Jumat, 21 Desember 2018

Sorot Sejarah Kerinci|Depati Didung Dan Rio Suko|Agus Diar TV


DEPATI DIDUNG DAN SOSIAL HIDUP KEMASYARAKATAN
Gunung Raya yang berdiri Kokoh

Kerinci merupakan salah satu negeri yang sejuk,aman,damai dan tentram dengan berbagai ragam adat,seni,sejarah,budaya yang terkandung didalamnya.Dengan nuansa religius yang kuat turun-temurun sampai pada era kini.Dalam Sejarah masa lampau ada sebuah nuans baru dalam sejarah Kerinci tentang seorang ulama yang tersehor,kalau di Sungai Penuh terkenal dengan ulama masa lampainya dengan nama Syiak Lengeh,namun ada pula yang tak kalah menariknya berupa sejarah Ulama masa lampau yang bergelar Depati Didung dan Rio Suko.Keduanya merupakan ulama yang terkenal pada masanya yang nama keduanya belum sempat dibukukan dalam sejarah Kerinci.

Depati Didung hidup pada tahun 1823  yang merupakan seorang ulama yang tersohor padanya masanya Depati Didung artinya petinggi pembuka dengan arti pembuka jalan dalam perkembangan agama Islam pada masanya,meski hal ini kurang kompeten penulis berusaha menghimpun dari tuo tengganai yang bisa menceritakan tentang sedikit banyaknya sejarah depati didung dan Rio Suko di Kabupaten Kerinci.Sejarah Depati Didung dan Rio Suko berasal dari sebuah desa yang damai,nyaman dan tentram yaitu Desa Tanjung Pauh,Depati Didung dan Rio Suko merupakan satu dari dua nama yang sering disebutkan-sebutkan sebagai ulama yang ikut dalam mengembangkan ajaran islam syariat dan ketauhidan.Dengan budi pekerti Depati Didung dan Rio Suko merupakan salah satun keturunan dari Hindia Belakang(Turki)yang mengemban tugas menyampaikan risalah agama.Hal ini barangkali menimbulkan pro dan kontra tentang pebuktian adanya Depati Didung dan Rio Suko,Hal ini boleh dilihat dari bukti yang ada dengan tempat berwhuduk beliau serta tempat beliau mandi terletak di Tanjung Pauh Mudik Pancuran Tiga dengan sumur air mata airnya yang tak pernah menegering InsyaAllah dapat dirasakan masyarakat hingga sekarang.

Tentang sosial masayarakat Depati Didung dan Rio Suko Kerinci merupakan contoh kecil dalam hidup kemasyarakatan yang damai,tentram dan nyaman tentang peranannya Depati Didung Dan Rio Suko adalah sebuah fondasi sejarah yang perlu sejak dini kita lestarikan berupa sumur Air uang kononnya bisa menjadi penyembuh penyakit fisyicologi atau penyakit jiwa,ia atau tidaknya tergantung pada keyakinan kita masing-masing.
Jadi kesimpulannya Bahwa Depati Didung dan Rio Suko merupakan satu garis keturunan yang berjalan dalam menegakkan ketauhidan dan syariat islam pada masanya.

Semoga nuansa uraian yang barangkali kurang akurat bisa memberikan suatu ornamen-ornamen yang perlu kita gali dan kaji kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sastra Lisan Kerinci

  SASTRA LISAN DI KERINCI Berdasarkan faktor geografis-Nya Kerinci adalah daerah yang strategis, bentuknya yang seperti kuali yang dat...