Kamis, 15 November 2018

Kisah Sedih Seorang Kakek Malang |Agus Diar TV


KISAH KAKEK MALANG DIJALAN PERSAWAHAN
Disebuah perkampungan hidup seorang kakek yang perhatian dari masyarakat sekitarnya,detak hati ingin mengetahui cerita dari sang kakek,yang pendengarannya dan matanya sudah agak lamur dan kabur,dengan rasa miris hati dengan melantangkan suara penulis bicara dengan kakek tersebut.Dengan perlahan-lahan dengan nafas yang terhela-hela kakek mengeluarkan air mata,betapa sedih dan ibanya.Lalu penulis bertanya kakek berapa bersaudara,kakek tersebut hanya diam,bungkam tak angkat bicara.Lalu aku menenangkan beliau dengan kerendahan hati,kakek harus sabar,Banyak mengingat yang Maha Kuasa dan lepas dari itu semua.Kakek Hanya diam dan merundukkan wajah beliau di jalan persawahan.Betapa dilihat dari apa yang beliau rasakan merupakan salah satu konteks,yang tak bisa penulis terjemahkan.

KAKEK DALAM PERJALANANNYA MENENTENG SEBUAH NASI UNTUK DIA MAKAN
Setelah selang sepuluh menit lamanya berbincang dengan sang kakek,kemudian kakek tersebut pergi dengan rasa sedih yang dia pikul sungguh hal yang tak bisa diuraikan,betapa bebabn berat yang ia pikul dalam pundaknya,dan akhirnya penulis menggosok-gosok punggung kakek agar tetap dalam sabar dan ketabahan dalam kehidupan malang yang diderita sang kakek.
Nama beliau pun tak sempat penulis rilis dikarenakan penulis juga sangat merasa sedih dan miris hati melihat kehidupan sang kakek.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen|Diungkap dari kisah nyata, Wisuda di balik jeruji penjara

DI UNGKAP DARI KISAH NYATA| TOGA WISUDA DI BALIK JERUJI PENJARA Malam tak terasa telah menyelimuti tubuh G,angin malam mulai menyeka p...