Kamis, 17 Januari 2019

Hikayat Cinta |Catatan Zainuddin Yang Tertunda|Agus Diar TV


ZAINUDDIN DAN KOTA SURABAYA
Surabaya,Pagi nan cerah menghiasi kota yang nyaman dan tentram terlihat para mahasiswa/i berlalu lalang kesana kemari,kala itu sang surya menawarkan cahaya keindahan yang luar biasa seakan-akan menyapa dengan kata-kata"Beejuang nak jangan kau pikirkan tentang siapapun,jodohmu telah diatur amanya tuhan,saat itu pun pula Zainuddin terperanjak dari lamunan dengan desiran angin sepoi-sepoi dari hempasan air laut di Jembatan Sura Madu,jarak menuju kampus saat itu 75 km dari Jln Veteran Raya(Jawa Timur),Zainuddin masih termangu dalam bisikan hati tentang perkataan orang tuanya,sentak lama kemudian,terlihat Hayati dengan menggunakan kendaraan mewahnya mendekati Zainuddin sambi menyapa"Assalamu'alaikum Zainuddin"Waalikum Salam"lho kok pagi ini kelihatan muram,ada apa ya!!kalau boleh Hayati mengetahui.

Zainuddin terdiam tak bersuara,Hayati kemudian menyapa ada apa Kak Zainuddin,kok muram,ntar lagi dosen filasafat datang kita barengan aja masuk keruangan setelah sarapan.

Zainuddin dengan tersipu malu dan merunduk serta menjawab Baik Hayati,jam pada saat itu menunjukkan pukul 09.00 wib,saat dosen belum datang setiap mahasiswa/i bergumam dan bergurau dikantin,Zainuddi memang terkenal diantara pergaukan teman-temannya,dengan tabiat kealimannya dan kedekatannya dengan Hayati.Teman-teman Zainuddin pun sangat begitu salut,jarang ada orang yang berani berbicara dekat dengan Hayati.Namun Hayati lebih leluasa berbicara kepada Zainuddin.

Hayati bertanya ntar kalau pulang habis jam kampus nanti bareng Hayati aja,ada sesuatu yang ingin Hayati bicarakan dengan Mas Zainuddin.

Zainuddin menjawab ya Hayati,emangnya Hayati mau berbiacara apa sih!!Bicara disini aja!!Hayati menjawab rahasia lho Mas Zainuddin,ntar kita bicarakan di tepi pantai padang tritis,biar lebih leluasa,sambil melihat keindahan dan pesona keindahan tanah Jawa,Mas Zainuddinkan belum pernah kan kesana.

Zainuddin menjawab belum,Hayati pun berbicara,memang ia kok belum pernah,karena Mas Zainuddinkan Orang Kerinci,Jambi,Sumatera,Ya Hayati.

Hari itu kebetulan dosen Filsafat ngak masuk,Filsafat 3 SKS dan kebetulan satu mata kuliah saja kala itu.Akhirnya Hayati menepati janji dan mengajak Zainuddin menikmati alam Pantai Padang Tritis di Jawa kala itu.Zainuddin tanpa sepengetahuan Hayati merilis semua pembicaraan dengan buku diari yang biasa tersimpan di dalam tasnya.Memang Mahasiswa/i mengetahui bagaimana imajinasi Zainuddin dalam menulis tanpa melihat buku,sesuai dengan kejadian atau alam sekitarnya dan juga pembicaraan.

Sesampainya di Pantai kala itu Zainuddin dan Hayati duduk dibawah pohon dengan membawa bekal makanan dan Masjid yang hampir dekat dengan tempat itu untuk melakukan Ibadah,Zainuddin bertanya apa gerangan Hayati untuk mengajak Mas Zainuddin kesini.

Hayati menjawab,Mas Zainuddin!!Tak lama lagi kita bakalan Wisuda,Hanya Mas Zainuddin yang pernah Hayati ajak berduaan saat seperti ini,karena Mas tahu kan bahwa papa dan mama Hayati orang yang paling disegani di Kota ini.Zainuddin terdiam,mendengar perkataan Hayati.

Hayati,sela Zainuddin,aku ketanah Jawa sekarang bukan untuk maksud membicarakan diluar pola pikir akademis,ku harap Hayati bisa mengerti!!Bukan berarti aku ngak mau,aku ingin study kita selesai dulu,Hayati terdiam.

Dan Zainuddin pun membuka lembaran diari dari tasnya,semua yang kita bicarakan hari ini telah kurangkum dalam tulisanku Hayati,kelak aku jauh kau boleh buka dan ceritakan"Diari Zainuddin yang tertunda.

Hayati menunduk dan meneteskan air mata,dengan kesedihannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Prohibited from applying for the woman proposed

FOR HIBITION OF APPLYING MUSLIM WOMEN WHO ARE APPLYED  A Muslim is not permitted to propose a woman who has been proposed by his fell...