Minggu, 21 Oktober 2018

SHALAT GERHANA MATAHARI & BULAN



PENJELASAN PARA ULAMA MENGENAI SHALAT GERHANA MATAHARI DAN BULAN
Menurut para ulama,shalat gerhana matahari ini hukumnya SUNNAT MU'AKADAH.Yang lebih afdhal dikerjakan secara berjama'ah.Akan tetapi,berjama'ah itu bukanlah suatu yang disyariatkan.Shalat gerhana matahari berjumlah dua raka'at,dimana pada setiap raka'atnya melaksanakan dua kali ruku'.Sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diperoleh dari Aisyah Radhiyallaahu Anhu.
HADIST YANG MENERANGKAN TENTANG SHALAT GERHANA MATAHARI DAN BULAN
"Pada masa hidup Rasulallah s.a.w pernah terjadi gerhana Matahari.Lalu beliau berangkat ke Masjid,Kemudian berdiri dan bertakbir.Para sahabat pun berbaris dibelakang beliau.Lalu beliau membaca bacaan surat(dari Al-Qur'an) yang panjang.Kemudian beliau bertakbir dan melakukan ruku' yang pertama dalam waktu yang cukup panjang,akan tetapi tidak lama dari bacaan surat yang pertama.Setelah itu beliau bangkit dan rukuk seraya me gucapkan : Sami'allahu liman hamidah,rabbana walakal hamdu(Allah mendengar hamba yang memujinya,karena itu ya Allah ,Segala puji hanya untukmu).Kemudian beliau berdiri dan membaca surat(dari Al-Qur'an)yang lebih pendek dari ruku' pertama.Lalu melaksanakan ruku' yang lebih pendek dari ruku'yang pertama.Lalu melakukan ruku' yang lebih pendek dari ruku' yang pertama.Kemudian berdiri dan mengucapkan,Sami Allahu liman hamidah,Rabbana lakal hamdu.Setelah itu beliau sujud,dan melakukan gerakan yang sama pada raka'at selanjutnya sampai empat raka'at dengan empat kali sujud.Lalu matahari muncul sebelum beliau berbalik.Setelah itu,beliau berdiri,dan memberikan khutbah kepada jama'ah.Memuji Allah yang memang layak mendapatkan pujian tersebut.Kemudian beliau bersabda : Sesungguhnya matahari dan bulan itu merupakan dua dari tanda-tanda kekuasaan Allah Azza Wa Jalla,dimana keduanya bukan terjadi karena adanya kematian atau kehidupan seseorang,karena itu,apabila kalian menyaksikan keduanya(gerhana matahari dan bulan) maka bersegeralah mengerjakan shalat.(HR.Muttafaqun Alaih).
MENURUT KEBENARAN CARA YANG BENAR MENDIRIKAN SHALAT GERHANA MATAHARI DAN BULAN
Menurut keterangan cara sunnat yang benar,shalat Khusuf atau gerhana dikerjakan dalam dua raka'at,yang pertama didalamnya dibaca Al-Fatihah seperti halnya dalam shalat 'Ied maupun shalat Jum'at.Setelah itu dibacakan beberapa ayat Al-Qur'an.

DIBOLEHKAN WANITA MENGUATKAN SUARA DALAM PELAKSANAAN SHALAT GERHANA MATAHARI DAN BULAN
Adapun pelaksanaan shalat khusuf(gerhana bulan)sama sepertinya shalat khusuf.Pada keduanya disunnatkan takbir,berdo'a,bersedekah dan beristiqfar.Sebagaimana yang diriwayatkan dari Aisyah bahwa Rasulallah  bersabda :
"Sesungguhya matahari dan bulan itu merupakan dua dari tanda-tanda kekusaan Allah Azza Wa Jalla,dimana keduanya bukan terjadi karena adanya kematian dan kehidupan seseorang.Karena itu,apabila kalian menyaksikan keduanya(gerhana matahari dan bulan),maka berdo'a,bertakbir dan bersedekah.(HR.Muttafaqun Alaih).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Get to know women who are to be proposed in Islam

 KNOWING WOMEN   WHICH WILL BE HUNGER   BEFORE MARRIAGE.   Application is the first step of a marriage. This has been prescribed b...