Minggu, 21 Oktober 2018

Buang air kecil dan besar menurut etika Islam


BUANG AIR KECIL DAN BESAR MENURUT ETIKA ISLAM
Diantara bukti perhatian Islam terhadap kebersihan dan kesucian serta penghormatan yang diberikan Allah Tabaraka Wata'ala kepada manusia dan pembedaannya dari hewan adalah,bahwa Islam mengharuskan setiap kaum muslimin dan muslimah apabila buang air keci maupun besar untuk membersihkannya dengan air.Sehingga tidak ada lagi najis yang menempel pada kemaluan,dubur dan sekelilingnya.Agar merasa yakin,bahwa anggota tubuhnya benar-benar bersih(suci).

Jika tidak mendapatkan air,maka hendaklah muslimin dan muslimah bersuci dengan menggunakan kain,kertas,batu atau segala sesuatu yang bersih(suci)yang dapat digunakan untuk menghilangkan najis.

RIWAYAT IBNU ABBAS RADHIYALLAHU ANHU,TENTANG ETIKA BUANG AIR KECIL DAN BESAR
Ibnu Abbas merupakan seorang ahli tafsir dan juga sebagai ulama besar pada zaman Rasulallah s.a.w dan para sahabat sehingga tafsir beliau tetap terjaga keasliannya sampai pada saat sekarang.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallah Anhu,bahwa Rasulallah s.a.w pernah berjalan melewati dua makam(kuburan),lalu berkata :
"Sesungguhnya penghuni kedua makam(kuburan)itu sedang menjalani siksaan.Mereka berdua disiksa bukan karena melakukan dosa besar.Salah seorang dari keduanya adalah orang yang selalu tidak bersih atau berssuci dari buang air kecil(kencing),sedangkan kedua adalah orang yang suka mengadu domba.(HR.Bukhari,At-Tirmidzi,An-nasa'i,Ibnu Majah dan Baihaqi).

ETIKA KETIKA MEMASUKI WC(WATER CLOSE)
Hendaklah wanita muslimah menghindarkan diri dari pandangan dan pendengaran orang lain(yang mengandung Syahwat),sehingga tidak terganggu mereka dengan suara-suara bau atau tidak enak serta pandangan yang buruk.Juga hendaknya mereka(wanita-wanita muslimah) menutupi diri sehingga tidak seorang pun dapat melihat auratnya.Ini merupakan etika yang diajarkan oleh Rasulallah s.a.w.Dalam kitab sunnah Abu Dawud,barangkali kita pernah membaca atau menyimaknya dan disebutkan : " Bahwa apabila hendak buang air besar,Rasulallah pergi jauh sehingga tidak dapat dilihat oleh seseorang.(HR.Abu Dawud).
Selain itu hendaklah para muslimin dan muslimah menghindarkan diri dari buang air besar ditempat-tempat yang biasa diduduki orang,di jalanan jamban atau ditempat-tempat berteduh dipinggir sungai yang banyak orang berlalu lalang.

WASIAT RASULALLAH S.A.W TENTANG ETIKA BUANG AIR KECIL DAN BESAR
"Jauhilah(perbuatan)dua orang yang menyebabkan laknat.Para sahabat bertanya : Wahai Rasulallah,siapakah yang menyebabkan laknat itu? Beliau menjawab : Yaitu orang yang buang air besar atau kecil di jalanan yang biasa dilalui oleh orang banyak atau ditempat-tempat berteduh mereka.

Juga hendaklah para muslimin dan muslimah tidak buang air kecil pada tempat-tempat yang airnya tidak mengalir(menegenang)atau bahkan pada air yang mengalir sekalipun,dimana ia berada ditempat-tempat pemandian yang terbuka(untuk umum).Karena,hal itu pada ummunya menimbulkan gangguan atau dosa bagi orang lain yang melihatnya.Akan tetapi,apabila dilakukan ditempat pemandian tertutup yang menggunakan bak(kolam renang)dan terhindar dari najis(karena jumlah airnya banyak dan terdapat sirkulasi air),maka hal itu diperbolehkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...