Senin, 31 Desember 2018

Lika-liku Pahit dan Manisnya menjadi seorang Penulis|Agus Diar TV


APRESIASI PAHIT DAN MANISNYA DAHULU MENJADI PENULIS

Tak terasa sudah sampai pada awal 2019 jam 06.42 pagi,rangkaian judul telah tersusun dengan baik dengan imajinasi dan wawasan dalam berpetualang mencari info yang fositif dalam merangkai bait kata dalam sebuah judul artikel,yang bisa memberikan ribuan Inspirasi bagi segenap pembaca.Menulis dan merangkai kata-kata bukan hal yang mudah,tentu saja kita harus banyak mempelajari dan memahami filosofi-filosofi baik tentang alam,lingkungan dan lain sebagainya.Tapi sebaliknya banyak pula perintangan yang melintang dalam mencari sebuah naluriah sehingga terciptanya sebuah karya yang baik,sebuah karya yang baik,tak semudah yang digambarkan,bahkan ada juga yang menjadi penghalang dalam sebuah rangkaian penulisan terciptanya artikel yang berfaedah bagi para pembacanya.

Bagaimana tidak dalam sebuah maha karya penulisan getir dan pahitnya tentu ada,namun anggap saja rintangan yang melintang menjadi apresiasi yang menciptakan buah inspirasi dalam menggapai apa yang kita harapkan.Contoh kecil saja umpamanya bagaikan,andaikata dalam menggapai sebuah mahkota,tentu sedikit banyaknya harus berjuang dengan sebuah rangakian makalah skiripsi,tesis,destrasi ini merupakan gambaran sehingga tercapainya harapan dan cita-cita begitu juga dengan menulis sebuah judul dalam rangkaian atau skenario kehidupan dalam menulis.Mengapa demikian?Tentu hal ini menjadi sebuah pertanyaan besar.Menulis dengan menggunakan jiwa dan bahasa untuk sebuah maha karya yang lebih luas,dengan sebuah momentum dalam sebuah narasi sehingga terciptanya naluri dari skenario yang kita buat.Bentang alam misalnya tentu banyak sedikitnya menjadi seorang penulis melakukan orientasi kepada alam apa yang dilihat dan diperhatikan.Sehingga timbul dalam naluriah atau jiwa untuk mengusai rangkaian kalimat yang akan dirangkaikan.

PAHIT DAHULU DALAM MENULIS,AKAN BERBUAH MANIS KEMUDIAN
Pahit ungkapan sebuah rasa kopi yang tanpa gula ketika kita kecap akan berasa pahit,dan pahitnya kopi tersebut bisa menghilangkan lelahnya mata.Makna yang positif dalam menulis ibarat kopi pahit yang tak selamnya akan pahit jika disuguhi gula.

Berbuah manis dalam artian akan merasakan bagaimana rasa dalam menyelami sebuah maha karya yang kita rangkai dalam nuansa yang disesuaikan,baik berupa wawasan serta imajinasi yang luas,setiap pekerjaan tentu pula ada imbalan,dan tak mungkin hasil jerih payah kita dalam sebuah karya jenis tulisan ditulis dengan tidak ada nilainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Social and cultural geographic background of socially

SOCIAL AND CULTURAL GEOGRAPHIC BACKGROUND OF SOCIALLY    Kerinci Regency which is also called Sakti Alam Kerinci is a plateau ...