Rabu, 19 Desember 2018

Idealisme(Dunia Pikiran)Filsafat|Agus Diar TV


DUNIA PIKIRAN(IDEALISME)MENURUT GUA PLATO
Cara yang paling dekat dengan efisien untuk dapat mengerti tentang ontologi filosof idealis kita harus membicarakan langsung bapak pertama dari golongan idelais,yaitu Plato.Dalam bukunya Politeia(Republika),yang berisi gagasan tentang negara ideal (state),filosof ini telah menampilkan kepada kita karangannya tentang Gua Kiasan yang sangat terkenal.

DALAM KIASAN PLATO BERCERITA TENTANG RUANGAN DIBAWAH TANAH
Dalam cerita Gua kiasan ini Plato bercerita tentang adanya sebuah ruangan dibawah tanah terbentuknya sebuah gua dengan sebuah pintu yang menghadap keraha cahaya yang menjorok jauh kebawah tanah.Dalam ruangan ini ada beberapa orang yang dipenjarakan semenjak mereka masih anak-anak.Kaki dan leher mereka dirantai sedemikian rupa hingga mereka hanya dapat melihat satu sama lain.Dibelakang mereka demikian pula diatas mereka ada api yang bernyala.Dan diantara api dan orang-orang dirantai itu terdapat sebuah jalan.Dan didepan mereka ada tembok tinggi yang dibuat orang.Orang-orang yang dipenjarakan itu hanya dapat melihat kepermukaan dinding ini saja.Dijalan mereka dan api itu selalu berlalu-lalang berbagai makhluk,termasuk orang dan binatang.Bayangan orang dan binatang itu jatuh keatas permukaan tembok yang dilihat selalu oleh orang-orang hukuman itu.

KESIMPULAN GUA KIASAN YANG DINUKILKAN OLEH GUA PLATO
Cerita gua kiasan ini mengibaratkan kepada kita sedang berada diatas gua,yaitu dunia yang dilihat dan hayati dengan lima panca indera kita.Nampaknya memang cukup nyata,riil gunung,matahari,batu,orang,pohon,binatang dan lain-lainnya.Akan tetapi pada hakikatnya adalah semata-mata bayangan,dunia tiruan,duplikat dari dunia nyata yang sejati,yaitu dunia idea mumi yang berada dibalik dunia sekarang kita hayati,kita lihat,kita dengar dan kita raba dan rasa.Alam idea murni atau pikiran murni begitu muthlak dan begitu sempurna,begitu serba lengkap dalam segala hal dan mempunyai kehebatan luar biasa yang sifatnya diluar pemikiran manusia.Laksana matahari yang menyilaukan,membutakan mata kita,begitu pulalah,pikiran mutlak(Absolut Mind)membanjiri daya intelek kita yang lemah dan kita terpaksa memalingkan diri hadapannya,sebagaimana kita kita memalingkan mata kita dari matahari karena sangat silau dan pedih mata kita karena keinginan kita lebih menyaukai hal-hal yang lebih sesuai dengan keadaan.Setuasi dan kondisi kita,meskipun tidak asli tidak sempurna dan kurang nyata,maka kitapun lebih senang menarik diri kembali kedalam gua kita.Yaitu dunia yang kita huni,yang kita hayati dengan intuisi,naluri dan panca indera kita sebagai limpahan dari realitas tertinggi.

Segala sesuatu yang kita lihat didunia ini sepanjang pengalaman hidup kita,Pohon,kursi,buku,hewan,orang dan lain sebagainya.Hanyalah sebagai sebutan yang tidak sempurna dan ungkapan terbatas dari idea yang menjadi dasarnya.Setiap pohon kayu yang kita lihat berbeda-beda,akan tetapi ada satu ide kepohon yang semua pohon memilikinya.Kursi umpanya terlihat riil bukanlah kursi segi empat,segi tiga,bulat,yang memakai sandaran tangan atau tidak semuanya atau tidak riil dan hanya bayangan kursi yang ideal,yang sejati yang adanya didalam idea,yaitu ide kekursian yang merupakan realitas tertinggi dari kursi itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...