Senin, 17 September 2018

SEJARAH RINGKAS NABI MUHAMMAD SAW


Muhammad saw menjadi Rasul.
Ketika menginjak usia empat puluh tahun,Nabi Muhammad s.a.w banyak mengerjakan tahamuts dari waktu-waktu sebelumnya.Pada bulan ramdhan dibawanya perbekalan lebih banyak dari biasanya,karena akan-bertammuts lebih lama dari waktu-waktu sebelumnya.Dalam melakukan tahammuts kadang-kadang beliau bermimpi,mimpi yang benar(Arru'yaa assadiqah).
Pada malam 17 ramadhan bertepatan dengan 6 agustus tahun 610 masehi,diwaktu nabi Muhammd s.a.w sedang bertahammuts di gua hira,datanglah malaikat Jibril a.s membawa wahyu dan menyuruh Muhammad s.a.w untuk membacanya,katanya  bacalah.Dengan terperanjat Muhammad s.a.w menjawab aku tidak bisa membaca.Beliau dirangkuh beberapa kali oleh Malaikat Jibril a.s hingga nafasnya sesak,lalu dilepaskan olehnya seraya disuruhnya membaca sekali lagi.Bacalah,tetapi Muhammad s.aw.masih tetap menjawab aku tidak bisa membaca.Begitulah keadaan berulang sampai tiga kali,dan akhirnya Muhammad s.a.w berkata yang kubaca,kata Jibril a.s :
Dalam Surat Al-Alq ayat 1-5 yang artinya :
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang   mrnjadikan manusia dari segumpal darah.Bacalah dan Tuhanmu teramat mulia.Yang mengajarkan dengan pena(tulis baca).Mengajarkan pada manusia apa yang tidak diketahuinya."

Inilah wahyu yang pertama ya g diturunkan oleh Allah Swt kepada nabi Muhammad s.a.w atau utusan Allah kepada seluruh umat manusia,untuk menyampaikan risalahnya.

Pada saat menerima pengangkatan menjadi Rasul ini,umur mencapai 40 tahun 6 bulan 8 hari menurut tahun bulan(qamariah)atau 39 tahun 3 bulan 8 hari menurut tahun matahari(syamsiah).

Setelah menerima wahyu itu beliau terus pulang kerumah dalam keadaan gemetar,sehingga minta diselimuti oleh istrinya Siti Khadijah.Istri yang patuh dan setia itu segera menyelimutinya.Setelah agak reda cemasnya,maka diceritakan kepada istrinya segala yang terjadi atas dirinya dengan perasaan cemasnya,maka diceritakannya pada istrinya segala yang terjadi atas dirinya dengan perasaan cemas dan kuatir.Tetapi istrinya yang bijaksana iti sedikitpun tidak memperlihatkan kekuatiran dan kecemasan hatinya,bahkan dengan khidmat ia menatap muka suaminya,seraya berkata: Bergembiralah hai anak pamanku,tetapkanlah hatimu,demi Tuhan yang jiea khadijah didalam tangannya,saya harap engkaulah yang akan menjadi Nabi bagi umat ini.Allah Swt tidak akan mengecewakan engkau,bukankah engaku orang yang selalu berkata benar yang selalu menumbuhkan tali silathurrahi,bukankah engkau yang senantiasa menolong anak yatim,memuliakan tetamu dan menolong setiap orang yang ditimpa kemalangan dan kesengsaraan?Demikian Siti Khadijah menentramkan hati suaminya.

Karena terlampau lelah setelah mengalami peristiwa besar yang baru saja terjadi itu,maka beliaupun tertidur.Sementara itu Siti Khadijah pergi kerumah pamannya Waraqah bin Nafal,seorang yang tidak menyembah berhala,telah lama memeluk agama nasrani dan bisa menulis dengan bahasa Ibrany,telah mempelajari serta menyalin bahasa arab isi kitab injil dan taurat,usianya sudah lanjut dan matanya sudah buta,lalu diceritakannya oleh Siti Khadijah apa yang terjadi atas diri suaminya.

Setelah didengarnya cerita Siti Khadijah itu lalu ia berkata:"Quddus,quddus,demi Tuhan yang jiwanya waraqah didalam tangannya,jika engaku membenarkan aku,ya Khadijah,sesungguhnya telah datang kepada (Muhammad s.a.w)namu akbar(Petunjuk Yang Maha Besar),sebagaimana pernah datang kepada Nabi Musa a.s,dia sesungguhnya akan menjadi Nabi bagi umat ini.Dan katakanlah kepadanya hendaklah ia tetap tenang.

Siti Khadijah kembali kerumahnya,lalu diceritakannya apa yang dikatakan Waraqah bin Nufal kepada Rasulallah s.a.w dengan kata-kata yang lemah lembut yang dapat menghilangkan kecemasan dan kekuatiran Rasulallah s.a.w.

Didalam kitab-kitab tharik diriwayatkan,bahwa setelah badan Nabi Muhammad s.a.w kelihatan segar kembali dan seperti sediakala,suaranya sudah berangsur terang,maka khadijah mengajak Nabi untuk segera pergi menemui Waqah bin Naufal dirumahnya,dengan maksud hendak bertanya lebih lanjut secara langsung kepadanya tentang peristiwa yang telah menimpa diri Nabi Muhammad  s.a.w yang terjadi di gua hira.

Sesampainya Nabi bersama Khadijah dirumah Waraqah bin Naufal,lalu satu sama lain menyampaikan penghormatannya.Kemudian Waraqah menanyakan maksud kedatangan Nabi berdua dengan Khadijah.

Setelah Khadijah memperkenalkan Nabi kepada Waraqah,lalu Nabi menceritakan apa-apa yang baru dialaminya.Kemudian Waraqah berkata :
"Quddus,quddus!Hai Muhammad anak saudaraku,itu adalah rahasia yang palinv besar yang pernah Allah kepada Nabi Musa a.s,wahi kiranya aku dapat menjadi muda dan kuat,semoga aku masih hidup,dapat melihat,ketika engkau dikeluarkan(diusir)kaummu.

Nabi setelah mendengar perkataan Waraqah yang sedemikian itu,lalu beliau bertanya :Apakah mereka kaumku akan mengusir aku?Waraqah menjawab :Ya,semua yang datang membawa seperti apa yang engkau bawa ini,mereka tetap dimusuhi,jikalau aku masih menjumpai hari dan waktu engkau dimusuhi itu,aku akan menolong engkau dengan sekuat tenagaku.

Dengan keterangan Waraqah itu,Nabi pun merasa mendapat keterangan dan penjelasan yang jelas tentang peristiwa yang dialaminya itu.Juga Khadijah memegang teguh keterangan-keterangan Waraqah itu,dan memang itulah yang dinanti nantikan selama ini,berita gembira tentang keangkatan suaminya menjadi Rasul.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...