Rabu, 19 Desember 2018

Sorot Islam|Syarat-syarat bagi orang yang menerima Wasiat|Agus Diar TV


SYARAT-SYARAT BAGI ORANG YANG MENERIMA WASIAT
>> Berkedudukan sebagai ahli waris
>>Orang yang menerima wasiat harus benar-benar ada pada waktu pemeberian wasiat baik melalui kepastian maupun perkiraan.Yang demikian merupakan pendapat para Ulama penganut mazhab Hanafi.
>>Orang yang menerima wasiat tidak diperbolehkan membunuh orang yang menerima wasiat secara langsung(dengan maksud agar segera mendapatkan wasiat tersebut).Menurut pendapat Abu Yusuf jika seseorang menerima wasiat itu membunuh orang yang memberi wasiat secara langsung,maka wasiatnya tersebut batal,karena orang yang ingin segera mendapatkan suatu sebelum waktunya.diberikan sanksi berupa pengharaman mendapatkannya.

SYARAT-SYARAT YANG DIWASIATKAN
  1. Bahwa barang yang diwasiatkan tersebut dapat dimiliki setelah meninggalnya orang yang memberikan wasiat,dengan sebab apapun.

UKURAN HARTA YANG DISUNAHKAN UNTUK DIWASIATKAN
Dari Abdil Barr mengatatakan Para ulama salaf berbeda pendapat mengenai ukuran harta yang disunatkan untuk diwasiatkan atau diwajibkan bagi yang mempunyai kewajiban untuk itu.

Dari Ali Radhiyallahu Anhu dia mengatakan Harta kekayaan yang jumlahnya enam ratus atau tujuh ratus dirham tidak dapat diwasiatkan.Sedangkan yang dapat diwasiatkan adalah kekayaan yang mencapai seribu dirham.Adapun menurut Ibnu Abbas Tidak ada pemeberian wasiat pada harta kekayaan yang hanya berjumlah delapan ratus dirham.

Mengenai seorang wanita yang mempunyai empat anak sedangkan dia mempunyai tiga tiga ribu dirham,maka dalam hal ini Aisyah Radhiyallahu Anha mengatakan Tidak ada wasiat dari harta kekkayaan tersebut.Masih menurut Aisyah,bahwa apabila orang yang meninggalkan harta sebanyak delapan ratus dirham,sedangkan dia tidak meninggalkan kebaikan,maka tidak dibolehkan memberikan wasiat.

KAPAN SUATU WASIAT ITU BATAL?
Suatu wasiat itu batal jika orang menerima wasiat itu meninggal lebih dahulu sebelum orang memberi wasiat,atau orang yang memberi wasiat tersebut gila sampai ajalnya.Atau jika diwasiatkan itu rusak atau binasa sebelum sampai ketangan orang yang menerima wasiat.

YANG BOLEH MENERIMA WASIAT
Wasiat itu boleh diberikan pada setiap orang muslim yang berakal dan adil,baik laki-laki maupun perempuan,yaitu wasiat yang boleh dilakukan oleh sipembuat wasiat,misalnya membayar hutang serta mengurus urusan anak-anaknya.

Jika sesorang mewasiatkan hartanya untuk mengurus anak-anaknya,maka hak dan kewalian atas anak-anak tersebut ditetapkan bagi orang yang menerima wasiat itu dan dia(orang yang diberi wasiat)boleh menggunakan harta tersebut,misalnya jual beli,menerima hibah yang diberikan kepada mereka(anak-anaknya)memberi nafkah kepada mereka serta orang-orang yang berada dalam tanggungannya,berdagang untuk kepentingan mereka,memanfaatkan uangnya untuk bagi hasil,dan jika dia menggunakan harta itu untu berdagang tersebut,dan dia boleh memakan sedikit harta itu ketika membutuhkan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...