Selasa, 18 Desember 2018

Sorot Islam|Melihat Wanita yang hendak dilamar|Agus Diar TV



MELIHAT DAN TA'ARUF DENGAN WANITA YANG HENDAK DILAMAR
Dari Mugribin bin Syu'bah,ia berkata:Aku pernah melamar seorang wanita,lalu Nabi S.a.w berkata : Lihatlah karena,yang demikian itu akan melanggengkan kasih sayang antara kalian berdua.(HR.Nas'i,Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Sebagian ulama berpegang teguh pada hadist ini dan mengatakan : Diperbolehkan bagi seorang laki-laki melihat wanita yang hendak dilamarnya,pada bagian yang tidak diharamkan.Demikian yang dikemukan oleh Imam  Tarmidzi ini juga menjadi pendapat dari Imam Ahmad dan Imam Ishak.

RASULALLAH S.A.W MENCERITAKAN TENTANG MELAMAR
Aisyah ra menceritakan : Rasulallah s.a.w pernah berkata kepadaku :Aku telah melihatmu dalam mimpiku dibawa oleh Malaikat dengan ditutup oleh kain sutera.Lalu Malaikat itu mengatakan kepadaku : Inilah istrimu.Maka aku pun membuka kain penutup wajahnya itu.Tiba-tiba muncuo adalah kamu(Aisyah).Selanjutnya engkau berkata : Apabila ini berasal dari sisi Allah,maka biarlah Allah meneruskannya(HR.Bukahari).

DARI ABU HURAIRAH RADIYALLAHU'ANHU MENGEMUKAN TENTANG CARA MELAMAR WANITA
Abu Hurairah Radiyalllahu'anhu berkata : ada seorang laki-laki mengatakan,bahwa ia hendak menikahi seorang wanita dari kaum Anshar.Lalu Rasulallah s.a.w bertanya : Apakah engkau ada melihatnya?Ia menjawab : Belum selanjutnya beliau berkata,pergi dan lihatlah,karena sesungghnya dimata orang Anshar terdapat sesuatu.(HR.Muslim dan Annasa'i).

MENURUT JUMHUR ULAMA CARA MELAMAR YANG BAIK MENURUT ISLAM
Menurut Jumhur Ulama : Diperbolehkan bagi pelamar melihat wanita yang akan dilamarnya,Akan tetapi,mereka diperbolehkan melihat,kecuali hanya sebatas wajah dan kedua telapak tangannya.Sedangkan Al-Auza'i mengatakan : Boleh melihat bagian-bagian yang dikehendaki,kecuali aurat.Adapun Ibnu Hazm mengatakan : Boleh melihat pada bagian depan dan belakang dari wanita yang benar-benar akan kita lamar,selagi tidak melanggar ketentuan yang disyaria'tkan.Bersumber dari Imam Ahmad,terdapat tiga riwayat mengenai hal lain.

Yang pertama : Seperti Jumhur para Ulama.
Yang kedua    : Melihat apa-apa yang bisa terlihat.
Yang Ketiga  : Melihat dalam keadaan tidak mengenaikan tabir penutup(Jilbab).

Jumhur Ulama yang berpendapat diperbolehkan mellihatnya,jika ia menghendaki,tanpa harus minta izin terlebih dahulu dari wanita yang hendak dilamar(secara sembunyi-sembunyi).Adapun menurut Imam Malik,dari sebuah riwayat disebutkan,bahwa beliau mensyaratkan ada izin dari wanita tersebut.

Dinukil oleh At-Thahawi dari suatu kaum,dimana disebutkan,bahwasanya tidak diperbolehkan melihat wanita yang hendak dilamar sebelum diadakannya akad nikah.karena,pada saat tersebut belum menjadi syah sebagai istrinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Short Story of Love

RE-REVIEW LOVING CUSTOMS IN DISCUSSION RETORICS  Writing about the introduction of this rhetoric of love, is one of the thoughts, exp...