Jumat, 14 Desember 2018

Hukum menggugurkan Kandungan|Agus Diar TV



PERKATAAN IMAM AL-GHAZALI TENTANG MENGGUGURKAN KANDUNGAN
Dikatakan oleh Imam Al-Ghazali bahwa menggugurkan kandungan merupakan tindak kejahatan terhadap bayi yang berada dalam kandungan.Adapun mengenai pengguguran kandungan terdapat beberapa tingkatan. Pertama,Nuthfah yang berada dalam rahim yang telah bercampur dengan telur wanita siap untuk hidup,dimana pengguguran terhadapnya dianggap sebagai tindak kejahatan kedua,Nuthfah tersebut telah menjadi segumpal darah lalu menjadi segumpal daging,dimana pengguguran terhadapnya merupakan kejahatan yang lebih besar.Sedangkan tingkat yang ketiga adalah apabila telah ditiupnya ruh dan telah sempurna menjadi bayi,dimana pengguguran terhadapnya merupakan kejahatan yang nilainya jauh lebih berat.

PENDAPAT DALAM KITAB SUBULUSSALAM TENTANG PENGGUGURAN KANDUNGAN
Didalam kitab Subulussalam disebutkan pencegahan kehamilan yang dilakukan oleh seorang wanita dengan menggugurkan Nuthfah yang belum ditiupkan ruh kedalamnya,dalam hal ini terdapat dua pendapat yang berpijak pada hukum az'l yang membolehkannya dan mengharamkannya,dimana berarti mengharamkan pencegahan kehamilan tersebut.Pendapat yang kedua dianggap lebih afdhal.

PENERANGAN TENTANG FIQIH SUNNAH TENTANG MENGGUGURKAN KANDUNGAN
Sedangkan dalam fiqih Sunnah,Sayyid sabiq mengatakan setelah Nuthfah itu bersemayam dalam rahim dan janin sudah berada dalam kandungan selama seratus dua puluh hari,maka tidak diperbolehkan untuk menggugurkannya.Karena,jika hal tersebut dilakukan,maka berarti telah melakukan pembunuhan dan berhak mendapat hukuman didunia dan akhirat.

Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahuanhu,ia menceritakan bahwa Rasulallah s.a.w pernah memberitahukan kepadanya dimana beliau bersabda adalah orang yang paling jujur.
"Sesungguhnya salah seorang diantara kalian dikumpulkan penciptaan-NYa didalam rahim Ibu selama empat puluh hari,kemudian menjadi segumpal darah,lantas segumpal daging,lalu diutus kepadaya Malaikat yang diperintahkan empat hal,ditetapkan rizki,ajal,dan amalnya,apakah akan sebgsara atau bahagia.(HR.Bukhari,Muslim,Abu Dawud, dan Tirmidzi).

Mengenai pengguguran janin dalam kandugan ata merusak kandungan sebelum mencapai masa seratus dua puluh hari,dalam hal ini diperbolehkan jika ada alasan yang dibenarkan jika tidak ada sebab,maka yang demikian itu dimakruhkan,demikian perkataan Sayyid Sabiq dalam kitabnya fiqih sunnah,namun sebaliknya ada baiknya yang membenarkan diharamkannya pengguguran kandungan adalah pendapat mutawatir Imam Al-Ghazali dan Abdullah bin Mas'ud.[Ad, dari segala sumber]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerpen|Diungkap dari kisah nyata, Wisuda di balik jeruji penjara

DI UNGKAP DARI KISAH NYATA| TOGA WISUDA DI BALIK JERUJI PENJARA Malam tak terasa telah menyelimuti tubuh G,angin malam mulai menyeka p...