Sabtu, 15 Desember 2018

Sorot Islam|Dilarang melamar wanita muslimah yang Dilamar|Agus Diar TV

Ilustrasi gambar Shinta Ayu


LARANGAN MELAMAR WANITA MUSLIMAH YANG DILAMAR
Seorang muslim tidak diperbolehkan melamar wanita yang telah dilamar oleh saudaranya sesama muslim.Kecuali jika orang kedua yang lebih baik baginya(wanita itu)dalam hal agama dan pergaulannya.Artinya,pada saat itu diperbolehkan baginya melamar wanita yang telah dilamar orang lain yang agamanya dan pergaulannya lebih baik darinya.Demikian menurut pendapat Ibnu Hazm.Atau jika pelamar memberikan izin kepada pelamar kedua,maka ketika itu(pelamar kedua)diperbolehkan melamar wanita tersebut.Atau jika pelamar pertama membatalkan lamarannya,maka pada saat itu diperbolehkan bagi laki-laki lainnya melamar wanita tersebut.Atau jika wanita itu menolak lamaran pelamar pertama,maka diperbolehkan bagi laki-laki untuk melamarnya.

ABDURRAHAMAN BIN SAMSAH BERKATA DALAM KHOTBAHNYA DIATAS MIMBAR TENTANG TATA CARA LAMARAN DAN MELAMAR WANITA
Abdurrahman pernah mendengar Rasulallah s.a.w bersabda :
Artinya : Seorang mukimin adalah saudara bagi mukmin lainnya,karenanya,tidak diperbolehkan bagi mukimin menjual barang yang sudah dibeli saudaranya dan tidak boleh meminang seorang wanita yang datang dipinang oleh saudaranya,sehingga ia meniggalkannya.(HR.Muslim).

KENERANGAN TENTANG HADIST DIATAS
Hadist ini menunjukkan diharamkannya melamar wanita muslimah yang telah dilamar oleh saudaranya sesama muslim,sehingga ia meninggalkan wanita yang dilamarnya.

Jika wanita tersebut menolak laki-laki yang melamarnya,maka ketika itu dilakukan pemutusan terhadap lamarannya.Karena,membiarkan lamaran berlarut-larut akan membahayakannya dan bahkan menzholiminya serta menghalangi laki-laki lain untuk melamarnya,demikian menurut pendapat Ibnu Hazm.

FATIMAH PUTRI RASULALLAH DITANNYA MENGENAI LAMARAN OLEH RASULALLAH S.A.W
Dalam mengenal pelamar kedua yang lebih baik dalam agama dan pergaulannya didasarkan pada Hadist Fatimah bin Qais Al-Mansyur,bahwa Rasulallah s.a.w bertanya kepadanya Siapa laki-laki yang melamarmu?Ia menjaeab Mu'wiyah dan seorang laki-laki lain pelaku kejahatan yang tak ada kebaikan padanya.Mu'wiyah adalah seorang remaja   Quraisy yang tidak mempunyai kelebihan apa-apa.Sedangkan laki-laki lain itu pelaku kejahatan yang tidak ada kebaikan padanya.Maka nikahilah Usamah.Jawab Fatiamah :Aku tidak menyukainya,Beliau mengatakan hal yang ketiga dan kemudian menikahinya.

Selanjutnya Ibnu Hazm mengatakan,Demikian Rasulallah S.a.w menunjukkan kepada Fathimah,seorang laki-laki yang baik pergaulannya daripada Abu Jahm yang suka memukuli wanita.Adapun Usamah adalah lebih baik dari pada Mu'awiyah.Dalam Hadist ini lengkapnya disebutkan,bahwa Rasulallah s.a.w berkata pada Fathimah Putrinya.Jika engkau sudah dihalalkan untuk menikah(selesai menjalankan masa Iddah)maka beritahulah kepadaku,ketika engkau selesai menjalani iddah lalu aku katakan pada belaiu bahwa Mu'awiyah bin Abi Syufyan dan Abu Jahm telah melamarku(Kata Fathimah)dan Beliau berkata kepada Abu Jahm yang tak pernah meletakkan tongkatnya dari pundaknya(yang suka memukul),Sedangkan Mua'wiyah adalah seorang laki-laki yang miskin yang tidak mempunyai kekayaan.Maka nikahilah Uzamah bin Zaid,Kata Fathimah Aku tidak menyukainya,kemudian beliau mengatakan nikahilah Usamah.Maka Fhatimah pun menerima Usamah untuk menikahinya.Lalu Allah memberikan pada Usamah dan Fathimah hidup bahagia(HR.Malik.Abu Daud,Nasa'i dan Darimi).

TENTANG MU'AWIYAH
Mu'awiyah adalah seorang remaja dari keturunan Bani Abdul Manaf yang tamapan dan penuh kelembutan.Sedangkan Usamah Radhiyalllahu Anhu adalah seorang yang nilainya lebih tinggi kecuali dalam agama yang merupakan puncak nilai kebaikan disisi Allah Subhanahu Ta'ala dan Rasulnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tiga pembalap tercepat TDS(tour de singkarak)2019 Kerinci

Kerinci ,Pembalap tercepat TDS fokus untuk mempertahankan jersey tersebut. Bagaimanapun jenis dakian tanjakan, saya akan berupaya sem...