabangnya bertemu dengan kaki Arsy.Dan serendah-rendah cabangnya berada dilangit dunia.Tiada dalam surga itu tingkat,kubah dan tiada pula pohon,yang ada hanyalah cababg-cabang pohon thuba yang mengayomi surga .Padanya terdapat buah-buahan yang dikehendaki setiap jiwa.Misalnya dari pohon Thuba didunia adalah Matahari.Aslinya di angkasa tetapi cahanya kesetiap tempat.

PENDAPAT ALI R.A TENTANG POHON SURGA
Ali r.a berkata : Saya sangat yakin atas berita bahwa pepohonan surga berasal dari perak,sedangkan daun-daunnya sebagian dari emas.Apabila batang pohon itu dari emas,maka cabang-cabangnya dari emas.Pepohonan dunia dunia akarnya dibumi dan cabangnya-cabangnya diudara,karena dunia adalah tempat fana.Akan tetapi pohon-pohon surga tidaklah demikian halnya,akarnya di udara dan cabang-cabangnya di hamparan.
Firman Allah SWT di dalam Al-Qur'an Qs Al-Haqqah :23-24.
Artinya : Buah-buahan dekat,maka makan dan minumlah seenaknya sebagai balasan dari apa yang telah kalian lakukkan pada hari-hari yang telah berlalu.

TENTANG KEINDAHAN SURGA DAN ISINYA
Daun debu tanah surga itu berupa kasturi,ambar dan kafur.Daun-daunnya terdiri dari susu,madu,arak dan air yang sangat jernih.Apabila angin bertiup menerpa dedaunan,maka berbenturan lah daun yang indah yang tidak pernah keindahan suara semacam itu terdengar.

Ali r.a berkata,bahwasanya Rasulallah s.aw. bersabda : Sesungguhnya didalam surga itu terdapat pohon yang bagian atasnya keluar perhiasan dan bagian bawahnya keluar kuda yang memiliki sayap,lagi pula diberi pelana dan kendali yang lak dengan intan dan yaqut.Dia tidak pernah mengeluarkan kotoran dan tidak pula buang air kecil.Maka wali-wali Allah SWT,menungganginya dan terbanglah dia bersama mereka disyurga.Lalu berkatalah orang-orang berada dibawahnya,wahai Tuhanku lantaran apa hamba-hamba-MU itu mencapai karomah semcam itu? Maka Allah SWT berfirman pada mereka,"Mereka itulah orang-orang yang melakukan shalat sedang kalian semua tidur.melakukan puasa sedangkan kalian tidak,berjihad membela agama Allah sedangkan kalian duduk disisi istri-istri kalian, dan mereka bersedekah dengan harta mereka dijalan Allah sedang kalian semua kikir.

KETERANGAN ABU HURAIRAH R.A TENTANG SURGA
Dari Abu Hurairah r.a,sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah pohon.Para pengandara berjalan dibawah naungannya selama seratus tahun dan tidak pernah mereka putuskan pohon tersebut.
Firaman Allah di dalam Al-Qur'an Qs. Al-Waqi'ah : 30-33.
Artinya : Dan naungan yang memanjang air yang berada dalam gelas,buah-buahan yang banyak tiada pernah putus dan tiada pula terlarang.

Ibarat waktu didunia yaitu waktu sebelum matahari terbit dan sesudah tenggelam hingga mega kelihatan dan gelap malam menutupinya didunia,waktu itulah yang dikatakan naungan yang panjang.
Firman Allah SWT didalam Al-Qur'an Qs.Al-Furqon : 45
Artinya :
Tidakkah kau perhatikan Tuhanmu bagaimana DIA memanjangkan naungan.

Maksudnya yaitu waktu sebelum terbitnya matahari dan sesudah terbenamnya hingga terdapat gelapnya malam.
Diriwayatkan dari Rasulallah s.a.w bahwa beliau bersabda :
Tidaklah pernah aku khabarkan padamu tentang waktu,yaitu waktu yang serupa dengan waktu di surga.Dialah waktu sebelum terbit matahari,bayang-bayangnya adalah panjang,rahmatnya menyeluruh dan berkahnya banyak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...