Jumat, 19 Oktober 2018

SYARAT BENTUK KALIMAT IJAB DAN QABUL

Ilustrasi Denny dan Selvy

MENGENAI KALIMAT IJAB DAN QABUL
Mengenai bentuk kalimat ijab dan qabul ini,para fuqaha telah mensyaratkan harus dalam bentuk madhi(lampau)bagi kedua belah pihak atau salah satunya bentuk madhi,sedangkan lainnya berbentuk mustaqbal(yang akan datang).Contoh dalam bentuk pertama adalah wali mengatakan,Zawwajtuka Ibnatii(Aku nikahkan kamu dengan putriku),sebagai bentuk fiil madhi.Lalu simempelai wanita menjawab,Qobiltu(Aku terima nikahnya),sebagai bentuk madhi juga.sedangkan contoh bagi bentuk kedua adalah ai wali mengatakan : Uzawwijuka Ibnatii(Aku akan nikahkan kamu dengan putriku).Sebagai bentuk musyaqbal.Lalu simempelai laki-laki menjawab :Qobiltu(Aku terima nikahnya),sebagai bentuk fiil madhi.

DISYARATKAN IJAB DAN QABUL
Mereka mensyaratkan hal itu,karena ada persetujuan dan kesepakatan dari kedua belah pihak merupakan rukun yang sebenarnya bagi akad nikah.Sedangkan Ijab dan Qabul hanya merupakan manifestasi dari persetujuan tersebut.Dengan kata lain kedua belah pihak harus memperlihatkan secara jelas adanya persetujuan dan kesepakatan tersebut pada akad nikah langsung.Adapun kalimat yang biasa dipakai menurut syariat bagi sebuah akad nikah adalah fiil madhi.Yang demikian itu,juga karena adanya persetujuan dari kedua belah pihak yang bersifat pasti dan tidak mengandung pengertian lain.

BENTUK KALIMAT MUSTAQMAL DALAM IJAB DAN QABUL
Bentuk mustaqmal mempelai laki-laki mengatakan(Zawjni Ibnataka/nikahkan aku dengan putrimu)lalu si wali mengatakan Zajawatuha laka(aku telah menikahkan untuk kamu.Maka dengan demikian akad nikah pada waktu itu akan terlaksana.Karena kata Zawijni(nikahkan aku)menunjukkan arti perwakilan fan akad nikah itu dibenarkan jika diwakili oleh salah satu dari kedua belah pihak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...