Senin, 22 Oktober 2018

Larangan Membicarakan Aktivitas Senggama Kepada Orang Lain


ABU HURAIRAH RADHIYALLAHU ANHU DARI RASULALLAH S.A.W MELARANG KERAS MEMBICARAKAN SENGGAMA SUAMI DAN ISTRINPADA ORANG LAIN
Dari Abu Hurairah Radyhiyallahu Anhu,ia berkata Rasulallah selesai salam kepada penghujung shalatnya,lalu beliau menghadapkan wajah kearah jama'ah(makmum)seraya bertanya : Majelis yang berbahgia,adakah kalian mencampuri istri dengan menutup pintu dan merapatkan tabir,akan tetapi kemudian membicarakan kejadian itu kepada orang lain dengan mengucapkan,bahwa aku telah melakukan begini dan begitu terhadap istriku?Para jema'ah laki-laki berdiam diri.Lalu beliau menghadap kepada jama'ah wanita seraya menanyakan :Apakah ada diantra kalian yang membicarakannya?Kemudian ada wanita muda duduk diatas kedua lututnya semabari mengangkat kepalanya agar terlihat dan terdengar suaranya  oleh Rasulalallah,Rasulallah berkata : Demi Allah,mereka semua jama'ah laki-laki dan juga jama'ah wanita,membicarakannya.Kemudian beliau bertanya : Apakah kalian mengetahui perumpamaan orang macam semacam itu seperti syaithan laki-laki dan perempuan,diamana salah satu mereka bertemu pasangannya ditengah jalan,lalu buang air besar disana,sedang orang-orang tengah melihat kepadanya.(HR.Ahmad dan Abu Dawud).

ABU SYAID RADHIYALLAHU ANHU DARI RASULALLAH S.A.W MELARANG MEMBICARAKAN SENGGAMA KEPADA ORANG LAIN
Dari Abu Syaid radhiyallahu Anhu,ia berkata : Rasulallah S.a.w bersabda :
Artinya : Sesungguhnya diantara orang yang terpuruk kedudukannya disisi Allah pada hari kiamat kelak adalah : seorang laki-laki yang mengetahui rahasia istrinya atau seorang istri yang mengetahui rahasia suaminya,kemudian menceritakan rahasia itu kepada orang lain.(HR.Muslim dan Ahmad).

Dari kedua hadit diatas dapat disimpulkan bahwa sesungguhnya dilarang keras membicarakan secara panjang lebar mengenai apa yang terjadi pada saat melakukan hubungan badan dengan orang lain.Akan tetapi diperbolehkan membicarakannya bersama dokter jika berkenaan dengan penyakit yang ada pada istrinya.

BERDO'A KETIKA BERHUBUNGAN DENGAN ISTRI ATAU SUAMI
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu,ia berkata : Bahwa Rasulallah s.a.w pernah bersabda :
Artinya : Ingatlah,seandainya salah seorang diantara kalian mendatangi istrinya(berhubungan badan)mengucapkan do'a dengan menyebut nama Allah,Ya Allah,jauhkanlah kami dari syeithan dan jauhkan syeithan dari apa yang telah engkau rizikan kepada kami,kemudian jika tidak ditakdirkan diantara mereka pada waktu seorang anak,niscaya syeithan tidak akan pernah mampu mencelakainya selamanya(HR.Mutthafaqun Alaihi).
Hadist ini dijadikan sebagai landasan untuk mengikuti sunnat berdo'a dan berlindung dari syeithan ketika berhubungan badan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen|Diungkap dari kisah nyata, Wisuda di balik jeruji penjara

DI UNGKAP DARI KISAH NYATA| TOGA WISUDA DI BALIK JERUJI PENJARA Malam tak terasa telah menyelimuti tubuh G,angin malam mulai menyeka p...