Kamis, 20 Desember 2018

Fadhilah Mema'afkan dan Menahan Marah| Agus Diar TV


FADHILAH MEMAAFKAN DAN MENAHAN MARAH MENURUT ABU DAWUD DAN IBNU ABID

Abu Dawud dan Ibnu Abid meriwayatkan Nabi s.a.w bersabada yang artinya :
"Siapa yang dapat menahan marahnya,padahal ia kuasa untuk melampiaskan marahnya itu,maka Allah akan memenuhi hatinya dengan iman dan rasa ketenangan.

Ibnu Asakir meriwayatkan : Nabi s.a.w bersabda dengan artinya :
" Pasti mendapat kasih sayang Allah,orang yang mengalami sesutu yang memarahkannya,tetapi ia tetap sabar(tidak marah).

Ibnu Asunni meriwayatkan :
Tiada sesuatu yang dihubungkan dengan yang lain,yang lebih utama dari hubungan kesabaran kepada Ilmu,(Yakni Ilmu bila disertai kesabaran,maka itulah seutama-utamanya).

Ibnu Syain berkata : Allah tidak memulyakan seseorang karena kebodohonnya,juga Allah tidak pernah menghina seseorang karena kesabarannya,demikian pula tidak akan berkurang harta yang disedakahakan.

Attarmidzi meriwayatakan Nabi s.a.w bersabda dengan artinya :
Sukakah aku berikan padamu,orang yang diharamkan masuk neraka?Jawab sahabat : Baiklah ya Rasulallah.Bersabda Rasulallah s.a.w : Neraka itu haram atas tiap orang yang lunak,ramah,lapang dada dan mudah baik hubungannya(menyanak).

Alkhatib meriwayatkan Orang yang sabar itu mulya didunia,dan juga di akhirat.

Annas r.a berkata Ketika saya sedang berjalan bersama Nabi s.a.w yang ketika itu memakai sorban buatan najran yang agak tebal pinggiran sorbannya,tiba-tiba datang seseorang Badwi menarik sorban Nabi s.a.w dari belakang hingga berbekas pinggiran sorban itu dieleher Nabi s.a.w karena sangat keras tarikannya Badwi itu,lalu ia berkata :
Ya Muhammad berikan padaku harta Allah yang ada ditanganmu.Maka Nabi S.aw menoleh pada Badwi itu dan tersenyum kemudian menyuruh sahabat yang menjaga Baithul Mal,supaya memberi pada Badwi apa yang diminta.

HIKAYAT ATAU CERITA
Ada seorang saleh mempunyai sesekor kambing,tiba-tiba pada suatu hari,ia melihat kambingnya berkaki tiga,lalu bertanya : Siapakah berbuat sedemikian terhadap kambingnya?Jawab sipengembala kambing itu Saya lalu ditanya : Mengapakah anda berbuat itu?Jawabnya Untuk merisaukan hatimu,Dijawab oleh orang salih itu : Aku akan menjengkelkan syaithan yang menyuruh-Mu berbuat sedemikian,lalu ia berkata pada hambanya itu : Pergilah anda telah aku merdekan.

HIKAYAT ATAU CERITA
Al-Anaf bin Qyais ketika ditanya : Dari siapkah anda belajar budi luhur itu? Jawabnya Dari Qyas bin Aashim.

Almuzhiri ditanya Bagaimana budi luhurnya?Jawab nya : Pada suatu hari ketika duduk didepan rumahnya,tiba-tiba datang seorang hamba sahaya membawa panggangan daging,tiba-tiba panggangan itu jatuh diatas anaknya,dan mati seketika anak kecil itu,maka tercengang ketakutan hamba sahaya itu,lalu dikatakan oleh Qays Tidak usah takut,anda kini merdekakan karena Allah.

Kami mohon kepada Allah yang Maha Pemurah semoga membersihkan hati kami dari dosa-dosa yang samar,dan memberi pada kami akhlak dan budi yang baik.Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...