Kamis, 18 Oktober 2018

UJIAN HIDUP


MEMAHAMI HAKIKAT HIDUP
Apa sebenarnya hakikat hidup?banyak sebagian kita yang belum memahami betul apa sebenarnya hakikat hidup?
Berkenaan dengan pertanyaan yang mencakup yang cukup menggelitik ini,senbenarnya sebagai jawabannya dapat kita temukan dengan tegas dan jelas dalam kitab suci kita yakni Al-Qur'an Allah Swt berfirman Qs Al-Mulk : 2
Artinya : Allah yang telah menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu,siapa diantara kamu yang telah baik amalnya.
Dengan demikian sekarang kita hidup,selesai hidup kita mati.Hidup dan mati pada dasarnya merupakan ujian dari Allah.Karena kita menyadari dengan sepenuh hati bahwa sekarang kita hidup didunia ini dalam suasana ujian,maka segala perbuatan kita,perkataan kita,dan pikiran kita,harus benar-benar berhati-hati.Kalau tidak demikian,niscaya kita tidak akan lulus dalam menempuh ujian hidup ini.

BICARA DALAM MASALAH UJIAN HIDUP
Bicara dalam masalah ujian pada umumnya orang mengira bahwa yang namanya ujian itu adalah Segala sesuatu yang tidak menyenangkan seperti sakit-sakitan dan usahanya selalu mengalami kemunduran.Katakanlah,menjadi pedangang malah timbul hutang dan menjadi pegawai hanya terasa lelah karena uang gaji habis dupotong.
Akan tetapi yang namanya ujian itu bukanlah yang tidak menyenangkan saja,akan tetapi yang menyenangkan pun,seperti mempunyai uang yang banyak,makanan yang lezat,mempunyai mobil yang mewah.Itu pun sebenarnya ujian dari Allah Swt.Apakah kita mensyukuri nikmat-nikamat Allah tersebut atau justru sebaliknya mengkufurinya.
Allah Tabaraka Wata'ala berfirman Qs.Al-Anbiya : 35
Artinya : Dan kami menguji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan(yang sebenar-benarnya)dan hanya kepada kami-lah kamu di kembalikan.
Demikian penjelasan Allah begitu tegas yang menyatakan bahwa manusia itu kadang-kadang diuji dengan kebaikan(kebahagian)dan kadang-kadang diuji dengan keburukan(penderitaan),manusia yang diuji dengan penderitaan,jika ia lulus,maka bahanya tidak lah begitu besar,akan tetapi jika manusia diuji dengan kemewahan hidup,bila tidak lulus,maka bahayanya jauh lebih besar daripada yang tidak lulus dalam ujian penderitaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

The type of woman to be married in Islam

From Mugribin bin Syu'bah, he said: I once proposed a woman, then the Prophet S.a.w said: Look because, that will preserve the lo...